Follow us @anxietyproblem

Product Placement
will byers stan first human second

bliss lane
The Bowery Presents
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!
RMH
Jules of Nature

#extradirty
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

h
noise dept.
Today's Document

Kiana Khansmith
Claire Keane

titsay
occasionally subtle
seen from Iraq

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Germany

seen from Argentina
seen from Spain
seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Brazil

seen from Peru

seen from Pakistan
seen from Tunisia
seen from United Kingdom

seen from Mexico

seen from Mexico
seen from Mexico
@omongan
Follow us @anxietyproblem

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
S E M A N G A T M E R A I H S E G A L A P O S I T I V I T Y 💘💟💞🌸🌹🌺🍉🍑🌞🌙💜💚💗💕👍💕💞🍑🍉💚💗🍒🌸🌺💞💕💚💗💟🍓⭐💫💓💋💫⭐🌸😇🌞😍🍉💚😍💗💕⭐💫💜💘😇✔⭐🍉🌺🌹🌸😂😃💟💓 Youre on your own pace, sal! Youre also on your own pace, ul! We're both okay!
Gelap
Akhir akhir ini saya "mengoceh".
Pada awal ocehan, i really feel comfortable. I see other people laughing and happily use the platform.
Saya adalah pengidap anxiety disorder. Disaat saya sedang sangat prima dan bahagia, saya mengoceh lebih sedikit. Saya tertawa melihat yang lain. Saya bangga dan tidak memiliki rasa takut. Saya tidak memikirkan hal lain selain kebahagiaan saya.
And when the dark phase attack, i really going deep down and leave everything behind.
Frekuensi ocehan saya naik. Saya tersinggung dan menyinggung. Takut dengan pikiran selain milik saya. Saya sebisa mungkin terlihat berada diatas siapapun. And it was really, really exhausting to be attacked by those negativity.
Pada awalnya, saya mengoceh untuk menerangkan fase gelap yg menimpa saya. Dan itu berhasil karena saya gak peduli siapa yang melihat ocehan saya. Tapi lambat laun platform tsb toxic karena semakin dalam saya menyelam, semakin gelap laut yg saya lihat. Betapa di sisi lain manusia menjatuhkan satu sama lain dengan semprotan omong kosong dari mulut mereka. Tak damai. Tak kondusif. Membuat saya takut seseorang melihat saya. Saya sebenarnya hanya tinggal hengkang dari sisi tersebut namun sayang, sekali saya melihat, saya tidak bisa membuatnya menjadi tidak melihat. Praktisnya sisi tersebut mengerikan.
Maka, saya tidak tahu apakah platform tersebut menyenangkan atau tidak. Apakah platform yg lain dapat lebih tenang. Apakah kembali ke dunia nyata dapat menerangkan padahal ialah yg mematikan lampunya???
Jadi apakah ada tempat yg tidak mengerikan yg bisa saya kunjungi? Beri saya saran, saya akan kesana!
Bahagia
Beberapa waktu lalu saya ditanyai dua pertanyaan yang oleh nya tidak penting tp saya tidak bisa menjawabnya dengan mantap juga.
"Kebahagiaan itu apa"
"Berapa nilai dirimu (range: 100)"
Lalu efeknya adalah otak saya bekerja lebih banyak dari biasanya.
Range saya? Sudah pasti bukan 100. Tidak mungkin sesempurna itu. Harus ada kesalahan. 80? Hmm, saya dulu waktu SMA udh cukup puas sama nilai itu dan saya tidak puas dengan diri saya maka bukan. 50? Saya masih punya harga diri dan gengsi karena saya adalah orang, saya pikir tidak mungkin jumlah kesalahan dan kebaikan saya seimbang sekali seperti itu maka sama bukan. Bagaimana dengan 70? Saya mengulang pernyataan tersebut dua kali dan sepertinya, angka tersebut cukup adil. Jadi saya adalah manusia bernilai 70 bagi saya, manusia bernilai rata rata, agak baik sedikit tapi masih cukup jahat.
Lalu apa itu bahagia? Saya terdiam. Ini jawaban2 saya yang terpikir dan ternyata masih menyimpan beberapa hal yang salah.
"Yang membuat saya tersenyum" : tidak, karena saya bisa saja tersenyum saat hati saya begitu keruh.
"Yang membuat saya menangis" : tidak, karena sayapun dibuat menangis oleh hal hal yang memekakkan jiwa.
