#6 Dia Lelakiku
Lelakiku sudah paruh baya, namun badannya masih tegap dan kuat mencari sesuap nasi bahkan sekotak alat kedokteran gigi untukku
Lelakiku bahunya tak selalu ada lagi untuk tangisku bersandar, namun di seberang telepon suaranya selalu menggema menentramkan hatiku
Lelakiku wajahnya begitu sangar, tapi mendengarku akan memanjangkan nama pemberiannya dengan gelar baru, air matanya tak henti menetes di seberang telepon
Tak perlu takut katanya, "Bapak akan selalu ada untuk kalian, jaga mama dan adik-adikmu nak. bapak boleh tidak punya apa-apa sekarang tapi bapak punya kalian. InsyaAllah kalian akan memberikan masa tua indah dan rumah di akhirat untuk mama dan bapak".
Satu lagi katanya, "Jika orang lain bisa kamu juga pasti bisa nak". Bagaimana bisa aku mengecewakan lelakiku ini?
Lelakiku, sabarlah. Berikan doamu mengiringi jalan anakmu ini, biarkan seuaramu menentramkan hati anakmu ini, dan biarkan temu mengobati segala rindu yang menggores kalbu. Tak masalah orang berkata apa, I am a proud daughter.
Ah, dimana akan ku temukan lelaki lain sepertinya untuk anak-anakku?
#30HariBercerita1806















