Jika beranda adalah ruang luas tempat berteduh ria, aku tak apa jika harus menetap dan menatap langit jingga itu.
Bahkan jika.. gelap malam telah tiba, entah mendung atau hamparan bintang yang kutatap, tak apa.
Asal bukan pikiran linglung yang membuatku merasa sendiri, dan asal bukan malam bisu yang membuatku memikirkan mengapa manusia tidak menemukan tempat tinggal lain. Atau tentang mengapa tak ada alien yang menginvasi bumi ini.
Yang kutakutkan bukan bersosialisasi, aku hanya takut tenggelam dan lupa bahwa aku juga butuh seseorang. Yang tatapannya menatapku dengan yang entah kenapa aku tidak bisa mendeskripsikannya. kamu tau? Tatapan seseorang yang jatuh cinta tapi juga ada kesopanan di sana. Seseorang yang menggenggamku dengan lembut, memelukku dan mengatakan bahwa aku mempunyai dia.
Jika seseorang menginginkan karakter laki-laki seperti dalam drama, dia tidak salah. Hanya mungkin, jangan berharap lebih pada kriteria yang diciptakan sang penulis. Seringkali yang kita jatuh cintai bukanlah wajah tampannya, tapi rasa yang disampaikan, perlakuan yang terasa diharapkan. Bahkan yang tampan itu relatif. Jadi aku rasa, wanita yang jatuh cinta pada sikap seseorang tidaklah aneh bukan?.
Bayangkan jika ada seorang yang menatapmu dengan lembut, memegang tanganmu dengan sopan. Mungkin saat ini yang aku butuhkan adalah seseorang yang nyata ada disampingku.
18.29
10/5/26