"Yang membuat saya mencintai" : saya mencintai beberapa manusia sejak bayi, dan saat itu saya bahkan belum bisa merasakan apapun.
Jadi, adakah jawaban yang benar benar bisa menjelaskan, apa itu bahagia?
Tolong, beritahu saya! Karena akhir akhir ini, saya bisa selalu mengatakan bahwa saya sedang tidak bahagia, namun sejatinya (setelah berpikir setelah ditanya) saya tak tahu arti bahagia itu apa.
Sakit jiwa
"Jangan merasa kerja sendiri. Toh kalau kita tidak ada disitu, yang lain gak akan peduli."
Kata kata ini bahaya sih sebenernya. Buat yang merasa sendirian, kecil dan tidak pantas, hal itu adalah terdengar seperti sebuah perintah. Yang tentu dengan sifat penurut mereka, akan penuh hormat dilaksanakan.
Anehnya, kudengar hal itu dari seorang yang sering dipanggil dimana mana untuk menjadi pembicara.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I dont know how to live
Krisis.
Beberapa waktu lalu, aku sempat melakukan suatu hal yang berdampak agak besar ke orang lain. Tentu ada alasan dari perilaku itu. Tapi jujur saja, itu sangat membuat saya guilty.
Aku akhirnya bertemu dengan orang yang menjadi alasan dari perilakuku itu dan kami saling meluruskan tentang apa yang kami rasakan satu sama lain. Mengapa aku begini, mengapa kamu begitu, apa yang kamu/aku inginkan supaya tidak begini/begitu lagi. Dan melalui pembicaraan yang bagiku masih kurang cukup dalam namun sudah sangat meluruskan masalah kami, aku jadi sadar tentang banyak hal.
Pertama, manusia sangat salah dipahami. Banyak sekali manusia yang hidup di muka bumi ini dan banyak sekali pula yang manusia simpan dalam ruang batinnya yang tak terbatas luasnya. Namun, kesalahpahaman terjadi karena manusia berpikir mereka selalu akan dipahami oleh yang lainnya tanpa perlu mengucapkannya. Padahal, komunikasi adalah koentji. Harus dikomunikasikan!
Kedua, kita bukanlah satu satunya yang berjuang. Saat ada suatu hal yang belum lurus antara dua insan, kita pasti selalu terganggu akan kehadiran orang tersebut. Di grup, di tatap muka, di personal chat, kalo dia mulai mencoba berhubungan lagi dengan kita, pasti kita akan merasa terganggu. Nah, padahal, dia juga sebetulnya sangat segan untuk melakukan itu. Kita merasa kita sangat terganggu saat diminta kembali menemuinya atau bekerja dengannya, padahal sebetulnya, diapun merasakan hal yang sama, segan untuk menemui kita. Bahasa sehari harinya, bukan cuma kita yang males.
Aku baru menyadari dua hal tersebut saat melakukan pembicaraan kemarin. Yang aku terus rasakan dan inginkan adalah pembelaan diri dan pemakluman. Sehingga, diriku yang kupikir sudah cukup mampu memahami manusia ini tetap melewatkan poin tersebut. Aku sudah menjadi egois. Begitupun lawan bicaraku, rupanya dia salah paham dan belum cukup mengetahui pokok masalah kami.
Maka sebaiknya, lakukanlah pembicaraan seperti itu hanya disaat kalian merasa ikhlas dan berpikiran jernih. Supaya hal hal yang terlontar tidak membuat kalian menyesal. Ucapkanlah maaf bila memang kamu sadar itu salah, dan utarakan perasaan kalian secara objektif. Aku tidak suka bila kamu begini, aku inginnya kamu begini. Beri saran dan feedback setelah beropini, jangan hanya menuduh atau menyalahkan. Beritahu bahwa apa yang sudah dia lakukan itu tidak benar, atau menyalahi prinsip kerja kita.
Sehingga, yang terjadi selanjutnya adalah kita harus siap untuk melakukan hal yang tidak kita suka demi keberjalanan pekerjaan yang harmonis. Ngomong opo to aku kui wkwkw. Kalo kita ingin di treat dengan baik, jangan sampe kita tidak nge treat orang tsb dengan baik juga. Gak boleh egois. Makanya yang terpenting itu komunikasi. Sampaikan hal hal yang kalian inginkan dengan baik, jangan sampai kalian diem aja bilang gak papa tapi kalian terus terusan membuat resah banyak orang.
