"Kadang capek juga ya jadi yang percuma, jadi alternatif, dipandang sebelah mata, tidak pernah menjadi juara, bukan yang utama." celetukku santai sore itu. "Ditujukan untuk siapa?" dia membalasku dengan sebuah pertanyaan. Aku hanya diam beberapa saat. "Hm, buat siapa ya. Orang kebanyakan. Aku merasa tidak pernah menjadi siapa-siapa." aku memandang langit yang mulai redup dan berat berpisah dengan jingga. "Kamu itu, tidak perlu menjadi siapa-siapa untuk semua. Tidak usah menjadi utama, juara untuk semua. Tidak perlu juga lah menjadi satu-satunya bagi semua orang. Akan lebih capek, kalau sampai seperti itu. Kamu dituntut memuaskan dan memprioritaskan banyak orang." ia bersiap berdiri dari tempat duduknya. "Kamu hanya perlu menjadi yang terbaik bagi segelintir orang yang kamu sayangi dan mereka menyayangimu juga, kamu hanya perlu menjadi yang bisa diandalkan bagi mereka yang mempercayaimu. Tidak perlu semua. Coba lihat sekitar kiri kanan, segelintir yang aku maksud tidak jauh-jauh dari kamu kok. Pamit ya!" ia beranjak setelah sebelumnya rambutku berhasil ia acak-acak. . . . #aksarannyta @30haribercerita @atirecrebirah03 #30haribercerita #30hbc2017 (at Depan Rumah) https://www.instagram.com/p/B7aMzmtAebM/?igshid=pc4vgov36vf2

















