- 'Azzam al-Fatih
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from China
seen from Hong Kong SAR China
seen from Türkiye

seen from United States
seen from China

seen from Germany

seen from Singapore
seen from South Korea
seen from United States

seen from Australia

seen from South Korea

seen from United States
seen from Belarus
seen from United States
seen from Finland
- 'Azzam al-Fatih

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Tampaknya kita perlu sadar. Sadar bahwa cinta tercipta dengan segala kerumitan yang ada. Sadar bahwa cinta hadir untuk kita belajar. Belajar mencintai kekurangan. Karena sejatinya itulah sebenar-benarnya cinta. Tentang ketidaksempuranaan yang saling melengkapi. Pun karena cinta bukan melulu tentang kagum akan suatu yang indah.
- āAzzam al-Fatih -
Siap Dibenci ?
Q : Bagaimana pendapat anda dengan statement, "Pemimpin itu harus siap dibenci"?
A : Sejatinya memang begitu. Bahwa seorang pemimpin mau tidak mau, siap atau tidak siap, ia pasti akan dibenci oleh beberapa orang yang dipimpinnya. Tentu kebencian yang memiliki landasan. Pasalnya, setiap kebijakan memiliki resiko. Pun setiap keputusan memiliki hal minusnya. Maka, kebijaksanaan dalam menyikapi hal inilah yang menjadi tolak ukur kesiapan seorang pemimpin.
Namun di sisi lain ada hal yang perlu dipertimbangkan. Jangan kemudian, statement tadi dijadikan dalil bagi seorang pemimpin untuk menjadi "diktator".
Masalah senja tidak ada yang tahu. Fajar bisa memilih untuk mencintai senja pilihan. Tapi untuk bersatu dengannya, Fajar hanya percaya pada takdir terbaik-Nya, bahwa Dialah yang mengatur persatuan tersebut.
- 'Azzam al-Fatih -
"Tidak ada yang salah pada seseorang yang tengah berambisi atau bermimpi. Barangkali yang salah adalah ketika keduanya dilakukan secara berlebihan.
Maka ketika keduanya dirasa telah berlebihan, nampaknya kita perlu menenangkan diri sejenak. Sembari mendudukkan antara nafsu dan pikiran, akal dan hati secara bersamaan. Kemudian, damaikan keduanya, dan ingatkan kembali akan tujuan utama hidup ini."
- 'Azzam al-Fatih -

