Ah, Mager!
“Duh mager, olahraga agak siangan masih dingin.” “Males rapat, lagi mager nih.” Ayo siapa yang pernah menemukan teman yang seperti ini ? Atau jangan-jangan kita sendiri ya ? Mager atau males gerak adalah alasan yang sering digunakan kids zaman now untuk tidak melakukan kewajiban yang harus dilakukan. Mager ini juga menjadi dasar utama sehingga kita mudah sekali meminta tolong orang lain untuk membantu, padahal kita mampu melakukannya sendiri. Kasus lebih parah jika mager ini sudah merambah pada ibadah. Males do’a, males tilawah, dan males ibadah sampai menunda-nunda. Padahal sungguh disayangkan jika disela waktu atau setelah sholat kita tidak minta pada Allah atas segala ingin yang selama ini ada dipikiran, misalnya minta di jauhkan dari api neraka dan didekatkan pada surga. Mager itu ternyata ada dua jenis, yaitu mager fisik dan juga hati. Mager fisik tentunya malas bergerak atau melakukan sesuatu seperti mengerjakan tugas, datang kajian dan sebagainya yang memerlukan kemampuan fisik. Selain itu mager hati seperti malas untuk berdzikir. Anak muda sholeh dan sholehah tentu harus belajar menyembuhkan kebiasaan mager. Jika dibiarkan maka akan sia-sia sekali hidup kita di dunia ini. Padahal usia milik Allah, kapanpun Allah dapat mengambilnya tanpa menunggu kesiapan kita. Jika maut kita tiba-tiba datang lalu Allah bertanya apa yang sudah dilakukan sepanjang hidup ? Deg! Kenapa ya kita punya rasa mager ? Bisa jadi karena kita merasa bosan dengan aktivitas tersebut atau karena memang kita punya rasa malas karena iman sedang turun. Namanya iman tidaklah selalu tetap atau naik. Saat kita begitu semangat bisa jadi ada saatnya semangat itu turun dan mager mulai melanda.
Kunci penting saat semangat turun atau mager adalah tetap pegang sunnah Rasulullah SAW. Kalau kita sedang bosan menghafal jangan sampai obatnya dengan nonton korea atau hal-hal yang tidak pernah dicontohkan karena malah membuat kita celaka. Contoh mengobati kebosanan kita yang sesuai sunnah misalnya kita menyukai membaca buku motivasi, maka selipkan buku itu untuk dibaca diantara buku-buku atau tugas kuliah. Lalu tips apa yang dapat diberikan saat kita mager ? 1. Jangan lupa dzikrullah. Orang selalu ingat Allah saat diamnya, berdiri, duduk atau segala aktivitas yang dilakukan. Biar hati yang baik yang membantu kita untuk melawan rasa mager sehingga tubuh ikut tergerak. 2. Selalu ingat bahwa kita bukan siapa-siapa. Hidup di dunia tidak lebih dari persinggahan. Usia bukan dilihat dari banyaknya tahun yang dihabiskan tetapi dari amal yang dilakukan. Jika saatnya tiba hari penghisaban, apa mungkin kita akan menjawab bahwa kebanyakan waktu kita dihabiskan dengan tidur atau berdiam diri karena mager ? oh NO! 3. Jemput segala ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Itulah bonus agar catatan ibadah kita melesat cepat. Misalnya malam lailatul qodar, tahajud, mengajar anak-anak, membantu orang lain dan banyak kebaikan lainnya. “Ketika usia muda dinafkahkan untuk mencari majelis ilmu atau mengamalkannya, Allah akan tambah keberkahan usianya.” 4. Jangan sampai kita jadi orang yang menyesal. Ketika kita meninggal kita amat menyesal dan merasa kesakitan karena pernah memiliki banyak waktu tapi tidak digunakan untuk ketaatan. “Kamu mau mager terus silahkan. Tapi waktu tidak akan mau menunggu. Matahari akan tetap terbit. Bulan akan tetap bersinar.” 5. Lihat orang-orang sekeliling kita. Ikuti mereka! Ada teman yang sholat tepat waktu, ikuti. Ada teman yang rajin menuntut ilmu, ikuti. Ada teman rajin membantu orang lain, ikuti. 6. Membantu orang lain. Dibalik segala kesulitan kita, cobalah untuk membantu urusan orang lain terlebih dahulu. Allah itu Maha Pemberi Apresiasi. Semoga Allah memudahkan urusanmu juga agar terhindar dari rasa mager. 7. Terus berdo’a pada Allah agar dihilangkan dari rasa mager. Jangan sampai kita menjadi hamba yang pandai berangan-angan tanpa realisasi. *Tulisan ini terinspirasi dari penyampaian teh Haneen Akira. semoga bermanfaat.

















