Anwari dan singa jantan
Anwari sedang bercanda dengan singa jantan.

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#batfamily#dick grayson#tim drake#dc fanart#batfam


seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from Bangladesh
seen from China

seen from Nepal
seen from United States
seen from Brazil

seen from Canada
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
Anwari dan singa jantan
Anwari sedang bercanda dengan singa jantan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Gadis simpanan
Sinta Salatin dan Anwari
Pilah Sampah
Kegiatan Pilah Sampah di Kampung Madukoro RT 04 RW 01 Krobokan, Semarang Barat.
Di depan warung jajan Lik Noordjanah.
Pilah Sampah
Kegiatan Pilah Sampah di Kampung Madukoro RT 04 RW 01 Krobokan, Semarang Barat.
Di depan warung jajan Lik Noordjanah.
Rubrik Etika
Suara Merdeka Edisi Minggu, 29 September 1991.
Pinjam-meminjam sudah biasa terjadi di masyarakat, termasuk meminjam barang yang dibutuhkan tapi belum dimiliki. Meminjam memang tak ada yang melarang, selama tak memaksa dan pihak yang dipinjami ikhlas. Ini sekaligus suatu bentuk usaha untuk mengatasi kesulitan. Baik itu meminjam dalam bentuk uang maupun barang.
Tak jarang terjadi pihak peminjam malah merugikan atau paling tidak membuat kesal yang dipinjami. Tapi hal ini biasanya justru tak disadari si peminjam. Misalnya terlambat mengembalikan atau merusakkan barang yang dipinjam tanpa usaha mengganti.
Somat pagi itu benar-benar jengkel. Dia buru-buru ingin berangkat kerja. Sialnya sepeda tuanya yang biasa untuk pergi pulang kerja kempes. Pompa satu-satunya miliknya tak berada di tempat. Ternyata sedang dipinjam Kamid, pengusaha bengkel, tetangganya. Aneh memang, seorang pengusaha bengkel, pompa saja tak punya. Itu memang fakta.
Padahal kalau mau, Kamid bisa membeli pompa sendiri, bahkan kompresor pun pasti bisa beli kalau ada niat, apalagi penghasilan Kamid jauh lebih besar dari Somat. Tapi Kamid lebih suka meminjam. Inilah yang sering membuat Somat kesal. Sebab Somat sering jadi ājujuganā meminjam. Kalau terus dikembalikan, tak begitu jadi masalah.
Tapi yang sering terjadi tiap kali Somat akan memompa sepedanya malah harus susah payah datang ke bengkel Kamid, untuk mengambil pompanya yang lama āngendonā di sana. Puncaknya, karena Kamid sering terlambat mengembalikan pompa, sudah tak diperkenankan lagi meminjam, termasuk anak buahnya di bengkel. Kamid bukannya menyadari kesalahannya, malah āmendiamkanā Somat.
Lain Somat lain lagi Irawan. Tapi kasusnya mirip sekali.
Irawan bekerja di kantor penerbitan. Dia sering kesal, jengkel, dan ingin marah. Untung Irawan tipe orang pendiam dan tak suka ārame-rameā. Sehingga kejengkelan dan kemarahannya cuma dipendam dalam hati.
Masalahnya, pulpennya sering hilang di kantor. Sehingga terpaksa harus berkali-kali membeli lagi. Memang harganya tidak seberapa. Paling perbuah cuma seribu rupiah. Tapi ini bukan masalah harga. Melainkan kebiasaan teman-teman sekantor yang bikin jengkel.
Rasanya aneh, bila pegawai kantor bolpoin saja tidak punya, biarpun alat kerja utamanya di kantor itu komputer dan flashdisk, toh bolpoin masih digunakan untuk hal-hal tertentu, misalnya tanda tangan. Kecuali kalau kuli batu atau pemulung, tak punya bolpoin bisa dimaklumi.
Yang lebih jengkel lagi, jangankan pegawai rendahan, direkturnya pun kadang masih suka pinjam dan tak dikembalikan.
Mereka sering lupa. Selesai memakai tak langsung dikembalikan, malah ditaruh di sembarang tempat, dan akhirnya hilang. Itu tidak cuma sekali dua kali, tapi sering.
Puncaknya, Irawan pun tak mau meminjamkan bolpoinnya pada teman-temannya. Akibatnya mudah diduga, seperti yang biasa terjadi mereka yang biasa meminjam bukannya menyadari kesalahannya, malah membenci Irawan.
