Bapak Nomor Satu di Dunia
Bagi putri semata wayangnya ini. Pastinya. Sebagian besar anak perempuan yang dicintai sepenuh hati oleh seorang bapak/ayah/abi/abah/papa/papi apapun-lah sebutannya, maka sangat bersyukurlah. Karena, untuk beberapa alasan dan kondisi banyak anak perempuan yang selama hidupnya tidak merasakan kasih sayang seorang bapak.
Mengingat lagi selama beliau hidup, banyak hal yang sudah diberikan kepada saya. Putri semata wayangnya ini. Yang ditunggu-tunggu kepulangannya dari kantor setiap sore, kadang membawa bungkusan kue atau nasi kotak kalau ada kegiatan dikantor bapak.
"Bapak ndak makan ke?" Tanyaku.
"Udah tadi dikantor. " jawabnya. Makanlah berdua sama mamak.
Ingat dulu, waktu perang suku di Pontianak. Bimbang setiap sore apakah bapak baik-baik saja dijalan. Khawatir setengah mati. Alhamdulillah Allah lindungi bapak.
Ingat juga dulu waktu kecil, setiap hujan deras, petir bahkan sampai rumah banjir, yang diharap pulang ya bapak. Kalau bapak sudah pulang, lega hati luar biasa. Walaupun rumah masih banjir, hahaa yang penting bapak sudah pulang.
Saat Madrasah Tsanawiyah (SMP) jam 6 kurang turun dari rumah diantar ke sekolah yang lumayan jauhnya antara rumah-sekolah-kantor bapak. Pulangnya dijemput lagi. Dibawa keliling dijalan. Pakai vespa bututnya. Alhasil, sekarang anaknya jadi tahu jalan, walaupun nama jalannya tidak hafal.
Saat Madrasah Aliyah (SMA) bapak masih setia mengantar dan jemput. Berdua naik motor matic pada zamannya, kemana-mana malam minggu pun kadang yaa sama bapak jalannya. Kadang sedikit ngenes, malam minggu anak2 abege pada jalan sama temannya atau pacarnya, lah saya jalan sama bapak. Tapi sekarang saya mensyukuri melewati momen itu, bersama bapak.
Bapak yang rapi menyusun segala berkas-berkas. Bapak yang selalu berusaha menuruti kemauan putri semata wayangnya walau kadang keadaan lagi susah. Bapak yang berusaha keras mencari nafkah kemanapun dan apapun dikejar (dalam konteks yang baik dan halal). Ingat dulu, mamak buka warung kelontong dirumah untuk menambah pemasukan, ada jual minyak tanah. Bapaklah yang keliling mencari minyak tanah di pangkalan minyak sambil membawa jerigen besar, tetap pakai vespa bututnya. Kemana ada truk tangki minyak tanah, disitulah bapak buntuti. MasyaAllah pokoknya perjuangan mamak dan bapak dulu.
Sampai saat masuk kuliah, bapak yang bersikukuh agar anaknya kuliah di jurusan Gizi Poltekkes Pontianak karena bapak tahu jarang anak-anak zaman itu kuliah di jurusan Gizi. Awalnya saya tidak mau. Allah punya kehendak. Restu orang tua lebih dahsyat mengetuk 'Arsy Allah. Allah kabulkan permohonan bapak, saya masuk Poltekkes jalur khusus tanpa tes dan sekarang Allah kabulkan lagi doa bapak dan mamak, saya menjadi Abdi Negara dijurusan yang bapak pilih.
Bapak memang bukan seorang bapak yang sempurna. Karena bapak juga manusia. Tapi bagi saya, bapak adalah bapak nomor satu didunia. Yang tetap berjuang untuk kebaikan, kebahagiaan putri anak semata wayangnya ini.
Selama ada bapak, dari kecil, semua terasa mudah dan gampang bagi saya. Ada bapak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Sudah 4 tahun bapak berpulang. Gantian saya yang menjadi orang tua. Entahlah pak, semua terasa berat rasanya. Saya rindu bercerita mendengar wejangan atau solusi dari bapak menghadapi dunia yang besar ini. Kadang setiap saya lelah, ingin menyerah terhadap pekerjaan yang saya lalui, teringat betapa besar pengorbanan bapak dan mamak sampai saya dititik sekarang ini. Tak perlulah saat akhir bulan saking tidak ada duitnya, makan mie instan dan nasi saja atau telur dadar 1 dibagi- bagi makan bertiga. Sekarang walau cukup tak sampai begitu. Alhamdulillah. Allah punya kehendak ya pak.
2 Februari kemarin seharusnya ulang tahun bapak yang ke 70 tahun.
Semoga Allah lapangkan, terangkan kubur bapak ya pak. Allah tempatkan bapak ditempat terbaik bersama orang-orang beriman. Allah ringankan azab kubur bapak. Ampuni segala dosa bapak.
Tunggu Rohma dan Mamak ya, pak. Serta cucu dan menantu bapak. InsyaAllah semoga Allah satukan kita lagi nanti di surgaNya. Aamiin allahumma aamiin...
Mengenang Bapak Nomor Satu di Dunia--
Sungai Jawi, 3 Februari 2022 | 09.58 pm