Ketika Zaidaan bersedia menjadi santri, ada rasa bangga sebagai ayah. Keluarga kami belum ada yang pernah nyantri. Maka, kesediaan Zaidaan menjadi semangat baru. Kakek dan kedua neneknya juga bersuka cita. Bahkan, neneknya di Sorowako, ikhlas mengantar dan menemani saat ujian masuk Gontor di Ponorogo. Zaidaan sampai dua kali tes masuk Gontor @pondok.modern.gontor sebelum diterima. Sungguh bangga saya. Bukan saja karena ia berhasil lolos, tapi juga karena kesabarannya mempersiapkan diri setelah gagal pertama kali. Maka, tanpa ragu saya mendukungnya sepenuh hati. Sebagai ayah santri, saya memiliki soulmate, yang kebetulan juga ayah santri. Saat ngobrol di Warkop bersama Kang @idarmajid, tidak jarang kami berbagi suka-duka, membayangkan bagaimana seorang anggota DPRD Provinsi, dan seorang Kepala Humas PTN terbesar di Indonesia Timur, tetiba tidak berarti apa-apa kalau sudah di pondok. (Saya bahkan memikul sendiri kasur dan menenteng perlengkapan Zaidaan. Semua ayah santri melalukannya). 😂😂 Gontor adalah tempat penuh warna, merevisi pandangan awam saya tentang pesantren. Zaidaan pernah tampil pada acara drama panggung, ia berperan sebagai Pennywise dalam IT Movie. Begitu juga yel-yel yang mereka teriakan saat olah raga: lagu-lagunya Naruto. Setelah tahun ketiga, Zaidaan sempat kendor. Mungkin jenuh atau mungkin butuh penyegaran. Hal yang lazim, kata para alumni. Mudah-mudahan Zaidaan akan bertahan, merampungkan studi di Pondok Modern Darussalam Gontor. Bangga jadi #ayahsantri... #walisantri #gontor #instagrahman #harisantri https://www.instagram.com/p/CVUyK2-pGEg/?utm_medium=tumblr
Loading...














