Tentang Karsa (dalam segalanya)
Sudah selesai menulis harapannya?
Dukung ia dengan doa ya... Allah mendekapmu... sungguh mendekapmu.
Perkuat tekadmu. Lembutkan hatimu.
Sentuh rusukmu. Katakan kamu akan baik-baik saja dan bisa meraih ridho-Nya.

Discoholic 🪩

PR's Tumblrdome
hello vonnie
$LAYYYTER
I'd rather be in outer space 🛸
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

JVL
cherry valley forever
Stranger Things
Misplaced Lens Cap
Show & Tell
art blog(derogatory)
Three Goblin Art
d e v o n

ellievsbear
tumblr dot com
Peter Solarz
TVSTRANGERTHINGS
styofa doing anything
he wasn't even looking at me and he found me
seen from T1
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from T1
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from T1

seen from Malaysia

seen from Austria

seen from France
seen from Canada
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Nigeria

seen from Singapore
seen from United States
seen from Italy

seen from Indonesia
@osecretime
Tentang Karsa (dalam segalanya)
Sudah selesai menulis harapannya?
Dukung ia dengan doa ya... Allah mendekapmu... sungguh mendekapmu.
Perkuat tekadmu. Lembutkan hatimu.
Sentuh rusukmu. Katakan kamu akan baik-baik saja dan bisa meraih ridho-Nya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tentang Cipta (dalam berkarya)
Malam ini aku akan menceritakan beberapa hal.
Senin, 15 Juli 2019. Aku berada dalam perasaan yang tak terdeskripsikan.Masih bingung dan kadang tak tahu arah jalan.
Tepat 12 hari lalu, aku memutuskan untuk tak lagi tergabung di kantor lamaku.
----------------------------------------------------
Akhirnya aku berhasil keluar dengan pertimbangan yang panjang dan matang. Haha kalau dipikir betul-betul panjang. Ini percobaan ketigaku untuk keluar dan akhirnya berani melangkahkan kaki untuk keluar dari zonaku.
Percobaan pertama sekitar 2017, saat aku merasa ada hak yang tak terpenuhi. Namun aku coba kuatkan bahwa bekerja bukan hanya tentang hal-hal material.
Kedua, saat ada krisis internal para pemimpin. Yang jelas-jelas mengguncang kami semua saat itu, November 2018. Apa pun dan siapa pun, sudah aku maafkan. :) Akhirnya per bulan Maret 2019 aku berani mengambil keputusan. Bersamaan juga dengan keluarnya salah satu pemimpin kantorku, Bang Maula. Ia jelas punya peran besar di kantorku. Pengambil keputusan dan penentu arah jalan. Jika dipikir, aku masih bertahan di sana hingga tiga tahun juga karena ketetapan dan konsistensinya.
--------------------------------------------------------
Keputusanku untuk keluar insya Allah sudah mantap. Aku tahu, aku harus melangkah ke tempat lain. Meski tempatku berkarya juga masih dalam pencarian, akhirnya aku mencoba menetapkan tujuanku.
----------------------------------------------------------
Hingga di suatu waktu, sekitar bulan Maret aku menghadiri pertemuan dengan konsultanku. Ia bilang “Kejarlah ridho ibu. Sungguh ridho ibu itu besar efeknya dalam kehidupan. Jika ada satu hal yang memberatkan langkah, coba periksa lagi jangan-jangan ibu tidak ridho dalam langkah kita.”
Jelas sih air mataku mengalir tiba-tiba. Haha malu sebetulnya karena di sana kebetulan aku menjadi pemandu acara. Namun, jika hati bicara ia tidak bisa berbohong.
------------------------------------------------------------
Seiring berjalan waktu, aku pun berdiskusi dengan teman-temanku. Banyak dari mereka menyarankan untuk tidak berstatus tetap dalam bekerja. Beda dengan ibuku. Ia ingin sekali aku menjadi penerusnya, menjadi seorang perempuan yang mandiri lahir dan batin.
------------------------------------------------------------
Akhirnya keputusan ini lahir. Dengan izin Allah, aku hanya ingin mengejar ridho-Nya. Aku tahu menjadi seorang abdi negara seperti yang ia inginkan, bukanlah cita-citaku.
