5.0
Kalo memang rezeki kita bukan nikah cepet, InsyaAllah rezeki kita "nikah matang". Aamiin.
Dengan begitu, fokus kita adalah ibadah. Dan orientasi kita adalah bagaimana membangun peradaban di entitas keluarga.
Coba persangkaannya kita diarahkan ke yang baik, kalo Allah lagi nyiapin diri kita sematang mungkin untuk menuju proses dan ujian yang lebih berat.
Settingannya dunia era sekarang itu emang menggempur peradaban. Manusia didesain berkehidupan materialistis dan jauh dari nilai-nilai humanis.
Jadi, tantangan membangun keluarga itu berat. Berat banget. Butuh landasan yang kokoh. Jangan sampai ada hal yang membuat kita menyegerakan menikah (karena tuntutan lingkungan sekitar) tapi dengan person yang desainnya beda. Selama tujuannya sama meski cara tempuhnya beda, nggak masalah. Yang penting masih dalam koridor syar'i. Perbedaan pandangan dalam keluarga itu keniscayaan. Dan itu salah satu ujian berumah tangga.
Persoalan internal keluarga itu harus bisa disikapi dengan penerimaan dan lapang dada.
Itu loh, di dunia luar ada ujian lebih besar, yaitu dunia yang makin nggak terkendali. Katahanan keluarga itulah yang perlu kita upayakan.












