Bersabar tanpa konteks, bisakah?
Jumat ini aku mengulang lagi untuk kesekian kalinya dengan Al-Kahfi. Uniknya, ia memang selalu memberi pelajaran yg berbeda. Ku jadi ingat obrolan dengan temen yang bilang "Akan selalu ada hikmah baru yg diajarin Alquran untuk kt walau berulang kalipun kt baca hal yg sama".
Sama seperti ayat ini, aku baru notice, pas baca ini akhirnya membawaku memutar ingatan atas nikmat-nikmat yang sudah diperoleh atau bahkan ya nikmat itu juga sebagai ujian bagi kita.
Menyoal perjalanan menuju studi master ini, gapernah aku bayangin untuk bisa melewati dan dihadapkan sama hal2 kayak gini. Membayangkannya aja ngga pernah, gimana bisa bersabar atas hal yang tak pernah terbayangkan? Bahkan, manusia pun ga pernah tau apa yg akan terjadi even 1 jam dari skrg. Trus apakah aku sbgai manusia dan hambaNya mampu bersabar? Bersabar atas kekhawatiran, rasa was was, rasa senang, sedih dan gundah gulana. Bersabar untuk apa-apa yang mungkin tak banyak kita tahu perihalnya.
Terlepas dari pertanyaan2 ruwet yang ramai di kepalaku, cuma satu jawaban yg kutemukan di otakku "Hadza min fadhli Rabbi."
















