A reminder for when you’re not okay! If you are okay, I’m so glad, and I hope you can save it or send it to a friend in need instead. 💛
Chibird store | Patreon | Webtoon

pixel skylines
Stranger Things

bliss lane

tannertan36
TVSTRANGERTHINGS

oozey mess
Mike Driver
EXPECTATIONS

Andulka

Kiana Khansmith
macklin celebrini has autism
Fai_Ryy
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
almost home

@theartofmadeline
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
Sade Olutola
seen from Germany
seen from United States
seen from Iraq

seen from United Kingdom

seen from France
seen from Switzerland

seen from Türkiye
seen from Jordan

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
@sakinahamelia
A reminder for when you’re not okay! If you are okay, I’m so glad, and I hope you can save it or send it to a friend in need instead. 💛
Chibird store | Patreon | Webtoon

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Biar air yang jatuh menjadi tempat bertemunya doa
Bagaimana rasanya pergi dan memulai semuanya lagi, tanpa satupun ada yang pernah mengenalimu
Bagaimana caranya
Jika dan hanya jika aku gagal dan mengecewakan, semoga Engkau masih menerima proses ku kembali dengan segala cara yang aku bisa
Jangan Terlalu Jauh
Hidupmu untuk dunia ini bukanlah perlombaan, bukan berlomba sebanyak apa kamu mengumpulkan dunia dan fasilitasnya lalu membandingkan dengan lain. Pada akhirnya yang kamu khawatirkan adalah dosa di masa lalu dan bagaimana cara menghapusnya, pada ujungnya adalah apa yang akan kamu bawa saat tiba-tiba mati tanpa tanda.
Pada usia yang bertambah dan kekhawatiran yang semakin besar, yang kamu butuhkan adalah bagaimana mengakhiri usia dengan tenang. Tolok ukur harta dan kesenangannya tidak lagi menarik bagimu, sebab kamu pun paham bahwa masamu tidaklah lama lagi dengan kulit yang semakin melentur.
Apa yang kamu khawatirkan hari ini akan terjawab nanti di penghujung usia, bahwa rezeki dan semua urusan duniamu sudah tertakar dan pasti akan terselesaikan. Waktu tidak akan memanggilmu kembali dan mengulang kejadian yang sudah terlewat, ia hanya akan menyampaikan soal penyesalan karena kelalaian.
Sudah cukup masa berleha-leha dan berdiam diri saja, sudah waktunya kamu memperbaiki kualitas hidup dan rencana ke depan, untuk kematian yang tenang dan memori kebaikan untuk keluarga dan keturunan.
Nyatanya, apa yang aku khawatirkan hari ini masih terlalu kecil dan sepele. Hanya berkutat pada bagaimana hidup enak dan nyaman untuk hari-hari berikutnya, tanpa menyadari bahwa enak dan nyaman yang sebenarnya adalah bagaimana setelah selesainya perjalanan dunia.
Aku dan khawatirku, aku yang merasa sedang berlomba untuk dunia, dan aku yang masih berperang dengan nafsu.
Wahai hati, melembutlah. Jangan terlalu tamak dan pergi terlalu jauh lagi.
@jndmmsyhd

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“If you are looking for happiness in this world (dunya), you’re in the wrong place.”
— Hamza Yusuf
Jika hidup adalah sebuah 'Seni Menunggu', maka caramu menunggu adalah cerminan kualitas dirimu.
©Quraners
Untuk meraih surga tidak melulu harus menjadi Nabi,
Nabi pernah berpesan ada hal sederhana yang membuatmu sampai surga
Apa itu ?
“Memaafkan”
Memaafkan ?
Ya memaafkan dengan seikhlasnya untuk seluruh orang yang pernah menyakiti kita, tidak hanya yang terucap, tapi yang ada di hati kita setulusnya.
Terlihat sederhana tapi tak semudah itu rasanya
Betul, jika hanya bertumpu pada ego manusia semata. Mulailah dari lisan yang mudah memaafkan lalu mintalah doa Agar Allah lah yang bantu menggerakkan hati kita agar ikhlas setelahnya.
How should i start
“So much of our pain is caused by one simple thing: when we’re faced with a difficulty, we depend on ourselves, instead of Allah.”
— Yasmin Mogahed
Really true