Dan yang terakhir, maafkan diri satu sama lain dan ucapkan terimakasih. Jujur saja, setelah aku rasa temanku itu cukup paham dengan perilakunya yang membuatku melakukan sesuatu yang mengganggunya, aku sangat lega dan tiba tiba melupakan semua hal hal yang membuatku males bertemu dengannya. Betapa rupanya dipahami itu sangat menyenangkan hati. Akupun mencoba memahami temanku itu dan meminta maaf atas perilakuku. Mulailah perjalanan baru dengan si dia, lupakan yang sudah berlalu dan teruslah maju. Kata kata yang sangat ngena yang diucapkannya padaku adalah:
"Kita gak boleh bikin standar diri sendiri, Ul. Kita harus lebih baik terus. Kalo kita ngerasa cukup dengan hal hal standar itu, gimana mau bikin yang lain baik juga?"
Itu cukup membuat aku memahami letak kesalahanku. Aku senang ada yang mengatakannya padaku, karena kalo gak gitu, aku akan terus stuck disini, ngelihatin semuanya maju dan bahagia tanpa bisa ngelakuin apa apa.
Dah gt aja. Feedback itu penting guys! Janlup ngasih feedback ke orang yang penting di hidup kalian yaaa, semoga kalian semua selalu bisa menjalani krisis krisis yang terjadi di hidup kalian! Aamiinn
Kayak yg pada peduli aja....
:(
Muka.
I have this one friend, who told me a feedback for myself that i should not memperlihatkan story di instagram atau konten2 dimanapun yang menunjukkan hal yang kurang berkualitas.
(ya itu relatif karena cara pandang manusia pasti berbeda, tp anggep aja itu adalah hal yang bener bener gak mutu di semua mata orang hidup)
Tapi i have this on my mind.
Orang orang kebanyakan menunjukkan hal yang sangat terbalik dari kualitas dirinya. Bukan gitu juga sih. Maksudnya, mereka menunjukkan hal2 yang baik saja dari kehidupannya. Terkesan munafik, tp ya itu memang fitrah manusia sih. Akupun rasa rasanya gitu juga.
Maka sejujurnya aku ingin membalikkan hal itu. Aku pengen aku sejujur mungkin dalam berbagi. Aku suka hal ini lalu aku share. Aku begini saat melihat itu, lalu aku share. Simpel kyk gitu. Mau bermutu atau tidak, berkualitas atau tidak, when i feel like “uh i’ll share this”, i will. Untuk judgement orang orang, aku pikirkan nanti, saat kita udh bertemu dan ngobrol. Aku memcoba jujur dengan diriku dan aku gak munafik, aku ternyata lebih nyaman untuk nyatain semuanya lewat direct omongan ketimbang lewat tulisan meski aku seneng nulis dan introvert (yaaaahh pipol, stereotip introvert adalah orang yg gak suka ngomong). Jadi aku biarkan orang orang menilai aku apa adanya waktu udh kenal. Aku pasti akan menunjukkan hal hal yang berbeda dan mengejutkan. Bisa jadi, kualitas diriku jauh berbeda dgn apa yg mereka pikir awalnya. Mungkin lebih bagus atau lebih buruk. Its okay, why not? Yg penting aku selalu berusaha menjadi lebih baik meski diiringi dengan trial dan error. Namanya juga mencoba. Dan yang terjadi adalah aku memilih untuk tidak menunjukkannya (menjadi lebih baik). Dengan tujuan untuk merendahkan ekspektasi manusia wkwkw karena Taehyung once said this and it was relatable: when you dont have much expectation i can impress you. And thats right because i dont want to feel pressurred of those expectation wkwkw.
Tp aku tetap mempertimbangkan feedback temanku itu. Aku akan terus menyaring konten apa yg akan aku tunjukkan. Dan membuatnya bermanfaat bagi yang lain. Bismillah.
Jadi, ekspektasi apa yg kalian pikir saat kalian belum mengenalku?
Semarang, April 2018
Sejujurnya, aku punya akun secreto.
https://secreto.site/id/1336807
Gak tau buat apa...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Consider it. Please
Aku ga tau sudah bener apa belum, tapi, i will not regret it.