Meminjam memang sebaiknya kalau dalam keadaan terpaksa saja. Supaya tidak menimbulkan kebosanan bagi yang dipinjami. Satu hal yang tak boleh dilupakan dan selalu diingat, sekali Anda dipinjami berarti Anda telah mendapat pertolongan. Maka jangan sekali-sekali membuat kecewa, merugikan, apalagi membuat susah orang yang telah jelas-jelas menolong atau meminjami Anda.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Rubrik Etika Suara Merdeka
Minggu, 27 September 1992
Toilet Liar
Sebuah mobil boxes pelan-pelan menepi. Sopirnya turun. Ia menoleh ke sana kemari. Memperhatikan sekeliling. Suasana nampak sepi. Tak ada orang lewat di jalan. Legalah ia. Karena menemukan tempat yang diperkirakan aman. Dengan berdiri di samping mobil boxesnya yang besar dan jangkung, ia sudah merasa terlindungi dari pandangan orang. Maka segera membuka resleting celananya. Ia membuang hajat kecil di sana.
Di luar dugaan, dari gang sebelah muncul seorang gadis. Sang sopir kelabakan. Wajahnya merah padam menahan malu. Sementara buang hajatnya belum selesai. Ia gugup. Akibatnya malah berantakan.
Si gadis yang melihat langsung memalingkan muka. Pura-pura tak melihat. Tapi bibirnya āngedumelā. āAmit-amit, nggak tahu malu,ā komentarnya.
***
Buang hajat itu wajar di mana pun tempatnya. Tapi akan jadi tidak wajar bila dilakukan di sembarang tempat. Di jalan atau muka umum, misalnya. Betapa pun terpaksanya, melakukan itu di sembarang tempat akan memperburuk penilaian orang. Terlebih lawan jenis. Kejadian di atas adalah salah satu contohnya. Sopir melakukannya di jalan, cukup mobilnya yang dijadikan perlindungan. Pengemudi becak, juga ada yang melakukan itu di balik becaknya. Bahkan penjual mie pun ada yang melakukan tindakan yang sama di balik angkringnya. Semua itu dilakukan dalam keadaan terpaksa. Karena di sekitarnya tak ada kamar kecil atau toilet. Keterpaksaan ini akhirnya patut dipertanyakan juga. Perbuatan terpaksa yang dilakukan berulang kali, bukan lagi terpaksa namanya. Tapi memang disengaja.
Di balik dinding, sudut-sudut jalan, gang-gang sempit dan taman, sering digunakan tempat pria membuang hajat seperti itu di tengah dalam perjalanan. Taman yang seharusnya menjadi tempat enak buat duduk-duduk santai, menjadi tempat yang tak nyaman lagi. Karena baunya yang menyengat tidak enak. Coba bayangkan, kota ini kelewat panas dan pengap karena banyaknya asap kendaraan. Dibuatnya taman dan diadakan reboisasi, tak cuma untuk memperindah pemandangan. Tapi sekaligus untuk mempersegar udara dan mengurangi polusi. Apa jadinya jika fungsi taman itu merangkap jadi toilet darurat. Polusi udara belum terkurangi, malah dicemari bau tak sedap.
Kadang sudah ada peringatan āDilarang kencing di siniā, namun masih saja nekat. Sehingga peringatan jadi lebih keras lagi āDilarang kencing di sini kecuali anjingā. Itu pun kadang masih tak digubris.
Kurangi minum
Bila dalam perjalanan ingin buang hajat kecil, pas ada kamar kecil tak akan jadi masalah. Yang jadi masalah kalau di jalan tak menemukan fasilitas tersebut. Lalu bagaimana supaya tidak membuang hajat dalam perjalanan?
Dalam hal ini para wanita patut jadi contoh. Ia tak ada yang senekat pria. Siapa bilang wanita tak bisa merasakan hal yang sama dialami pria di jalan? Tapi makhluk lembut itu tak mau pipis sembarangan, model sopir boxes di atas tadi. Sekali berbuat ceroboh seperti itu, akan malu teramat sangat. Kalau tak menemukan toilet dalam perjalanan, ia lebih suka menahan sakit sebentar, tapi harga diri terjaga, sampai tiba di tempat yang semestinya. Untuk mengurangi rasa tak enak itu, para wanita tak akan minum banyak-banyak selama akan melakukan perjalanan jauh, betapa pun segarnya minuman yang tersedia.
Di samping itu, bila menemukan toilet, pergunakan sebaik-baiknya fasilitas itu. Jangan menunda-nunda. Jangan menunggu kebelet. Supaya tak menyesal nantinya.
