jadi anak itu diberi, bukan dibuat. akan ada waktunya. bukankah Yang Maha Kuasa jauh lebih mengerti kapan kita pantas dan siap untuk menerima anugrah itu, seharusnya aku tidak perlu khawatir ataupun menudanya, kan?
aman/trayitra
I'd rather be in outer space 🛸
RMH
tumblr dot com

⁂
KIROKAZE
hello vonnie

Origami Around
DEAR READER
Stranger Things
wallacepolsom
noise dept.

Sade Olutola
he wasn't even looking at me and he found me

#extradirty
Lint Roller? I Barely Know Her

Love Begins
One Nice Bug Per Day
TVSTRANGERTHINGS

roma★

seen from Colombia
seen from Indonesia
seen from Indonesia

seen from Poland

seen from Colombia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Austria

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Croatia
@rahasiapokonya
jadi anak itu diberi, bukan dibuat. akan ada waktunya. bukankah Yang Maha Kuasa jauh lebih mengerti kapan kita pantas dan siap untuk menerima anugrah itu, seharusnya aku tidak perlu khawatir ataupun menudanya, kan?
aman/trayitra

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
🙂🙃🙂🙃🙂🙃🙂
"aku udah nggak punya orang lain selain kamu, setelah Allah"
ya sama, tuan. akupun begitu. tadinya. hingga ikhlas datang dan Tuhan menggantikan dgn hal yang lebih baik. lebih berkah. hal yang tidak pernah kusangka. mengikhlaskan itu melegakan. meskipun sulit dan sakit di awal. sendiri itu tidaklah menyedihkan, lebih baik sendiri dalam kebaikan daripada berdua dalam pelanggaran, ya kan? -aman/trayitra-
sincerely, aman/trayitra
sora: yaq?
sora: riyaaaaqqq
sora: eh iya gimabaaa
…
xxxxx
…
sora: still him?
sora: for godsake riyaaaaq :“))
sora: tak pikir u already done
sora: yaq, sora malah ngiri…
…
why?
…
sora: sora belum pernah tuh patah hati yg trus nangis kyk anak kecil gitu lagi, terakhir 2015 apa ya
…
bla bla blah
…
sora: udah boleh baleskah?
…
dah 🙃
…
sora: balik ke pengalaman sora dl ya yaq, ya sebenernya sora malah ngiri sm kamu, seenggaknya kamu pernah mencintai seseorang dengan sungguh2 yaq, dan merasakan betul artinya kehilangan. sedangkan sora, pacar banyak, mantan banyak, tapi ga ada yg bener2 tuh sampe skrg membekas betul hehehe
sora: jadi mksd sora adalah, bersyukurlah yaq, kamu jadi tau kedepannya apa yg hrus kamu perbuat sama hatimu sendiri saat km ktmu org yg kamu kira dia pelabuhan hatimu ternyata bukan…
sora: iya bener kok semua lelaki itu GA sama, nah kamu blm ketemu aja sama yang GA sama ini, selama ini kamu masih ketemunya yg SAMA aja soalnya hehehe
sora: menutup diri yg gimana mksdnya? menutup diri dengan pergaulanmu? atau gimana?
…
semacam krisis kepercayaan
…
sora: jangan gini mikirnya, tapi: setidaknya ya ini cara Tuhan membuka mataku akan cinta yg salah dan dia bukan orang yg tepat
sora: ini sih wajar yaq, wong orang baru sembuh dari flu aja kan ga mau langsung minum es, takut sakit lagi
sora: lah apalagi soal hati menghati yg obatnya blm ada yg objektif hahaha
sora: tp seengganya membuka pandangan aja dulu yaq, bahwa keyakinanmu akan "semua laki2 itu sama aja” itu salah, dari situ pelan2 kamu bakal nyari lagi dengan sendirinya, krna km mau membuktikan kalo “laki2 itu ternyata ga sama semuanya” dr hasil km membuka pandangan
sora: oh ya soal bahasa “pelan2” itu, kalo diumur kita ini apa masih relevan ya yaq? hahahaha
…
entah
…
sora: jadi masih mau nangis kenceng lagi? 🤭
…
enggak
…
sora: baru baca tweetmu yg itu, jane kamu sendiri pun udah mengerti pokok masalahmu dn tau gmn harus solvingnya, kamu cuma butuh diyakinkan aja to ternyata :)))
…
iya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pohon Juga Bisa Tumbang
"Mba ria besok ngajar?"
pukul 4 pagi kubuka handphone, dahiku mengernyit. ngapain nih orang, mau nyuruh saya ikutan kegiatan apanih. pesanya dikirim dr semalam tp tubuh ini sudah lelah dan mengantuk. kenapa ga nanya pas dimasjid semalam saja pikirku.
"iya, knp mas?"
"jam berapa mbak?"
selepas subuh, tumbang tubuh ini, ketiduran diatas sajadah saja nikmat sekali rasanya. pagi ini udara sedikit dingin. sial kumat lg, mual, muntah, badan menggigil.
"saya nggak jadi ngajar, sakit"
"sakit apa mbak? nggak kenapa napa mbak"
"masuk angin aj"
"walah2 , masuk angin jal"
"knp si mas?"
helo boys, hm. mohon maaf yang sebesar besarnya. kalo tujuanmu cuma buat haha hihi saya udah kebal dengan yang seperti ini, cukup sudah cukup. anda salah org untuk diajak bicara.yha. end chat !
"mbaa saya ijin hari ini tidak masuk, lg sakit ini mual muntah terus dr kemarin, maaf ya mbaa 🙏" aku mengirim pesan pada wali kelas TK tempatku mengajar, salah seorang walinya masih mahasiswi.
