Marhaban Yaa Ramadhan
22 Followers, 2 Following, 48 Posts - See Instagram photos and videos from KRipict (@kri.pict)
seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Argentina
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Denmark
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Poland

seen from Ireland
seen from United States
Marhaban Yaa Ramadhan
22 Followers, 2 Following, 48 Posts - See Instagram photos and videos from KRipict (@kri.pict)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bersyukurlah
Tahun ini adalah Ramadhan ketiga di mana saya jauh dari keluarga. Barangkali tahun ini saya lebih bisa untuk (pura-pura) kuat menjalani puasa tanpa ditemani orang-orang tercinta. Beberapa teman seperantauan yang kampung halamannya dekat dengan Malang, memilih pulang kampung untuk menjalani awal puasa dengan keluarga. Saya sudah bisa menahan rindu apalagi bila harus berpuasa tanpa keluarga. Sebab masih jauh lebih baik keadaan yang saya jalani, ketimbang orang lain di luar sana yang mungkin sama sekali tidak bisa berpuasa bahkan lebaran dengan keluarga. Saya tidak perlu menghabiskan sebulan penuh untuk berpuasa sendirian. Tidak. Memang saya sesungguhnya tidak akan pernah sendirian, karena terlalu banyak yang senasib seperti saya.
Bisa jadi, ada yang memang sudah terbiasa. Tapi, saya yakin banyak juga yang berpura-pura menahan keinginan untuk berpuasa dengan keluarga. Banyak hal yang memaksa mereka untuk tidak bisa melaksanakannya. Salah satu teman saya bahkan diminta untuk pulang supaya bisa menjalankan puasa dengan keluarga, tapi masih adanya amanah yang harus diemban, mau tidak mau ia harus menahan. Yang paling penting menurut saya, apapun keadaan berbuka, kondisi berpuasa, dengan siapa kita menjalaninya, setidaknya kita masih harus jauh lebih bersyukur ketika masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan.
__
Bersyukurlah ketika hari ini kau masih bisa berbuka dengan orang-orang yang kau cinta. Sebab di luar sana ada yang sangat ingin berbuka bersama keluarga, namun harus menahan karena jauh yang tak terelakkan.
Bersyukurlah ketika hari ini kau masih bisa berbuka, meskipun harus jauh dengan orang-orang yang kau cinta. Sebab di luar sana ada yang sedang merindukan rumah yang lengkap tanpa kehilangan satu orang saja.
Bersyukurlah apapun keadaan berbuka yang kau jalani hari ini. Barangkali ada yang begitu ingin merasakan nikmatnya berbuka tapi sudah tak lagi di dunia.
Bersyukurlah apapun keadaannya. Sebab kau masih bisa dipertemukan dengan RamadhanNya.
Malang, 27 Mei 2017 (1 Ramadhan 1438 H)
Marhaban Yaa Ramadhan🌙❤️
. Bukan pada angka. Tetapi pada setia, ada sentiasa. Tidak berganjak walau pernah dipinta. . Dan kamu, tetap istimewa sampai bila-bila. Jangan disoal mengapa, Cukup-- aku yang tahu sebabnya. . #23042020✨ #1ramadhan #2343pmpm (at Stretford End, Old Trafford) https://www.instagram.com/p/B_VC0YdnlCoXJZeJJZE6aJMhzStH-9dpBvb7BM0/?igshid=9wlo9dtr6sxf
#29 Hari Menjelang Kepergianmu
Alhamdulillaah..
Masih diberi kesempatan oleh-Nya merasakan kedatanganmu untuk yang ke ±19 kali..
Hari ini orang-orang muslim/ah diseluruh dunia begitu bergembira menyambut kedatanganmu..
Mereka menyiapkan raga, fisik, bahkan masakan terbaik untuk dihidangkan pada waktu sahur dan berbuka.
Setiap aktivitas,rutinitas, masih semangat dilakukan walaupun dalam keadaan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan ibadah puasa.
Waktu subuh menyongsong hari ini, ku lihat orang berbondong-bondong menuju Mesjid untuk melaksanakan ibadah sholat Subuh. Begitu ademnya pemandangan dirasa.. Sepulangnya ku melihat ada anak kecil perempuan digendong Ayah-nya diletakkan diatas punggungnya yang masih kokoh walau umur tak lagi muda.. Oh Ayah...
Disisi lain aku juga melihat pasangan muda [sudah halal] yang berboncengan, lewat didepanku tampaknya mereka juga baru keluar dari mesjid.
...