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Tekad-Ikhtiar-Tawakkal
Menjadi mukmin itu tidak sederhana. Salah satunya adalah ia harus percaya dan meyakini bahwa kehendak Allah itu adalah yang terbaik. Meski tidak semua kehendak-Nya disukai. Sesungguhnya mudah saja bagi Allah untuk menentukan suatu perkara yang hamba-Nya inginkan. āKun Fayakun!ā, kata Allah. Jadilah, maka jadilah. Tapi sekali lagi, Dia ingin menguji hamba-Nya. Mana yang hamba-Nya lebih percaya, dirinya sendiri atau Tuhan yang Menciptakannya?
Di sisi lain seorang mukmin harus bisa memahami bagaimana konsep tawakkal digunakan. Tawakkal ini menjadi salah satu senjata bagi para mukmin. Allah berfirman dalam Ali Imron ayat 159, āFaidza āazamta fatawakkal 'alallahā. Jika kamu sudah bertekad kuat, maka bertawakkallah kepada Allah. Artinya ketika keinginan seorang hamba disertai dengan tekad yang kuat, kemudian ditambah dengan usaha atau ikhtiar yang maksimal, maka hasilnya biar Allah yang mengatur. Karena pada dasarnya Allah Maha Mengetahui perkara-perkara terbaik ābagiā hamba-Nya. Sekali lagi, ābagiā hamba-Nya dan bukan āmenurutā hamba-Nya.
Adakalanya manusia berjuang maksimal demi mendapatkan suatu pencapaian terbaik dalam hidupnya. Adakalanya manusia merancang masa depannya dengan sebaik-baik rancagan. Namun adakalanya semua itu, perjuangan maksimal serta rancangan terbaik, sewaktu-waktu berubah. Bukan karena salah perjuangan ataupun rancangannya, tapi karena irodah -Nya. Oleh karena itu, adalah penting bagi seorang mukmin untuk menyempurnakan ikhtiarnya dengan tawakkal. Hal ini dikarenakan tawakkal atau berserah diri memiliki fungsi agar arah ikhtiar yang dilakukan sejajar dengan kehendak-Nya. Selain itu, dengan kesejajaran tadi, peluang impian serta aktivitas dapat bernilai ibadah di sisi Allah.
Selamat bertekad-berikhtiar-bertawakkal! :) *Terinspirasi dari buku āProphetic Leadership: Seni Kepemimpinan Para Nabiā, karangan Bachtiar Firdaus
Target dan Tujuan
Tak peduli sudah berapa banyak target yang tak terpenuhi. Tapi yang harus diketahui bahwa dengan adanya target, minimalnya manusia akan terus berjuang untuk sampai pada target itu. Paling tidak, manusia akan berusaha untuk menyempurnakan proses menuju target tersebut.
Terbayangkah? Apabila sebuah pertandingan sepak bola tanpa adanya gawang, memanah tanpa adanya target sasaran, catur tanpa adanya Queen, dan lain sebagainya. Atau adakah sebuah permainan tanpa adanya sasaran, target, tujuan, atau semacamnya?
Memang seharusnya, setiap pertandingan atau permainan memiliki target atau tujuan. Gunanya, agar sang pemain berjuang mendapatkan hasil terbaik. Entah kemenangan atau poin yang banyak. Semua ada targetnya. Meskipun sebelumnya, sang pemain tidak akan pernah tahu hasilnya.
Logikanya sederhana. Dalam permainan yang jangka waktunya dibatasi, memiliki target-taget tertentu. Lalu, bagaimana dengan kehidupan? Yang jangka waktunya juga dibatasi namun dalam skala besar. Adakah target-target pada setiap langkah kehidupan? Target harian? Bulanan? Bahkan Tahunan?
Sekali lagi, tidak peduli berapa banyak target yang tak terpenuhi. Tuhan tidak pernah menuntut manusia untuk selalu mendapatkan hasil terbaik. Namun yang Tuhan inginkan adalah bagaimana manusia berproses dengan baik pada setiap langkahnya. Bersungguh-sungguh pada setiap target yang ditetapkan dengan sendirinya. Masalah hasil, Tuhan hanya ingin manusia bisa bersyukur menerima apa yang telah ditetapkan-Nya. Karena Tuhan pun memiliki target atau tujuan dibalik penciptaan-Nya terhadap manusia.
.
Maka, masihkah manusia hidup tanpa target dan tujuan?
- 'Azzam al-Fatih -
Akhir yang Baik
Selamanya, di setiap perjalanan akan ada akhir. Awal yang baik, bisa menghasilkan kesan yang baik, meski kita tahu tidak semua awal yang baik akan menghasilkan kesan yang baik. Namun, akhir yang baik sudah tentu menghasilkan kesan yang baik.
Untuk mendapatkan akhir yang baik tentunya tidak mudah. Akhir yang baik, dapat ditentukan dengan melakukan proses perjalanan sebaik-baiknya. Artinya, ketika dalam proses perjalanan tersebut kita sudah terbiasa menjadi baik, maka akan mudah untuk mendapatkan akhir yang baik. Dengan begitu, kesan yang dihasilkan adalah kesan yang terbaik.
Selamanya, setiap perjalanan memiliki akhir. Begitupun perjalanan hidup manusia. Hampir semua manusia yang baik akan mengharapkan akhir yang baik (husnul khotimah). Manusia akan dikembalikan sesuai dengan kebiasaannya didunia. Kebiasaan mengerjakan amal-amal kebaikan dengan ikhlas perlahan membawa kepada akhir yang baik, begitu juga sebaliknya.
Bagaimanapun awal perjalanan kita, entah itu baik mapun buruk, masih ada waktu untuk merubahnya. Berikan kesan terbaik di akhir kehidupan kita kelak, dengan perlahan melakukan sedikit demi sedikit kebaikan yang kita bisa. Semoga kelak kita semua dapat dipertemukan di tempat terbaik-Nya.
- 'Azzam al-Fatih -