Sebelum-sebelum ini, kupikir bahwa menjadi mahasiswa biasa-biasa aja, tanpa prestasi, ikut organisasi juga tidak berkontribusi penuh–hanya sebagai bagian dari nyari kesibukan, nyari teman, dan nyari CV. Jalannya akan lebih sulit di banding dengan teman-teman yang penuh prestasi dan aktif dimana-mana.
Lalu, bertahun kemudian saya menyadari bahwa tidak demikian jalannya. Dulu, sewaktu mahasiswa, ada teman-teman kita yang sudah menemukan “tempat bermainnya”, sedang kita masih bingung sambil terus jalan mencari jati diri. Ikut ini, ikut itu, tapi tetap saja tidak menemukan kecocokan jiwa.
Bahkan, hari ini saya malu jika harus mencantum riwayat organisasi yang pernah dulu diikuti. Tidak satupun organisasi yang diikuti, saya berkontribusi besar kepadanya. Hanya sebagai sebuah pelarian, sebuah pelampiasan untuk mencari nama, mencari label.
Saya paham, bahwa menjadi mahasiswa yang biasa-biasa itu tidak masalah. Sama sekali tidak masalah. Saya baru bisa berperan, mengenali diri, tahu tujuan justru selepas mahasiswa. Tahu, mimpi saya apa, jalannya bagaimana, dan semua hal yang dulu ketika saya mahasiswa. Saya tidak tahu…
Banyak sekali di antara teman-teman kita dulu begitu riuh untuk mencapai satu titik prestasi tertentu, menjadi mapres, menjadi delegasi kampus, menjadi apapun yang membuat masa depan terlihat lebih cemerlang dibanding kita. Tidak salah, toh kita tidak sedang mencari yang salah dan yang benar.
Hanya saja, saya tidak tahu dan tidak punya gairah yang sama dengan mereka. Bukan juga karena tidak mau berjuang, melainkan memang saya tidak ada minat sama sekali untuk meraih itu semua. Saya lebih suka berdiskusi, berbicara dari hati ke hati dengan teman-teman saya yang serupa. Serupa merasa keliru memilih jurusan, serupa bingungnya dengan masa depan, serupa gelisahnya dengan apa yang dijalani.
Kini, hampir 10 tahun yang lalu sejak saya menjadi mahasiwa, 5 tahun yang lalu selepas saya melepas mahasiswa. Kami semua sudah berada pada titiknya masing-masing, berkarya di tempatnya masing-masing, dan menjadi dirinya masing-masing. Sesuatu yang dulu, kami bincangkan semasa mahasiswa. Sesuatu yang baru kami sadari, bahwa tidak masalah gelisah dan galau selama mahasiswa, tidak kenapa-kenapa jika kita tidak berprestasi seperti rekan kita yang lain, tidak masalah menjadi mahasiswa yang biasa-biasa. Nanti, akan ada masanya kita mendapatkan MOMENTUM hidup kita sendiri :)
Yang terpenting adalah; tetaplah menjadi orang baik dan jangan merepotkan orang lain, bermanfaatlah :)