Bolos mengajar adalah hal yg sangat menyedihkan bagiku, tapi 2 minggu ini badan sungguh tidak bisa ditoleransi, mau sakit eh ga jadi, mau sakit lagi eh gajadi lagi. Duar! oke hari ini bangkit dr tmpt tidur saja lemas, maafkan Bu Guru ya anak anak. Meskipun Bu Gurunya tumbang anak anak disana tetap harus riang. Akan ku tukar jadwal mengajarku jadi hari senin pikirku. Aku akan terlambat masuk kerja, tak apa aku selesaikan tugas dihari minggu saja. Aku harus tetap bertemu anak anak, mereka itu obat bagiku.
Mungkin Tuhan sedang ingin mensucikanku, menlebur dosa dosaku dengan sakit ini, alhamdulillah, baiknya Tuhan. Malunya diri ini yang selalu saja mengulangi dosa dan kesalahan yang sama.
"kali ini tidak perlu lah sok kuat, bilang semuanya baik baik saja, terima saja kalau kamu memang lemah, sakit, tubuhmu itu butuh istirahat apalagi pikiran dan hatimu itu, nikmati dulu sakit yg sekarang ini nanti kalau sembuh, kamu akan merasa lebih baik, nurut ya sama Allah, ikhlas ya diberi sakit?"
"iya...insyaAllah ikhlas :)" jawabku lemas. barusan adalah dialog antara aku dan diriku sendiri.
suka gitu emang, ngobrol sama diri sendiri.
Rofiatun atau Rofiah
“Nin, siapa ya nama ibunya tadi? Rofiatun, bukan?”
“gatau ik, iya kayaknya”
“Rofiatun atau Rofiah?”
“Hah, aku lupa pokonya ada F nya gitu”
“Aduh payah bgt deh ingatan jangka pendekku”
“Pie to yak”
“Tauk nih, giliran yang harusnya dilupain aja diinget terus”
eh. aduh. hm yagitu manusia kadang yg seharusnya ingat malah lupa yg pengen dilupain malah semakin lekat.
Hari ini jumat, kami pulang lebih awal memang yha karena aku jg sedang “not in a good condition and mood” huft, syndrom patah hati kalo kata Ninin. Kalo udh tiba2 muntah, pusing, demam. “Stress itu kamu Yaq” Nooo, ak jg gamau seperti ini terus menerus, huft.
Sepulang awal kami makan pizza “nyenengke Ria” kalo kata mereka. Ngobrol soal banyak hal dgn seorang teman dari jogja Arm namanya. Dia ke Semarang untuk menemui kekasihnya yg sedang sidang. “Bayangin dong initu kyk org patah hati nganterin org yang lagi falling in love tau ga”. Yha. Tapi Saya Sabar dan Ikhlas. Untung temen. haha. Ngobrol banyak soal kepastian, harapan, penantian, banyaklah biasa problematika usia2 pasca sarjana kalo ga soal kerjaan ya soal asmara. sampai entah ngelantur kemana ada bahasan tentang “Di dunia ini perempuan bisa jadi 2 hal, yang satu fitrah yang satunya lagi fitnah, dan itu kita sendiri yg bs nentuin mau jadi yg mana” kataku. eh hbs itu tepok jidat, ngomong apasih barusan sok bijak banget dasar.
“Nin, tar asharnya di masjid yg karpetnya empuk yuk”
“Yang deket rumahku?”
“Iya, hehehe”
setelah mengantar teman ke terminal karena harus pulang ke Jogja lagi sore itu juga, kami langsung cus ke masjid yang karepetnya empuk.
“wudunya gantian yuk, yg satu jagain tas”
“pingsut ya”
“ya, yg wudhu yg kalah apa menang?”
“yg kalah lah”
“okey”
pingsut ! 1 2 3 …
“yah kalah”
“hahaha kok mesti kalahan to kamu Yak”
“tu kan, katamu aku nggak pernah mengalami kegagalan, kegagalan dlm pingsut aku sering”
“yeu, itu kalo dari 1-10 level kegagalanmu cuma 1”
jadi sebelumnya waktu kami sedang makan, Ninin ini menganalisis kenapa aku bisa sampe sesedih ini karena peristiwa kali ini, ini adalah titik pertama aku gagal katanya.
“aku kalo ngelihat hidupmu nih Yaq sama Arm juga, kalian tu kyk nggak pernah mengalami kegagalan gitu, coba inget2 deh kegagalan terberat apa yang pernah kamu alami”
“pernah ya! em.. apaya tapi”
“tuh kan Ri, karena saking jarangnya tu kita sampek nggak tau jenis kegagalan mana yang paling menyakitkan”
“sekolah sd juara, masuk smp favorit, lulus masuk sma favorit, kuliah lulus2 aja, cumlaud, skrg kerja ngerintis usaha sendiri engap2an sih cm ga gagal juga, emm apaya”
“Iya kan, itu Yaq itu kenapa kegagalan kali ini bikin km sedih sampe stress, yaitu km baru pertama ngerasain bahwa apa yg sudah kamu rencanakan dan usahakan itu ternyata tidak berjalan sesuai harapankan, kalo aku nih dr gagal lulus periode1, trs masalah keluarga, dll jadi kalo dilihat level ke gagalanku dari 1-10 itu udh yang 7 atau 8 lah, kalo aku naik level ke 9 atau 10 itu nanti mungkin ak bakalan ngerasainnya pas tua banget”
“Ria speechless”
“apalagi Arm nih, belom pernah kan ngalamin kegagalan, kalo ini Ria udh dititik terendahnya, Arm harus hati hati sih”
“aku jadi takut”
“udah gpp dikuatin aja doanya, tiap orang cobaanya masing2 kok”
