#58 Waktu Berkualitas Bersama Mama
Dua topik obrolan yang ingin kubicarakan dengan mama Topik pertama tentang karir dan topik kedua tentang cinta Aku bukan tipe yang ngobrol serius soal masalahku ke mama, tapi kali ini aku rasa sudah saatnya Diawali denganĀ āMa, mama pernah gelisah nggak?ā Teringat jelas waktu Mas bilangĀ āKalau gaji di atas UMR kamu masih ngerasa kalau nggak tercukupi, berarti kamu perlu menurunkan standar keinginanmuā Nggak se saklek itu, tapi lebih ke... Untuk kebutuhanku lebih dari cukup, tapi aku ini masuk dalam golongan anak yang tidak lama lagi, kebutuhan orang tua juga menjadi tanggung jawabku. Jadi, hal itu yang kupertimbangkan. Sebab gelisahku karena kembalinya aku per April 2023 ini, ternyata cukup menyulitkan beberapa orang, dan bilang ke mamaĀ āSemoga ini yang terbaik untuk adek ya, Maā Itu inti pembicaraan topik pertama dengan mama sore kemarinĀ Berlanjut ke pertanyaanĀ āMa, ini pertama kalinya adek suka sama orang kayak gini, menurut mama mas gimana?ā āMama sudah curiga waktu adek sepedaan itu, dan tanya ke papaā āPapa sama mama khawatir, soalnya adek nggak pernah pacaran, ini kan adek yang sukaā Kusambung dengan pertanyaan, āMa, mama pingin adek punya pasangan yang kayak apa, Ma?ā āAnaknya baik, dari keluarga yang baik-baik,...ā āMa, dia harus sayang sama adek ya, Maā āKalau itu ya pasti, Dek. Nggak usah dikejar dia itu, biarin aja. Kalau jodoh nggak kemana, Nak. Adek baik, adek pasti dapat laki-laki yang baikā Aku mulai berkaca-kaca dan ingin sekali memeluk mama. āMama, adek pertama kalinya kayak gini, Ma. Mama tau kan papa kayak gimana. Adek takut, Ma. Adek takut itu juga kejadian sama adek. Terus baru kali ini adek percaya ada orang yang adek bisa sama dia, Ma. Dari dulu adek langsung menjauh setiap ada yang suka adekā Obrolan kami berlanjut hingga mendekati waktu berbuka. Kami bergantian satu sama lain untuk mengeluarkan apa yang sejak dulu tidak berani disampaikan. āMa, adek sudah tau sejak adek kelas 2 SD, maaf adek nggak pernah bilang ya, Maā. Lalu, aku berulang kali mengatakan,Ā āMa.. adek takut banget maā Ketakutanku sejak kecil, benar-benar masih ada hingga saat ini.Ā Obrolan kami berakhir, karena terdengar suara pintu gerbang menandakan ada yang datang~