Namun jika dirunut ke belakang, aku pernah menuliskan mimpi bahwa aku harus menjadi seorang perempuan sarjana komunikasi yang bisa membawa nama agamaku dengan baik. Menjadi delegasi harapan bangsa, dan negara untuk mengharumkan nama muslimah di kancah dunia.
Aku hanya percaya Allah pemberi takdir terbaik.
Mungkin sampai detik ini, cita-citaku sampai situ dulu. Jika aku telah keras berusaha akan kuserahkan semuanya pada Tuhanku.
Hingga nanti di akhirat aku ditanya, aku cukup menjawab “Allah, aku melakukan hal ini agar Ibu ridho padaku dan Engkau pun begitu.” ---------------------------------------------------------------
Bismillah, apa pun ceritanya. Bagaimana pun kisahnya.
Doakan aku ya. :’)
Two Ears
Today, I need two ears which wanna listen to my stories :') Allah. Is that You? Yes I need You...
Yakin?
Pernah ngga sih ngerasa yakin sama orang? 😅 Ya, ngerasa yakin. Ya tapi ngga boleh ketergantungan juga. Cukup imani Allah. He's the best planner ever.
He is My Man
Haha giliran merantau baru dicari-cari kebaikannya. Makin kesini keliatan doi makin dewasa sih. My man, kakak laki-lakiku. Berapa banyak laki-laki yang tidak bisa mengambil keputusan, tetapi tidak denganmu. Wkwk berani mengambil risiko. Ngga banyak omong dan langsung bertindak. Luv.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menikahimu dan Keluargamu
"Perasaan menjadi penting ketika seseorang menikahimu dan keluargamu seutuhnya. Jika tidak, tinggalkan. Mencintaimu sama dengan mencintai Allah karena di dalamnya kita tengah beribadah meraih ridho-Nya. Kita tengah memperbaiki diri, mengurai dosa menjadi pahala. " Wkwk ngomong apa. Tapi beneran huhu. :")
QLC
Di rentang usia ini, kita akan dihadapkan pada kebingungan meniti karir. Bertanya-tanya tentang pekerjaan apakah yang tepat untuk kita jalani seumur hidup. Di tengah kebingungan tersebut, ada banyak kesempatan yang datang silih berganti. Kesempatan yang kamu tahu, penuh dengan pengorbanan, tinggal kamu mau berkorban atau tidak.
Ada juga orang-orang yang memanfaatkan kebingunganmu dengan menyediakan janji bahwa kamu bisa menjadi blablabla dengan mengikuti jejaknya. Seolah-olah, dengan menjejaki jalan yang sama kamu pasti akan menjadi sepertinya.
Jangan terlambat menyadari bahwa akar dari kebingunganmu adalah karena kamu tidak mengenal dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kamu cari?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan paling mendalam mengapa kamu menjalani pekerjaan yang ada saat ini. Alasan-alasan yang mungkin tidak lagi terikat dengan duniamu, tidak terikat dengan dirimu.
Seperti kamu bekejar untuk membantu keluarga, membantu adik, membantu orang lain, dan hal-hal di luar dirimu. Saat itu kamu tahu, bahwa pekerjaanmu saat ini benar-benar mengalahkan egomu. Dan pertarungan antara egomu dan keadaan itulah yang membuatmu bimbang, kan?
Di rentang usia ini, selalu temukanlah alasan untuk bersyukur meski sulit. Dalam keadaan sulit, keadaan yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan kehendak hati, bersyukur adalah hal yang tidak mudah. Tapi justru sebenarnya di situlah letak jalanny, bagaimana membuat hati kita lebih tentram dalam menjalani kebingungan ini.
Pernah tidak kamu mensyukuri hal-hal lain di luar kebingunganmu soal pekerjaan?
Orang tua yang utuh, tidak bercerai meski kamu masih bersitegang soal masa depan dengannya. Finansial keluarga yang cukup bahkan lebih sehingga kamu tidak perlu pusing memikirkan keuangan saat menempuh pendidikan. Pendidikan dalam keluarga spt moral dan agama yang baik dari orang tua, sebab mereka cukup paham tentang itu dan itu menjadi bekal kepribadianmu saat ini. Tidak terlilit hutang sampai menceria-beraikan impianmu untuk berkorban lebih bagi keluarga. Menikah dan mendapati pasangan yang baik, yang mendukung tujuan-tujuanmu. Mental yang sehat dan lingkungan yang kondusif untuk terus bertumbuh.