Ntah bersama keluarga, teman seperjuangan, atau bahkan dalam kesendirian, tetaplah berjuang untuk memperoleh pahala dalam setiap aktivitas, karena begitu besarnya pahala yang ditawarkan oleh Rabb-mu dibulan ini.
----
Sehari sudah, akankah kita bertemu lagi esok? Wahai bulan suci yang mulia..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perihal Impian
Impian adalah harapan yang sakral bagi setiap orang. Sebagian menyuarakannya dengan lantang, sebagian lagi berjuang dalam diamnya dan beberapa diantaranya justru masih bertanya-tanya mampukah ia mewujudkannya.
Impian adalah hal yang sakral bagi pemiliknya. Maka, tak pantas rasanya menjadikan impian seseorang sebagai ejekan di balik alibi candaan.
Tiap tiap impian adalah hal yang amat berharga. Sebagaimana kamu menganggap impianmu berharga, tolong hargai pula impian orang lain.
--------------------------------------------------
Sedikit catatan sembari menanti buka puasa.
Maros, 6 Mei 2019
MegaHardianty
Yang dinanti telah tiba.
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (Al-Baqarah):183
Setahun yang lalu ketika Ramadhan pergi, kita mengaku begitu kehilangan Ramadhan karena diri ini merasa tidak benar-benar memaksimalkan amal ibadah di bulan yang penuh kemuliaan ini. Kini ia yang kita rindukan itu telah sudi datang kembali menemui kita. Kita beruntung. Karena tidak semua yang merindukannya diberikan kesempatan untuk bertemu kembali. Ada kawan-kawan yang ternyata 1439H menjadi kali terakhir Ramadhan menyapanya sebetapapun mereka merindunya. Tapi, kita pun tak tahu. Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita.
Lantas, kini apa yang akan kita perbuat? Akankah kita kembali membiarkan hari-hari Ramadhan berlalu begitu saja seperti hari-hari biasa tanpa ada peningkatan amalan yang berarti? Butuh berapa Ramadhan lagi untuk Allah berikan kesempatan kepada kita untuk mendapati surga yang kita rindukan?
Semoga kita bisa istiqamah menebar kebaikan.
#1ramadhan
Jundinya Raja Zulkarnaen
Pada suatu hari, di suatu negeri hiduplah seorang raja yang akan berperang bersama para tentaranya. Dalam perjalanan di malam hari, haruslah mereka melewati sebuah sungai. Raja berpesan, “wahai para tentaraku, ambillah apapun dalam sungai itu semua yang kalian injak!” Begitulah kiranya sebuah titah seorang raja.
Tentaranya terbagi menjadi tiga golongan. Yang pertama adalah golongan yang acuh tak acuh terhadap perintah raja. “Ah, paling hanya batu yang kita injak. Tak perlulah kita berepot-repot membawanya serta.” Dan golongan pertama tersebut berlalu tanpa membawa apapun.
Tibalah golongan kedua yang melewati sungai. Berbeda dengan yang pertama, sekelompok orang ini bermaksud mengambil sebagian yang mereka injak di sungai. “Yang penting kita sudah melaksanakannya. Meski hanya sedikit yang kita bawa.” Begitu pemikiran mereka.
Sedangkan golongan yang ketiga benar-benar mengambil semua yang mereka injak. Tak peduli seberapa berat ransel yang mereka gendong. Mereka sungguh yakin, “pastilah raja mempunyai maksud tertentu sehingga kita bisa mengambil ibrah pada kejadian ini.”
Waktu berlalu..
Pagi menjelang. Betapa terkejutnya mereka semua. Ketika batu-batu yang mereka injak dan bawa adalah berlian.
Bisa dibayangkan, bukan?
Betapa kecewanya golongan pertama karena tidak mengambil satupun batu yang ternyata berlian di sungai.
Sedang golongan kedua lebih bersyukur, setidaknya mereka mengambil. Barang hanya sedikit saja.
Tak ragu lagi, sungguh beruntung golongan ketiga yang sami'na wa atho'na terhadap perintah tuannya.
Dari kisah tersebut menjadi analogi dalam kita menjalankan ibadah di bulan suci ini. Mau menjemput hikmah yang tercecer? Mau menjadi golongan seperti apa kita?
Di bulan yang penuh berkah nan mulia ini, banyak sekali amalan yang dapat kita lakukan. Dimana ibadah sunnah dapat bernilai layak sunnah.
Tidakkah kita akan mengumpulkan berlian sebanyak-banyaknya?
Diambil dari tausyiyah Pakde Taufik di Mushala Al Iman | Sumberan Barat