Allahu Akbar 2x Lailahailallah . Suara adzan memecah lamunanku yg sibuk memandangi diri di kaca, aku masih jg belum mengambil air wudhu . “Yaq senyum kamu manis, kenapa memilih untuk terus cemberut?” “ya kan lagi sedih” “tau nggak Allah bisa melihatmu dimana mana? bayangin kalo Allah lihat km bersedih cuma krn hal itu, Allah Maha Pencemburu lo” “astagfirullah, tidak tidaaak, aku akan tersenyum untuk Allah” “Nah gitu dong, kan lebih enak dilihatnya” kebiasaan ngobrol sama diri sendiri di kaca. Gasadar temenya nungguin mau wudhu juga.
Selepas salat ashar aku ambil dua quran satunya aku berikan pada temanku, iya Al Kahfi. Bacaanku tidak sebagus dia jd aku lebih memilih disimak agar ada yg membetulkan bila ada salah. Hmmmm tenang rasanya, masjidnya bagus sejuk terang, dan tidak pernah sepi, hanya ada satu hal yg mengganjal, di tengah masjid itu ada lampu kristal yg sangaaat besar. Entah kenapa aku merasa itu sangat berlebihan, cantik sih, tapi terlalu dipaksakan, kenapa tidak sederhana saja? mungkin seperti manusia yg selalu ingin “jadi pusat perhatian” hm. baiklah. Aku tetap suka masjid ini. Saat berjalan pulang…
“Itu siapa ya namanya mba kamu?” seorang ibu bertanya sambil menunjuk ke arahku
“Saya bu?”
“Iya, daritadi tak tamat2ke wajahnya kok seperti ponakanku”
“oh, hehehe saya Ria bu”
“Anak ibu dong”
“anak ibu?”
“iya anak saya namanya Ria mba”
“oalah, haha iya gpp bu dianggep anaknya saja, dengan ibu sinten nggih niki?” kebiasaan ngomong bahasa krama campuran ._.
“Ibu Rofiah/ Rofiatun” ibu itu menyebut namanya sejenak ingin kuhafal tp tiba2 pikiranku melesat untuk hal lain “Yang jualan jus buah di depan situ”
“oh nggih Buu”
“mbake tinggalnya dimana?”
“kalo saya di jauh Bu, Pedurungan. Kalo ini temen saya yg rumahnya di perumahan depan itu”
“saya Genuk mba”
“oh nggih, anak ibu tasih kuliah, Bu ?”
“iya masih, ya kuliah nyambi kerja gitu mba” si ibu kemudian berpamitan “Saya tak lewat sana ya mba”
“nggih, Bu. monggo”
Ibu itu tadi aku kira yg solat di sebelahku, ternyata bukan. Hanya ibu yg barisan salatnya di samping kiriku yg merapatkan shaf, yang di sisi satunya renggang, sedih juga kalo terus begini. Mungkin aku harus melakukan misi rahasia di masjid ini. Yha.
gerhana bulan
"mba Ria besok malem ada salat gerhana bulan, ba'da isya kalo longgar bisa ikut jamaah di masjid"
"okey mba, eh tapi aku belum tau caranya solat gerhana hehehe"
"sudah punya nawafil? disitu ada mba bisa dibaca ulang kalo kurang jelas nanti tanya saja"
"belum punya :("
"nanti saya carikan kalo gitu mba, besok pagi ngaji sama saya"
"waaa mau mba, siaap, alhamdulillah jaza killahu khoiro"
lalu aku tertegun lagi, pagi itu bukan Miar yg mengirim pesan, aku lupa, Miar sudah pergi.
...
malam setelah solat gerhana,
"apik yo bulane iso ketok abing"
"mata kita luar biasaya, hp ku ae gak iso nggo moto rak ketok ceto, tp nek ndelok langsung jelas banget"
"yo mestilah, lensa kamera buatan manusia, lensa mata buatan siapa dulu"
"hahaha iya ya"
aku pun ikut tertawa mendengar percakapan merekan. Hei kamu, apa kamu jg melihat bulan yg sama sepertiku, jika iya aku anggap kita sedang berpandangan sekarang ya melalui bulan itu.
"mbak !"
suara itu memecah lamunanku seiring dgn telapak tangan yg menyentuh pundakku.
"eh, iya bu..."
"masih ngaji to?"
"insyaAllah :)"
"sing semangat terus ya pokonya, sama siapa sekarang?"
"hehe mba Putri bu"
"oh yawes, kerumah berarti?"
"nggih bu"
Bu Lia, sosok yg selalu menenangkan, dari cara berbusananya entah kenapa kadang aku merasa "style ibunya aku banget" mulai dari tone warna gamis dan jilbab yg dikenakan, modelnya bahkan totebag dan tas ranselnya. mungkin kalau besok aku menjadi ibu, aku akan seperti Bu Lia, bahkan nama kami hanya berbeda 1 huruf. haha
aku pulang sambil terus tersenyum memandang bulan. Miar, mereka sangat memperdulikanku. Selepas kau pergi sebagian merka bertanya, "mba sekarang sama siapa ngajinya?" dari ibu yang entah ak bahkan tidak tahu namanya tapi beliau bertanya hal yg sama, lalu pak Kyai, dan seorang ibu yg tidak pernah mau kucium tangannya, katanya
"kita seumuran mba"
"ya tp kan ibu udah jadi ibu, punya itu jagoan kecil"
"hahaha gapapa udah kita seumuran"
beliau selalu datang ke masjid lebih awal, diantarkan suaminya, iya, hanya diantar samapi serambi masjid, lalu suaminya pulang. aku selalu bertanya tanya, mengapa sang suami tidak pernah ikut solat berjamaah maupun mengaji. Padahal, peran suami itu sebagai pemimpin, imam keluarga.
hmmmm. Hei Bulan, menyenangkan malam itu, bertemu orang orang yang sama mencintaiMu. andai saja aku bisa datang tidak sendiri. Entah bersama kamu, atau keluargaku. Semoga suatu saat nanti, semoga .
pengen nangis kenceng kayak anak kecil yang habis jatoh dari sepeda terus tapi habis itu dikasi permen, diem, dan nggak kapok naik sepeda lagi
aman/trayitra