Pernah tidak di tengah kebingungan soal pekerjaan, kita berhasil menempatkan rasa syukur kita tersebut? Sesuatu yang mungkin tidak pernah dimiliki oleh orang lain saat ini, di saat kita mengalami fase yang sama. Yogyakarta, 11 Januari 2019 | ©kurniawangunadi
Masya Allah. Eta pisan!
I don't really know what to do. 😿 Allah just help me to fix these things.
Masih Perlu Ditumbuhkan?
Aku kira ada keyakinan yang terus bertumbuh. Namun, entah bagaimana tak ada tanda pertambahan ukuran. Maka tak perlu terus ditumbuhkan. Cukup dicabut dan tak perlu lagi ditanam. Pasir Putih, 31 Desember 2018
Insekyur
Duh feeling insekyur aja deh. Sedih sebetulnya ngeliat temen-temen yang lambat laun terbrainwash pola pikir kebebasan... Mantan adik-adik binaan kampus yang ngga ngelanjutin belajar, mulai ikutan. Biar Allah Yang Jaga. Mau nanggis huhuheu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
NDAK PAPA IBUK, I LOVE MY SELF . . Sebetulnya, baru beberapa kali ikut panahan. Pertemuan pertama sudah wanti-wanti untuk meluruskan niat "Tolong, Ti. Fokus-fokus." Mungkin karena perdana jadi ekstra hati-hati. . . Pertemuan berikutnya jadi tantangan. Sebelum berangkat ada problem yang mengecoh fokus. Sepanjang jalan ke tempat latihan otak dipenuhi rasa cemas. . . Betul saja. Di arena, 3 kali panah melesat ke tanah. Tangan kiri cedera. Mental naik turun. Pulang kecewa. Wkwk karena sedih jauh-jauh, tidak optimal. . . Dari sana kami belajar untuk tenang, fokus, berani, dan menang. Bahkan secuil kesombongan pun terlihat dari bidikan. Pesimis pada kemampuan makin menurunkan performa. Bukan. Ini bukan tentang permainan yang digandrungi. Ini soal manajemen fisik & mental. Semakin percaya kita harus terus berbaik sangka pada apa pun. Ada takdir baik dalam prasangka yang baik. Doa jadi senjata utama 😊 . . #lahbelumtidur #berceritalebihdari30hari #ignoreyourworries #domorepraymore
Huaah lama banget ngga nulis di siniii. Banyak hal terjadi, termasuk pergerakan dunia yang terlalu cepat. Dan ada Allah yang tentunya semakin dekaat :””””
LOVE YOUR LIFE :)) . . Ehehe I wipe ma tears... Btw this is Astra Life insurance ads. I got this video from Facebook Kalis Mardiasih. Really effort to post it, trim then upload 😅 . . But I just want you know, love your life no matter what. Everybody love you... ☺
Allah guide me all the way to Your Jannah 🙏
Tiba-Tiba...
Tiba-tiba aku memandangi diriku sempurna. Sangat sempurna tanpa kekurangan satu kasih sayang apa pun. Hingga di satu waktu, aku membuka jurnal afeksi dan pengaruhnya pada aktivitas sosial. Aku betul-betul merasa tak ada satu kekurangan kasih dari keluarga. Meski... jika merunut 12 tahun ke belakang, aku tak punya sosok yang kujadikan panutan. Kakak misalnya. Atau kasih sayang dari laki-laki paling gagah, Ayah misalnya. Imaji kasih sayang ideal dari laki-laki yang digambarkan media massa, rasanya tak pernah kudapatkan kala itu. Kalau ibu itu sih sudah pasti. Beliau memberikan cinta secara utuh. Oh iya boro-boro kumpul di satu meja makan, detik ini saja kami tidak punya meja makan. Kami biasa makan sendiri-sendiri di kursi berbeda, dengan cara kami masing-masing. Namun meski begitu, ada kemandirian yang aku rasakan. Bahwa aku harus tetap melanjutkan hidup apa pun persoalan yang dihadapi. Iya, secara tiba-tiba terbesit. Masya Allah. Meski hidup tanpa curahan cinta yang utuh dari laki-laki di keluarga. Namun aku tetap tumbuh sempurna, bahkan masih dipandang baik oleh orang lain. Mungkin itu juga bagian dari kebesaran Allah menutupi aibku. Maka ketika ada ujian, aku menjadi acuh tak acuh dan tak peduli. Hidup harus terus berlanjut. Haah Allah, terima kasih Kau membuatku kuat...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Catatan Harian : Menikah Muda
