Ust Adriano Rusfi: "Ibu itu tersedu. Usia perkawinan putra shalehnya hanya berumur 3 tahun. Anak yang taat beribadah, penurut dan tak neko-neko itu ternyata tak cakap mencari nafkah, memecahkan masalah, menjadi imam Ibu itu merasa berhasil mendidik keshalehan ketika anaknya taat beribadah, patuh pada orangtua dan tak berulah. Padahal, kesigapan langkah anaknya ke pasar tak selincah langkahnya ke masjid. Ibu, seharusnya anda didik ia menjadi lelaki mukallaf : siap memikul beban hidup, dunia dan akhirat. Rasa tanggung jawabnya sehebat shalatnya, daya juang hidupnya setangguh tekadnya menghafal AlQur'an." Kang Haris Yuniarsa: "Keseimbangan pada banyak kasus adalah panduan AlQuran. Namun ada yang merasa puas dengan menjadi lebih berat di titik salah satunya, contoh lain yg sering terjadi : - Dominan membaca AlQuran namun lupa mengerti dan memahami maknanya. - Dominan memahami dan memaknai AlQuran namun merasa tidak perlu terlalu sering membacanya. - Dominan menghafal AlQuran tapi tidak tahu apa amalan ajaran AlQuran. - Dominan mengamalkan isi AlQuran tapi lalai dalam menghafal AlQuran. Padahal AlQuran adalah hudan (pedoman hidup), al furqan (pembeda yg haq dan batil) sekaligus juga menyebut dirinya dzikr (yang diulang2), al quran (bacaan)."