Bertemu denganmu, adalah saat-saat paling bahagia dalam hidupku.
Dalam senyummu, aku seakan menemukan kembali alasan-alasan untuk bisa kembali tersenyum menghadapi hari-hariku.
Namun, kemarin aku lebih bahagia dari hari ini.
Besok, aku tidak akan sebahagia hari ini.
Aku jauh lebih bersemangat menjalani hari kemarin ketimbang hari ini.
Dan aku lebih banyak memiliki keberanian pada kemarin lusa ketimbang hari sebelum hari ini.
Aku benar-benar berusaha melakukan yang terbaik saat bersamamu.
Aku benar-benar berusaha agar aku adalah alasan bahagiamu.
Dan mungkin, karena itulah di saat aku melihatmu pergi, aku kecewa tiada henti.
Tapi, kini aku baru memahami satu hal yang penting.
Ya, aku sadar bahwa kau sejatinya tak pernah menerima hatiku.
Seolah aku melemparkan hatiku padamu seperti batu; dan karena itulah kamu jadi terluka.
Mungkin, aku memang harus melepasmu.
Maaf jika sayangku melukaimu.