Sudah tiga hari berlalu, semenjak saya menapaki kantor dan pekerjaan baru dengan lingkungan yang sama sekali baru, jauh berbeda dari kantor lama. Saat ini usia saya 24 tahun, dan rekan-rekan kerja saya tidak berhenti melontarkan pertanyaan: “Kenapa lo nikah muda?”
Bagi mereka, menikah muda mungkin bukanlah sesuatu hal yang biasa. Sebab mereka pun mengakui, diusia yang sama, yang mereka pikirkan adalah bagaimana mencari uang untuk (pertama) mencukupi kebutuhan hidupnya, (kedua) menabung, dan (ketiga) untuk mempersiapkan pernikahan.
Lalu saya berpikir lagi, bertanya pada diri saya sendiri: “Iya, ya. Kenapa saya mau menikah muda?” Sedangkan pada saat itu, kami berdua belum memiliki pekerjaan yang jelas. Saya tidak punya tabungan sepeserpun, dan dia belum lulus skripsi. Segalanya serba tidak jelas. Serba tidak memenuhi berbagai kriteria orang-orang tentang kemapanan sebelum menikah.
Tapi diantara semua lelaki yang memberi kode, hanya dia satu-satunya yang memberikan saya kejelasan. Kami hanya kenal selama tiga bulan, tanpa tedeng aling-aling, dengan yakinnya ia mengatakan bahwa ia mau menikahi saya. Dan di bulan keenam perkenalan kami, ia datang melamar saya.
“Nekat betul.” Kata Bapak saya waktu itu. “Memang kamu punya usaha apa?” Tanya beliau.
“Saya jualan karpet dan boneka, Pak.” Jawabnya mantap. Bapak hanya tersenyum. Sepulangnya ia dari rumah, Bapak berpesan, “Tidak ada yang salah dengan apa pekerjaan dia. Sebab dulu Bapak pun masih pengangguran, bahkan tidak punya penghasilan tetap ketika melamar Ibumu. Tapi Mbah, adalah satu-satunya orang yang yakin, bahwa Bapak mampu memberikan kehidupan yang baik dan layak untuk Ibumu. Begitupula Bapak, kepada Mukhlis. Bapak yakin, dia anak yang baik dan mampu menjadi lebih baik, lebih sukses dari ini.”
Aha! Saya jadi ingat, kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menikah muda, dan memilihnya sebagai pasangan sehidup sesurga. Bukan, bukan hanya karena kejelasan, melainkan satu hal lain yang tidak pernah bisa diberikan lelaki lain pada saya, pada Bapak saya, pada keluarga saya, pun pada keluarganya: Keyakinan.
Keyakinan bahwa ialah yang mampu memberikan hidup yang lebih baik untuk saya. Keyakinan bahwa bersamanya, hidup saya akan tenang, tak peduli jatuh bangunnya membangun rumah tangga, tak peduli seberapa besar penghasilannya. Keyakinan yang tidak melibatkan fisik, materi, dan jabatan dalam perhitungan ‘kesiapan menikah’. Keyakinan bahwa semuanya akan jelas pada waktunya. Keyakinan yang begitu kuat dan muncul tanpa perlu perkenalan yang lama, tanpa hubungan apa-apa. Dan semakin kuat tentunya dengan segala permunajatan yang kami sampaikan kepada-Nya.
“Abi, kenapa sih mau nikah sama ibuk?” Sudah satu tahun satu bulan usia pernikahan kami, dan pertanyaan itulah yang masih selalu saya tanyakan setiap hari.
“Hmmm. Ga tau. Yakin aja pas lihat ibuk.” Katanya, setiap hari. Lalu melihat saya, mencium kening dan memeluk saya. Kadang saya gemes kenapa jawabannya gitu doang, kok bukan karena saya cantik (pengen banget wkwk), dan karena saya begini dan begitu. Tapi, itulah yang juga terjadi pada saya.
It is simply because I believe in him, and he believes in me.
Saya kembali menatap teman-teman saya, belum menjawab apa-apa. Saya hanya kembali bertanya,
“Kalo lo sendiri, kenapa lo belum nikah-nikah?” dengan nada bercanda. Untungnya teman-teman saya bukan tipe orang-orang yang baper dengan pernikahan. “Masih banyak yang mau gue persiapkan.” Jawabnya, lalu berlanjut pada becandaan-becandaan lainnya yang tidak pernah serius dan tidak pernah bawa perasaan.
Tidak ada yang salah dengan kenapa menikah muda atau kenapa belum menikah. Sebab bagi saya, jawabannya tentu sama saja: Masing-masing punya jalan, pandangan, dan prinsip hidupnya sendiri. Masing-masing punya keyakinannya sendiri. Dan tentang keyakinan orang lain, adalah hal yang tidak perlu dipersoalkan, dipertanyakan, apalagi diperdebatkan.
