Telek
macklin celebrini has autism

TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn

Origami Around
Keni

Monterey Bay Aquarium

❣ Chile in a Photography ❣

Discoholic 🪩
NASA

roma★

titsay

@theartofmadeline
almost home
hello vonnie

if i look back, i am lost

Kaledo Art

seen from Iraq
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from Algeria

seen from United States
@opininiam
Telek

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Memilih Eke Sebagai Kata Ganti Pertama
Dibandingkan bahasa lain , yang saya ketahui, bahasa negeri ini menyimpan kekayaan berlebih. Contoh sederhananya kata ganti orang pertama, akuan. Ada aku, kulo, ingsun, gw, bahkan eke. Saya disini mau menyarankan menggunakan eke untuk menulis. Alasannya terurai di bawah:
Aku dan Kebaperan.
Senior saya di organisasi suatu ketika mengatakan bahwa lebih baik menulis blog menggunakan aku-kamu saja. Kesannya lebih dekat dengan pembaca dan bisa menyentuh aspek pribadi pembaca. Awalnya saya setuju. Tapi tidak dengan sekarang. Beberapa kali saya sempat menulis menggunakan aku dan saat tulisan itu saya baca. Dalam hati, saya berucap “Cie-cie”. Karena ada aku kamu. Kata ganti yang digunakan dalam dunia perpacaran. Saya khawatir apabila menggunakan kata ganti ini akan ada yang baper. Ada sosok yang menyangka saya suka dia. Padahal tidak sama sekali. Atau, kalau teman-teman sudah bermantan, ini tidak kalah bahaya. Penulisan aku-kamu bisa diartikan tanda mengajak balikan. Kan gak enak sama pacar sekarang.
Saya dan Tinggi Derajat.
Tujuan menulis itu untuk membumi. Kecuali kalau teman-teman pingin seperti Viki Prasetyo, itu urusan lain. Banyak profesor yang cerdas dalam memahami namun kurang dalam menyampaikan. Musababnya, profesor tersebut terlalu terpaku dengan bahasa buku. Atau dengan kata lain, memberi jarak antara dirinya dengan pembaca awam. Menulis dengan bahasa tinggi jelas bagus dalam ranah ilmiah, namun dunia kan tidak semuanya ilmiah. Kata ganti saya menunjukan derajat yang lebih tinggi dan cenderung kaku. Ini kata ganti formal. Dampingan kata saya adalah anda atau kata ganti kedua lain yang formal. Sangat tidak enak memakai kata ganti saya. Berhubung ini postingan pertama saya, jadi kata ganti orang pertama menggunakan saya saja. Maaf ya.
Kulo - Ingsun - Isun dan kekhususan.
Kulo-Ingsun-Isun ini mudah dipahami jika anda di jawa timur. Namun ketika di daerah lain, akan janggal terasa. Lebih baik menggunakan kata ganti lain yang mudah dicerna. Indonesia bukan hanya jawa, jadi perlu pemahaman untuk juga menghargai bahasa lain.
Kita dan Makassar.
Kita dalam bahasa indonesia memang dipakai untuk kata ganti orang pertama (orang yang bicara) jamak. Di mayoritas wilayah sulawesi-pun, kita digunakan sebagai kata ganti orang pertama tunggal. Namun tidak di Makassar. Kita digunakan untuk kata ganti orang kedua, setara dengan kamu. Kan jadi salah kaprah nantinya jika niat kita menggunakan kita sebagai orang pertama tapi diartikan sebagai orang kedua. He he
Eke dan Netralitas.
Eke adalah kata paling netral di negeri ini. Juga bisa menjamah semua kalangan, bahkan kalangan minoritas. Eke menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki kata ganti orang pertama lain. Misalnya, dibandingkan dengan aku, eke jelas lebih berjarak. Ini yang perlu diingat.
Jarak itu penting agar tidak timbul kebaperan. Seorang menggunakan eke akan terasa netral, ia tidak disangka suka seperti yang terjadi di aku. Dibandingkan dengan Saya, Eke lebih dekat. Ia tidak memberi sekat selebar saya. Ia lebih dekat namun tidak sedekat aku. Tulisan yang terlalu jauh akan sulit dirasa dan terlalu dekat membuat kebaperan timbul mudahnya.
Terakhir, Eke adalah bentuk merendahkan diri. Ini yang harus dipahami penulis. Eke adalah simbol minoritas yang keberadaannya sering ditertawakan. Menggunakan eke bisa membuat orang lain tertawa. Selain itu, paling inti, penggunaan eke adalah cara terbaik untuk menertawakan diri sendiri.
Mutiara Bangsa Sebelum Pemilu Depok