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pada hari yang cukup panjang
Ulur kan kakimu yang panjang, bentangkan tangan mu kesamping dan bernafaslah.. hembuskan dengan lega
Refleksikan, karena mereka sudah melewati hari ini , dan membawamu dengan selamat, jangan lupa ucapkan terimakasih padanya
Baik atau tidak hari ini ,
bukan salah tubuhmu, tetaplah berterimakasih
pola asuh orangtua donald trump, dan dampaknya pada jutaan manusia.
Donald Trump kena COVID-19.
Beberapa cukup sopan untuk mengucap ucapan lekas sehat. Namun sebagian tertawa, menyumpahi. Hal ini dikarenakan Donald Trump dinilai tidak becus menangani COVID-19
Orang-orang menyoroti Trump, beserta kinerjanya beberapa tahun kebelakang yang meresahkan. Terlebih saat penanganan COVID-19.
Kemudian, beberapa waktu yang lalu, di salah satu post Instagram — muncul nama Mary L. Trump. Ia mengulas buku yang menjelaskan secara psikologi klinis (dan pengalaman pribadinya), mengapa Trump bisa seberbahaya itu. Mary adalah keponakan dari Donald Trump.
Rupanya, ia banyak membahas bagaimana pola asuh orangtua Donald Trump yang baginya corrupted.
“Donald today is much as he was at three years old: incapable of growing, learning, or evolving, unable to regulate his emotions, moderate his responses, or take in and synthesize information.” ― Mary L. Trump, Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man
Saya sendiri belum baca bukunya, tapi saya akan menyimpulkan beberapa paparan Mary via beberapa situs seperti nytimes, kutipan-kutipan di Goodreads, dan Mashables.
Keep reading
Perjalanan emosi
perjalanan yang bisa jadi tidak tahu harus diawali darimana memulainya lebih tepatnya ini akan mudah jika semua dapat diputar dalam film dan aku diminta menggambarkan satu persatu tokoh itu apa yang dirasakan atau menjadi pihak ketiga yang diceritakan satu persatu kisahnya lebih objektif, atau memilih subjektif bisa keduanya dilakukan
ketika diminta mendefinisikan emosi sendiri, belakangan itu menjadi hal sulit, lebih sulit dari menyelesaikan soal kalkulus yang bagiku juga sudah sulit bisa jadi yang diperlukan adalah menjadi pihak ketiga dari cerita sendiri, setidaknya mencoba, bukan keharusan, yang pasti ini tidak sebentar aku tahu
اللهم إرزقني قلبًا قنوعًا
O Allah bless me with a content heart.
Source: a-floral-vision, via IslamicArtDB
Sampai pada
Kehilangan bukan lagi kata yang pantas ditakuti kecuali disandingkan dengan kata iman,
Cerpen : Siang yang Penat dan Malam yang Sendirian
Masalah-masalah yang kita hadapi, sejatinya hanya kita hadapi sendiri. Semua orang yang ada disekitar kita, mereka tidak benar-benar bisa merasakan apa yang kita rasakan. Meski, harus kita akui. Kehadirannya setidaknya membuat kita merasa tenang karena bisa bercerita.
Setelah kita berpisah dengan mereka, pulang ke rumah, menemukan kembali masalah-masalah yang berisik, berteriak di setiap sisi dinding, dari setiap sudut lantai. Aku segera berlari ke kamar, membanting pintu, menutup telingaku dengan bantal. Bahkan, saat malam yang harusnya aku bisa tidur dengan tenang. Pintu kamarku tak mampu menghalangi kebisingan itu, menembus pikiranku yang hendak tidur. Membuat mimpiku menjadi buruk, tidur yang gelisah.
“Kamu kapan nikah, udah mau 30 tahun lho, keburu ketuaan!” “Ngapain sih kerja mulu, ga kasihan apa sama anakmu?” “Kamu keasyikan kerja sih, kecapekan, makanya ga hamil-hamil.” “Ku kasih tahu nih gaya-gaya yang bisa dipakai, biar cepet hamil kayak aku.” “Kenapa ga nyicil rumah aja, daripada ngontrak mulu.” “Ga usah sekolah tinggi-tinggi, nanti juga didapur, nanti pada jiper tu cowok-cowok.” “Eh, jadi perempuan itu harus pinter biar bisa jadi madrasah buat anak-anak.” Lah tadi katanya ga boleh sekolah tinggi-tinggi?