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
(L/R) I A
di dalam rumah ibadah, selepas itu, satu persatu jamaahnya berpamitan pulang, aku terus saja menatap tajam pada perempuan bergamis hitam dengan jilbab abu abunya sederhana dan manis, wajahnya begitu teduh.
mata kami bertatap beberapa detik. aku diam, tp seolah dia bisa mendengar gemuruh di dalam hati, naluri seorang ibu mungkin.
"Sing sabar" bisiknya lembut
aku hanya mengangguk kecil, dan kami pun pulang. setidaknya aku tidak sendirian, pikirku. aku hanya butuh dikuatkan, itu saja.
alhamdulillah jaza killahu khoiro.
.
aman/trayitra - 24 Jan 2018
mendengar
menjadi pendengar yang baik itu tidak mudah ternyata, saorang teman datang padaku dengan segala kekalutanya yang sulit aku pahami.
begini.
"aku takut mati karena kurang bekal"
katanya.
"persiapkan bekalnya kalau begitu"
kataku.
lalu dari setiap paragraf yg dia ucapkan dia selalu menekankan, hatinya tidak tenang, sesak, takut dll.
"jika mendekatkan diri kepada Yang Maha Membolak Balikan Hati tidak memberimu ketenangan, aku tidak punya solusi lebih baik dari itu."
baca quran? ya
baca artinya? tidak
kenapa? takut
apa yg ditakutkan? kebenaran, siksa siksa dll
mencari kebenaran tapi takut dengan kebenaran? ...
jadi begini, kesimpulanya kamu sedang meyakini sesuatu yg kamu sendiri tidak yakin, Al Quran itu adalah rahmat yang datang untuk memberi kabar gembira dan takut. kenapasih? ya biar hidup kita seimbang. Al Quran adalah buku paling menyenangkan untuk dibaca apalagi jika diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
sahabat pernah bertanya pada Aisyah tentang akhlaknya Nabi, tau apa jawabanya? "akhlak Nabi adalah Al Quran"
Nabi, seorang yg lemah lembut, penuh kasih sayang, tegas, pemberani, jujur, amanah, apa? kurang apalagi? akhlaknya adalah Al Quran.
kalau nggak mau mengerti Al Quran, mau menjadikan siapa lagi sebagai panutan? 🤘😊
happiness 🤘
mulailah untuk mempelajari dulu setiap kata yg ingin dilontarkan, kecerdasan bukanlah hanya soal pola pikir tetapi tutur kata yang terpelihara. bukankah melabeli baik atau buruknya sesuatu tanpa mengenalnya sama saja dengan berjalan dengan mata tertutup?
aman/trayitra