Semoga Anda tidak termasuk orang yang pipis di sembarang tempat. Sehingga kasus pemukulan terhadap orang yang pipis di sembarang tempat seperti yang pernah terjadi di Kendal tidak terulang lagi. Karena ini sangat bisa mengganggu ketertiban umum. (Muhammad Anwari SN).
Tugu Adipura
Sudah lama sekali saya pingin memvideokan Tugu Adipura. Tugu ini berada di sebelah timur jembatan Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang, dengan jembatan tersebut sangat dekat sekali, tepatnya di depan Hotel Siliwangi.
Sering saya lewat di sana untuk mencari kesempatan/ momen saat air mancur yang ada di taman yang mengelilingi tugu tersebut memancarkan airnya. Tapi tidak pernah melihat kolam air mancur yang ada di sana memancarkan airnya. Saya jadi penasaran. Ingin tahu jadwalnya. Maka saya sempatkan menemui petugas kebersihan taman yang ada di Tugu Adipura untuk menanyakan pada jam-jam berapa air mancurnya hidup.
Menurut petugas kebersihan yang ada di Tugu Adipura yang saya temui, ternyata air mancurnya sudah lama mati.
āKok bisa mati, pak?ā tanya saya.
āDirusak pencuri. Kabel-kabelnya dicuri, tembaganya dicuri. Makanya tidak cuma air mancurnya yang mati, tapi juga lampu taman,ā jawab petugas kebersihan taman yang tidak menyebutkan namanya itu.
Saya sudah lama menemukan, banyak fasilitas taman di Kota Semarang ini yang dirusak pencuri untuk diambil barang-barang yang bisa dijual. Portal besi yang ada di sepanjang tanggul Sungai Banjir Kanal Barat banyak yang hilang atau rusak. Begitupun kursi yang ada di Taman Madukoro juga rusak. Itu baru yang ada di Tugu Adipura, tanggung Sungai Banjir Kanal Barat, dan Taman Madukoro, belum di tempat lain.
Berikut adalah dua kasus pengrusakan dan pencurian fasilitas umum yang paling menonjol di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir :
1. Pengrusakan 17 Pot Bunga di Bundaran Kalibanteng (Januari 2025)
Pada akhir Januari 2025, sebanyak 17 pot bunga besar di sekitar Bundaran Kalibanteng, Semarang Barat, dirusak oleh oknum tak dikenal. Kejadian ini terekam kamera CCTV milik Dinas Perhubungan dan menunjukkan seseorang memecahkan pot-pot tersebut. Kerugian akibat aksi vandalisme ini diperkirakan mencapai Rp 25,5 juta. Pemerintah Kota Semarang telah melaporkan insiden ini ke Polrestabes Semarang untuk penyelidikan lebih lanjut.
2. Pencurian Besi Penutup Saluran Drainase di Tlogosari (Januari 2024).
Pada pertengahan Januari 2024, dua pelaku bernama Untung Sarwoto dan Bambang Setiawan ditangkap karena mencuri 11 besi penutup saluran drainase di Jalan Tlogosari Raya, Semarang. Mereka menggunakan mobil bak terbuka untuk mengangkut besi-besi tersebut yang masing-masing memiliki berat sekitar 10 kg. Aksi mereka tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kedua pelaku mengaku mencuri karena tergiur nilai jual besi tersebut.
Kedua kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Pemerintah Kota Semarang telah mengambil langkah-langkah preventif, seperti pemasangan CCTV di berbagai taman kota, untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Aku
Aku tidak ingin mati hanya meninggalkan hutang. Aku ingin mati meninggalkan tulisan dan catatan. Tak perduli tulisanku dan catatanku dinilai orang tidak bermutu. Aku memang baru dalam posisi menyenangkan diriku sendiri, dan mencari kepuasan juga untuk diriku sendiri. Sebab membikin puas, membikin senang orang lain, menurutku, tidak lah mudah, apalagi memuaskan semua orang.
Tapi aku yakin, dari seribu orang yang tidak suka, pasti ada satu dua orang yang suka. Dari seribu orang yang hanya melihat, pasti ada satu dua orang yang baca.
Seperti mode rambutku ini, mungkin banyak yang tidak suka, bahkan ada yang mengatakan aku ini gembel, tapi ada lo yang mengatakan, aku ini makhluk unik yang langka dan keren. Perlu dijaga kelestariannya sebelum punah.