* * * * * Aku ingin tidur nyenyak sekali saja, boleh? ©kurniawangunadi | yogyakarta, 24 juli 2020
Tanpa ada orang lain, sudah sebising itu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“The ego is a veil between humans and God.”
— Rumi
SEMUA KARENA AKU . . .
“Mengapa kamu bisa begitu tenang dan senang dalam menjalani segala hal? Bukankah orang-orang di sekitarmu melakukan hal buruk padamu?” Tanya ia dengan penasaran.
“Kamu tahu kenapa aku bisa begitu tenang? Karena satu hal. Karena aku memaafkan orang-orang yang buruk padaku” Jawabku
“Bagaimana bisa kamu memaafkan mereka? Bukankah perkataan mereka menyakitimu? Bukankah ucapan mereka membuatmu sakit? Bukankah perilaku mereka membuatmu terluka?” Ia mengernyitkan dahinya, tanda bertanya sambil emosi.
“Betul, tapi aku tak pernah merasakan itu.” Jawabku
“Bagaimana caranya?” Ia makin penasaran
“Apakah kau menganggap serius, perkataan anak kecil yang menjelek-jelekkan kita? Apakah kau dendam pada anak kecil tersebut?”
“Tidak” jawabnya cepat
“Kenapa kau tidak dendam dan tidak marah?”
“Tentu tidak” ia menjawab cepat
“Kenapa?” tanyaku
“Karena kan mereka anak-anak, mereka asal bicara, mereka kan tidak tahu apa-apa tentang kita.” Ia menjawab dengan semangat
“Lalu, apa bedanya dengan orang dewasa yang juga berkata buruk tentang kita? Bukankah mereka juga tidak tahu apa-apa tentang kita? Bukankah mereka tidak mengenal diri kita? Lalu kenapa aku harus marah? Kenapa aku pula harus dendam pada mereka?” Jawabku dengan tenang
“Tentu beda! Mereka kan sudah dewasa, mereka seharusnya bisa menjaga mulut mereka, mereka harusnya tidak berbicara seperti itu pada orang lain” Ia membalas perkataanku
“Siapa yang bilang mereka dewasa? Mereka hanya lebih tua saja, tapi bisa jadi jiwa mereka masih anak-anak. Asal bicara, tanpa tahu apa-apa” Jawabku tenang.
“Tapi kan, mereka itu …” belum selesi, aku potong permbicaraannya.
“Kamu tau, kenapa aku bisa tenang? Karena aku memaafkan mereka. Aku memaafkan orang yang berbicara buruk padaku, aku memaafkan orang yang menyakiti perasaanku. Karena itu, aku tak pernah punya dendam.”
“Bukankah itu berat?” Tanyanya heran
“Tidak. Di mataku, mereka hanyalah jiwa anak-anak yang tidak tahu cara berbicara yang baik. Sayangnya, jiwa ini terus ada hingga mereka menua. Maka dari itu, aku tidak dendam pada orang yang jiwanya kekanak-kanakan, karena sesungguhnya, merekalah yang perlu dibantu untuk didewasakan. Bukankah begitu?”
“. . . “ Ia terdiam
“Bagaimana?”
“Iya sih, betul juga. Kini aku memahami, kenapa kamu bisa begitu tenang menghadapi orang-orang seperti itu.”
“Ya, kini kamu paham. Mudah bagiku untuk memaafkan orang yang kekanak-kanakan, tapi sulit bagiku untuk memaafkan diriku sendiri jika aku yang kekanak-kanakan. Karena itu, aku selalu berusaha tenang, seperti orang dewasa seharusnya.”
“Aku tak pernah menyangka kamu bisa berpikir seperti itu”
“Ah, kamu kurang lama mengenalku” Aku memukul bahunya
“Hahaha, ternyata, banyak hal menarik yang selalu aku bisa pelajari darimu” Ia tersenyum balik
Di hari itu, seseorang belajar hal baru, tentang cara bagaimana hidup lebih tenang, tentang cara bagaimana menjadi seorang dewasa, bagaimana memaafkan orang-orang di sekitar kita.
___ SEMUA KARENA AKU … Bandung, 15 Juli 2020 @choqi-isyraqi