Tidak ada yang salah. Yang salah adalah ketika kita mempertanyakan keyakinan orang lain, tanpa mempertanyakan, mengoreksi dan memperbaiki keyakinan kita sendiri.
Depok, 22 September 2017.
Jam 7 pagi dan masih sempat menulis.
Jamikanasa.
RTM: Lima Fase Adaptasi dalam Pernikahan
Sudah memasuki tahun pernikahan yang ke berapa? Sorry, tidak bermaksud membuat yang belum menikah bersedih. Aku hanya mau berbagi yang aku baca tadi waktu nyiapin presentasi untuk acara seminar Ibuku. Lagipula setelah baca ini, yang belum menikah (dan sedang ngebet ke pelaminan) mungkin akan berhenti menganggap pernikahan sebagai jalan keluar ajaib dari satu problematika dan krisis dewasa awal: kesepian.
Ketika menikah, ada banyak hal yang harus disesuaikan. You name it: dari kebiasaan kecil kayak gaya nyimpen sendal; menghadap depan atau belakang, sampai prinsip-prinsip penting kayak pengasuhan. Nah, menurut hasil observasinya Mbak Michele Weiner Davis selama jadi konselor pernikahan, ada lima tahapan adjustment yang dilalui pasangan setelah menikah.
Tahap 1–Euforia perasaan
Ini pas pernikahan baru seumur seminggu dua minggu, sebulan dua bulan. Ada perasaan semacam, “Yeay, I’m lucky! Pasanganku perfect. Baik, romantis, pengertian. Aku ngga salah nikah sama dia!” Di tahap ini, jelas pasangan saling menerima dengan mudah. Wong yang diperlihatkan baru yang enak-enaknya aja.
Tahap 2–Mempertanyakan
Di tahap ini, mulai nih ketahuan keburukan-keburukan pasangan yang bikin ngga sreg. Muncul deh bisikan2 kayak, “Ih ternyata dia orangnya ga asik. Kok dulu aku mau ya nikah sama dia?” Ada godaan untuk menyesali pilihan kita untuk menikah. Ada keraguan apakah kita menikahi orang yang tepat? Mulai nih ada guncangan. Konflik. Jedar jeder boom.
Tahap 3–Mengubah
Muncul deh kebiasaan natural manusia untuk merasa dirinya paling benar, sehingga pasangan mesti ikut cara dia, pasangan mesti berubah karena dia inginnya gitu. Titik. Tutup buku. The end. Nah akhirnya muncul tuntutan, “Kamu nggak boleh gini kalau mau kita bertahan. Kamu harus berubah!”
Berubah jadi lebih baik itu emang perlu. Tapi ngga dengan mengendalikan, merendahkan, menganggap diri sudah final, menganggap diri paling benar. Cara yang baik sih memulai dari diri sendiri. Evaluasi bersama, apa yang bikin berantem. Tidak mungkin terjadi konflik kalau kedua pihak tidak ngotot merasa yang paling benar. Jadi pasti dua pihak punya kontribusi dalam konflik.
Tahap 4–Menerima
Di tahap ini, mungkin karena proses pembelajaran dan pertambahan perspektif, pasangan mulai ngeh bahwa ada hal yang bisa diubah, tapi ada juga hal yang ngga bisa diubah dari pasangannya. Satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menerimanya plus sedikit santai, “Yaa dia emang bawel sih orangnya. Tapi gimana ya, aku terlanjur sayang…”
Tahap 5–Melanjutkan hidup bersama apa adanya
Di tahap ini, semua tuntutan2 itu sudah lapur. Tertelan oleh penerimaan, pemaafan, dan pemahaman. Penerimaan utuh atas pasangan benar-benar tercapai.
Apapun yang terjadi, kamu dan pasangan hanya ingin tetap jadi pasangan selamanya…..sampai maut memisahkan.
Perlu banyak humor dan kemampuan menertawakan masalah untuk bisa sampai ke tahap ini.
Pssst….dan kata Empunya observasi ini, hanya 50% pasangan yang bisa sampai ke tahap ini. Deziqq.
(foto dari pinterest)
Jadi happy ending dalam pernikahan itu ada? Ada. Tapi lihat dulu jalannya. Yang jelas ngga semulus yang diceritakan dongeng-dongeng. Happy ending dalam pernikahan itu lahir dari proses yang panjang. Dan mendaki. Bukan pula berupa rangkaian cerita manis setiap saat. Tapi justru melalui kekacauan, konflik, perbedaan, huru-hara, perang dunia, tapi di akhirnya pasangan tetap bisa tertawa sambil berkata, “Aku tetep sayang!”
....
Have a safe journey!