LOVE what you do, DO what you love
Hai, hari ini gue mau coba untuk menuangkan apa-apa yang ada dalam pikiran gue ke dalam satu narasi. Dan (lagi) kali ini akan bertemakan tentang ‘keputusan’.
Kemarin, sekarang, besok, atau kapanpun itu, gue yakin dengan amat sangat kalau setiap orang pasti akan membuat keputusan. Entah itu tentang hal kecil maupun yang besar, tiap orang pasti membuat keputusan. Dari lo mau bangun lebih awal, tepat, mepet atau molor, lo mau jadi baik atau jahat, atau apapun itu, jelas semua bakal lo putusin dengan kesadaran penuh.
Barusan ada temen gue yang cerita tentang gimana dia merasa galau dengan program double degree yg (InsyaaAllah) bakal dia dapat, tapi dengan konsekuensi waktu yang lebih lama dari studi dia yg seharusnya. Well, actually, situasi dia pun hampir sama dengan gue dimana gue merasa 'salah jurusan’ dengan gue mengambil bidang yg jauh berbeda di kampus dengan bidang yg sedang gue tekuni di kantor. Sampai saat gue belajar salah satu mata kuliah dan nalar gue betul-betul ga sampai ke arah sana karena bertentangan dengan logika yang sudah tertanam di otak gue, yang terlintas di otak gue adalah: “What am I doing here?” Aaah it feels like a dumbest person, everytime I ask it into myself. Entahlah, yg pasti saat itu gue sangat bingung dan ga tau apa yang gue mau.
Sampai suatu saat gue putusin untuk balik ke bidang yang sebelumnya gue pelajari dan sesuai dengan pekerjaan gue saat ini. Selama beberapa hari, gue merasa sangat mantap dengan pilihan baru gue, dan ga ragu buat ambil keputusan itu. Tapi hati kecil gue masih bertanya,“Bener ga sih ini yang gue mau?” Ga lama setelah itu, gue putusin untuk buka buku panduan jurusan gue, berbagai informasi gue telaah satu persatu. Weh. Seketika hati gue meragu untuk pindah, dan segala hal yang memotivasi gue untuk mendalami bidang baru ini pun menguat kembali. Saat itu juga gue kembali ingat, apa alasan gue, kenapa gue bisa ada disana. Dalam kebingungan itu pun pilihan itu gue serahkan kembali ke Allah subhānahu wa ta'ala, gue istikharah. Seminggu istikharah, gue blm dapat jawabannya. Dan hari ini, semua seperti semakin jelas. Gue akan kembali meneruskan bidang baru ini.
Berawal dari obrolan iseng dengan atasan gue, yang kemudian (gue lupa) ada bahasan yang menyerempet ke arah pendidikan, dan beliau tanya ke gue,“eh terus gimana? Jadi pindah jurusan?” Seketika gue terdiam. Dan gue cuma bisa bilang,“Agak ragu mba, kmarin udah mantep sih, tapi ya gitu. Kaya ada yang ganjel.”
“Naah luh, yaudah solat istikharah dulu lah lu”, sahutan dari atasan gue.
Pada akhirnya, hari ini dibuka sesi konsultasi dadakan haha :D . Gue tumpahin semua kebingungan gue, dan berbagai masukan juga nasihat pun gue dapat. Dan overall, wejangan yang gue dapat itu tetap yang terbaik buat gue, bukan untuk pekerjaan atau perusahaan, gue dikasih tau gimana gue harus bisa pertimbangin berbagai hal yang ada, gimana nantinya kita tetap harus berpegang pada apa yang memang jadi passion kita. Ini salah satu yang gue syukuri dari kehidupan gue saat ini, dikelilingi orang-orang yang cukup peduli dengan 'siapa kamu’ bukan 'apa’ kamu. Pergaulan yang tidak memprioritaskan pekerjaan, tapi memprioritaskan apa yang kamu mau. Tidak memberi saran sebagai atasan, tapi saran sebagai personal, seakan dari kakak ke adik.
Dan pada akhirnya pilihan gue jatuh pada menetap pada pilihan awal. Gue tetap pada jurusan yang sedang gue tempuh dalam pendidikan kali ini. Sampai S3 (InsyaaAllah, aamiin :D)
Yaa begitulah akhir dari cerita gue hari ini. Semua bergantung pada pilihan, keputusan. Apa yang kamu pilih, memutuskan apa yang akan kamu jalani ke depan, yang juga InsyaaAllah akan mengantarkan kamu pada hal-hal yang baik. Yang terpenting, pertimbangkan berbagai hal baik dan buruk, libatkan Allah subhānahu wa ta'ala, dan ambil langkah. Karena keputusan tanpa langkah, sama saja dengan kamu mau kenyang tapi ga mau makan. It makes no sense, guys.
Gue rasa cukup narasi singkatnya, dan semoga kedepannya gue makin bisa nulis dengan kalimat yang lebih baik dan lebih terstruktur (aamiin).
Love what you do, do what you love