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
👼🌿 judulnya adalah Peri Hutan dan Sebatang Pohon . . 🌿: hai peri hutan kenapa ada resah di raut wajahmu? 👼: aku telah kehilangan satu, yang bagiku adalah satu satunya 🌿: apa ? 👼: kepercayaan 🌿: aku tidak mengerti 👼: hutanku porak poranda di terpa badai dan huru hara 🌿: bukankah aku masih disini? 👼: kau hanya sebatang pohon itupun daunmu telah berguguran, disekitarmu banyak lubang besar, kau bs saja tumbang, dan hujan, ia tak lagi datang semenjak langit punya cahaya baru 🌿: apa ak begitu menyedihkan bagimu, setidaknya ak masih berusaha bertahan disini 👼: iya tp sinar mentari terlampau jahat, apa kau tidak merasa terbakar? 🌿: tidak, ak lebih kuat dari yang kau bayangkan 👼: bukankah ak sudah bilang, tanahmu telah digerogoti, mereka membuat banyak lubang, mereka bilang ingin menanam benih tapi yg ada hanya pedih 🌿: kenapa hujan tak kunjung datang menyapamu? 👼: ak telah membuatnya marah karena air yg dia jatuhakan tak lagi bs kembali ke muara dgn segera, disana ada yg menahanya 🌿: perkerasan yg dibuat mereka? 👼: iya, sudah kutegaskan itu bukan ulahku tp kepercayanya padaku sudah luntur saat itu juga 🌿: aku percaya padamu 👼: jgn menghiburku 🌿: tidak, ak hanya tak ingin membela kebencian. 👼: aku tidak membencinya, hanya saja ak belum bisa berdamai dengan diriku sendiri. lagipula kau hanya sebatang pohon, bisa apa? 🌿: mereka boleh memotong ranting dan dahanku berkali kali, asalkan akarku tetap tertanam di dlm tanah, aku akan selalu memunculkan tunas yg baru 👼: sungguh? 🌿: bersabarlah, aku hanya butuh waktu 👼: ak tidak akan meninggalkanmu 🌿: jangan menghiburku 👼: hei, kau mengulangi kata kataku! 🌿: karena kau panutanku 👼: ah tp aku banyak belajar darimu 🌿: itulah gunanya berbagi, ya kan? 👼: boleh aku beristirahat sebentar di dahanmu? tubuhku sangat lelah 🌿: silahkan, dengan senang hati :) . . artwork: acrylic on wood
selama mengajar di Yayasan Insan Teladan, justru disini saya lebih banyak belajar bukan mengajar. bagaimana tidak, saya hanya mengajarkan mereka cara menggambar dan mewarnai dalam kertas sedangkan mereka mengajarkan saya menggambar dan mewarnai dalam kehidupan :)