π¦: pokoknya aku mau tau setiap aktivitas kamu, kemana aja kamu, sama siapa aja, dan ngapain aja. Kamu harus selalu kabarin aku apapun itu, jangan ilang tiba-tiba dan jangan balas lama. Titik.
π©: iya sayang, makasih udah perhatiin aku.
_________________________________________________________________
Sedang marak bahasan tentang hubungan racun, saking maraknya, hampir disetiap media sosial terdapat pembahasan mengenai hal ini.
Sepertinya di tumblr belum, atau aku saja yang kurang tahu?
Jadi begini sobat racunku, sedikit mencurahkan isi hati.
Aku sendiri sebetulnya mengalami hubungan racun, bahkan bisa dibilang bahwa saya lah akar dan asal muasal terciptanya racun di hubungan saya saat ini. Aku yang terlahir dengan sifat penyayang dan mewarisi sifat pencemburu ayah, tumbuh menjadi seorang pemuda yang posesif, bahkan terhadap berbagai hal, seperti makanan, akun permainan video, gawai, orangtua (terutama ibu), dan sekarang pacar.
Harus diakui, semasa kecil aku tumbuh dikeluarga yang cukup harmonis dan penyayang, namun sayangnya kecemburuan ayah terhadap ibu, kakak terhadapku, akhirnya menular kepadaku sehingga tumbuh menjadi anak yang posesif, terutama pada ibu.
Aku yang waktu itu berumur 5 tahun, ingat betul bahwa aku marah ketika melihat ibu dipeluk ayah atau dipeluk kakak. Aku marah besar hingga mengacak-acak seisi kamar dan lemari orangtua hanya karna tidak diajak pergi bersama mereka dan ditinggal dirumah bersama kakak dan nenekku. Aku ingat ketika aku berumur 5 tahun juga begitu posesif terhadap makananku, aku memilih untuk membuang makananku agar tak dimakan oranglain ketimbang rela memberi ketika tetanggaku memintanya. Aku posesif terhadap rumah dan barang-barangku, aku selalu meminta teman-temanku mencuci kaki dan tangan mereka sebelum mereka bermain PlayStation denganku, kala itu usiaku 7 tahun, dan aku tidak mau memberikan konsol player satu kepada siapapun, hanya aku yang boleh memegang dan memainkannya. Aku posesif terhadap mainanku terutama mobil-mobilan, tak ada yang boleh memegang dan memainkannya tanpa seizinku. Dan begity seterusnya hingga waktu yang sulit aku ingat.
Sikap posesif kali ini muncul kembali di hubunganku, diawali dengan kecemburuan yang begitu membara, aku tumbuh menjadi manusia penuh larangan terhadap pacarku.
Ya, betul, percakapan diatas adalah setitik gambaran sederhana dari hubunganku dengan pacarku saat ini. Sayangnya, waktu tak bisa diputar balik, aku terlambat menyadari bahwa salah jika berpikir bahwa hubungan itu tentang menyamakan sifat dan saling memenuhi keinginan, tapi hubungan adalah tentang menyelaraskan dua karakter manusia berbeda dan saling mendukung kebutuhan satu sama lain.