Jadilah terang yang menyinari dalam gelap, bukan terang yang menyilaukan tatap.
Capek Ngetik

seen from United States

seen from Italy
seen from Netherlands

seen from United States
seen from T1
seen from China

seen from Italy

seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from Macao SAR China

seen from United States

seen from Pakistan

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Pakistan
seen from T1
Jadilah terang yang menyinari dalam gelap, bukan terang yang menyilaukan tatap.
Capek Ngetik

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
PERJUANANGANKU KINI!!
Perjuanganku kini melawan penjajah, perjuanganmu lebih berat karena melawan bangsamu sendiri adalah kalimat reflektif yang menyentuh, menggambarkan perbedaan tantangan antara generasi terdahulu dan generasi saat ini. Jika dahulu pahlawan bangsa berjuang mengangkat senjata untuk melawan penjajahan asing, kini tantangan generasi muda terletak pada melawan ketidakadilan, korupsi, kesenjangan, serta perpecahan yang justru muncul dari dalam bangsa sendiri. Kalimat ini mengingatkan kita bahwa meski bentuk perjuangan berbeda, semangat pengorbanan, keberanian, dan cinta tanah air tetap harus diwariskan.
Dalam konteks modern, perjuangan melawan “bangsamu sendiri” dapat dimaknai sebagai upaya melawan sikap egois, diskriminasi, kebencian, dan praktik yang merugikan rakyat. Generasi kini ditantang untuk berjuang lewat pendidikan, kreativitas, teknologi, dan persatuan agar bangsa tidak terpecah dari dalam. Pesan ini juga mengajak kita merenung, bahwa musuh terbesar sering kali bukan datang dari luar, melainkan dari kelemahan dan perpecahan internal.
Melalui semangat kutipan ini, setiap individu diingatkan untuk berkontribusi menjaga persatuan, membela kebenaran, dan menegakkan keadilan. Perjuangan masa kini memang berbeda, tetapi tidak kalah berat. Jika dahulu para pejuang mengorbankan darah dan nyawa, kini kita diminta berjuang dengan integritas, kesadaran, serta keteguhan hati agar cita-cita kemerdekaan benar-benar terwujud.
Potret Zaman Curahan hati Akhir Ramadhan “Duhai Bangsa ku”
Duhai bangsaku pulanglah kepangkuan ibu pertiwi. Wahai para pimimpin bangsaku mudiklah keharibaan Ilahi Robbi.
Satu tahun lamanya mengembara entah kemana, kini segalanya amat sangat gelap dan gulita. jalan-jalan kebenaran yang dulu pernah tertanam kuat dalam kehidupan bangsa ini, kini menjelma ibarat sketsa patah-patah yang teramat sulit untuk ditafsirkan apalagi dimengerti. Tuntunan agama kini menjadi kabur dan kian terkubur, mana dakwah dan mana lelucon. Ajaran adapat yang adiluhung berubah menjadi kepingan-kepingan kaca yang susah disambung kembali Dulu pasangan hidup serba orang tua yang memilih, kini pemuda kita akan berkata :” ini bukan zaman siti Nurbaya lagi”.
Dulu pernikahan selalu diadakan dengan penuh kesucian masing-masing pasangan, kini pernikahan tak lebih hanya untuk mendapatkan akte pernikahan dan pengakuan KUA belaka, karena sang gadis sudah tak gadis lagi. Naudzubillah. Dulu jalan bareng taki-laki perempuan, apa lagi saling bergandengan tangan saling berpelukan dengan yang bukan mahramnya amat sangat terhina, tapi kini remaja kita akan berkata justru inilah potret remaja gaul, katanya. Masya Allah.
Ibu-bu yang dulu bangga dengan busana kebaya yang menutup auratnya tapi kini dari anak-anak balita, remaja putri kita, ibu-ibu muda, hingga nenek-nenek renta mulai pamer aksi memakai pakalan YOU CAN SEE.
Mereka bangga memamerkan paha dan lekukan tubuh yang dapat membakar nafsu dan syahwat serigala-serigala jantan, yang akan melahirkan tindakan amoral dan perzinaan yang dengannya akan menyuburkan pernikahan dini karena terpaksa. Dan dari pernikahan dini karena kawin paksa itulah, kelak akan lahir generasi-generasi yang amoral, dengan bermasa depan suram, karena didikan keturunan yang menjalar. Naudzubillah tsumma naudzubillahi min dzalik..
Setelah kita berjalan begitu jauh dari nilal-nilai kebenaran. jauh dari hukum-hukum Allah, kini saatnya dalam suasana fitri, kita sebagai generasi bangsa hendaknya berupaya sekuat tenaga, dari daya yang tersisa untuk mengumpulkan serpihan-serpihan kesadaran Ilahiyah secara bersama-sama untuk kembali mudik kekampung ibu pertiwi, dan kembali kepangkuan kehadirat llahi Robbi sembari bersimpuh meluruskan niat dan I'tikad untuk menghaturkan ampun, bertaubat dengan taubatan Nasuha, demi masa depan negeri yang kita cita-citakan, yakni negeri tototentrem kertoraharjo dibawah naungan ridho Allah swt.
بلدة طيّبة وربّ غفور
THU, 21 Mei 2020
"Bila berada di atas..Jangan lupa yang berada di bawah untuk di bantu..Bukan untuk di tindas..Mahupun di pulau..Tapi bukan nak mengata..tapi hakikatnya..itulah bangsaku..Melayu.." #ThrowBackWeekend #Bangsaku #Bossku #Aman #MeMyselfAndI #PositiveVibeOnlyHere (at Buluh Kasap, Johor, Malaysia) https://www.instagram.com/p/BrcGyzXgCQ0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=kgsvel34p4x3
Bisa Diprediksikan Sich.. Kalau Sekarang Saja.. Jumlah Toko Buku Dalam Satu Kota Kurang Dari Hitungan Satu Jari Tapi Jumlah Tempat Karaoke Serta Hiburan Malam Justru Lebih Banyak.. Sepuluh Tahun Mendatang Generasi Sekarang Akan Lebih Pandai MERABA Daripada MEMBACA #Tragedy #Tragis #Bangsaku #GerakanMembaca (di Plaza Madiun)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu punya mimpi untuk Islam, untuk Indonesia. Kamu punya mimpi lewat masa depan anak dan cucu kelak. Kamu punya mimpi hebat untuk masa depan pemuda bangsa ini. Semua itu, bermulai darimu dan seorang teman hidup. Mulailah. Titik kecil itu bermula darimu!
(Ai) Salatiga, penghujung September 2017 pist source : https://www.tumblr.com/tagged/rumah-kecil
Setiap orang punya caranya sendiri dalam memerdekakan diri. Termasuk dalam upaya mendoakan dompet bisa gemuk. #eh *gagal serius lihat berita* 17/17/17 . . . wirdatrihasfi.wordpress.com #senandungrasa #merdekalah #diri #penulis #bangsaku #negaraku #HutRI72 #ikutandoa #doasidangMPR #semogagemuk #huaha
PART 3 - Dirgahayu Indonesiaku, dirgahayu bangsaku yg ke 72 th . . . Makin jaya, makin makmur, tanpa ada peselisihan maupun perdebatan disetiap kalangan . . . Semua satu, satu bahasa, satu bangsa diantara perbedaan ras dan agama . . . #dirgahayuindonesia #72 #bangsaku #negaraku (di Ngurah Rai International Airport Denpasar)