Tentang Roda Kehidupan
โSungguh menakjubkanย keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.โ
(HR. Muslim no.2999, dari sahabat Shuhaib)
Hidup itu seperti roda. Terus berputar, kadang berada diatas, kadang pula berada dibawah. Tapi yang kita tau juga, kalau rodanya gak berputar, bagaimana ia akan mengantarkan kita ketujuan?
Saat berputar, terkadang pun harus diuji dengan jalanan yang dipenuhi kerikil, gak selamanya jalan itu mulus. Makanya harus sedia pompa, sebagai antisipasi jika sewaktu waktu bannya bocor.
Sama halnya dengan diri kita, bisa jadi sekarang merasa sangat bahagia, tetapi sedetik kemudian kita merasa begitu sedih. Atau sebaliknya,
Bisa jadi kita sekarang merasa bersemangat atas sesuatu, tetapi sedetik kemudian Allah mengizinkan semangat itu turun. Makanya kita butuh sesuatu yang akan menjaganya. Apa itu? Teman yang shalih.
Kalau ada teman yang shalih, selalu diingatkan untuk terus belajar meyakinkan pada diri bahwa pencapaian tertinggi itu bukan hanya dari prestasi, kemewahan, bisa jalan jalan kesana dan kemari kapan saja, hingga mendapat pujian semata. Tapi pencapaian tertinggi adalah ketika setiap helaan nafas dan gerak sendi, usaha dan proses yang kita lalui itu menjadi jalan untuk mendekatkan hati dan diri kita kepada Allah, juga mendatangkan keberkahan, bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga bisa memberi kebermanfaatan untuk orang banyak. Karena itulah defenisi dari menjadi Mata Air Yang Jernih.
Selamat belajar memaknai amel...
Ingat ingat lagi tujuannya. Jangan mudah lupa hanya karena melihat jalan orang lain. Ukir dan terus tempah diri dijalan sendiri. Dengan keunikan yang berbeda. Maka insyaAllah, ada sesuatu yang bisa diberi, sesuatu yang begitu berharga.


