Yang kurasakan sekarang, aku tidak lagi marah atau kecewa apabila melihat sesuatu yang membuat aku merasakannya dulu. Namun, aku tak lagi mau berpikir apa yang mereka rasakan terhadap perilakuku, secara berlebihan. Karena toh, hidup mereka tak berporos padaku, jadi, aku hanya akan bersikap baik seperlunya saja. Aku yakin mereka pun paham dengan apa yang kumau dan bagaimana tanggungjawabku.
Semoga ini yang membuat nyaman kita semua. I feel fine.
Bismillah, semoga aku selalu bertambah baik karena itu yang berusaha aku lakukan.
(yang mana lebih terdengar seperti hal yang tak mungkin tapi tetap tak akan berhenti kulakukan)
(and also, maybe im just a joke for you, but you, are not a joke for me.)
Can i just not okay...
"Hahaha, cewek strong,"
- Agama, hobi eyel.
(And it goes through my mind that day, all night long)
Personality
If it is a person, then it must be Namjoon.
If it is a song, then it must be Suga.
If it is a crush, then it must be Taehyung.
The difference between fanacc and aulia hasna
Me: relatable
Me: what happen to sugas face
Me: why he said that
Me: v just scrolling when rm said something, they must be arguing that time.
Me: oh theyre faking this scene
Me: jungkook's hand got fidgety
Me: suga do not care
Me: what is on rm head
Me: omg so sad the reality omg a sad truth
Fanacc: JIN FINESSED JIMINS DICK
Fanacc: bighit up to some shit they purposely cover jungkook face
Fanacc: *jimin and jungkook eating* they both are hoes
Fanacc: I LOVE U SO MUCH I ROB ALL THE STARS for u and tuck u to sleep with blanket that are warmer than ur heart
Fanacc: *hoseok choking jimin* tag urself im hoseok
Fanacc: *jungkook lying on the stage exhausted* goddamn he really wants me to give him the biggest succ of his life
Fanacc: I LOVE U
Fanacc: *posts a ringy zoomed in hand*
Fanacc: im w h i p p e d
Ahahaha just an intermezzo. Sometimes i got exited and hyped and do some silly thoughts too. Im stealing all the fanacc reaction from bangtansus' insta story. She got me cackled all the time just like i put it on this post.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
When i have a husband, i want to do a deep, creep, heavy talk with him about evERYTHING until one of us passed out because lacking stock of question. And do some profound research if we have no idea about the topic. Together.
It will be a VERY FUN THING TO DO actually.
March 2018, Jatinangor
Astaghfirullah. Aku gak nyangka, ternyata aku adalah salah satu objek yg (sempat) berhasil dalam perang pemikiran. Ya, aku kalah. Aku kalah dalam perang pemikiran. Setiap teteh pementorku memberi materi tentang hal itu, aku cuma bisa mendengus karena saat itu aku sudah kalah. Aku tak bisa mempertahankan imanku karena aku makin menginginkan kebebasan, aku tak mau dikekang, bahkan aku mulai santai mengerjakan hal yang dilarang Tuhan (yg aku Allah). Aku tidak suka dilihat alim atau kalem. Baju syariku, kerudung panjangku, kaos kakiku dan manset tanganku tetap menempel di rutinitas sehari hari, namun dalam hati aku bingung kenapa aku menggunakannya. Aku seperti menggunakan topeng. Aku sholat, tp aku tak merasa Islam menggelora di hatiku. Aku mentoring, namun bukan untuk menyegarkan kepala dan mengupgrade iman, aku malah berusaha menjatuhkan semua statement si pementor. Semua kajian membuatku makin mati rasa. Akupun bangga dibilang liberal. Aku mendukung orang religius di agama selain milikku, dan malah meragukan orang religius di agamaku sendiri. Aku merasa senang dengan org yang memperjuangkan hal yang mereka sebut ‘hak’ dan ikut merasa sedih bila manusia tidak dimanusiakan. Dan, aku tak bisa membohongi diriku kalau aku sungguh sudah sangat jauh dari Islam. Aku tak bisa lagi membedakan yang haq dengan yang bathil. Namun, alhamdulillah. Rangkaian itu berakhir saat aku liburan kemarin. Aku berada di titik terendahku karena aku mulai melihat kematian. Aku bersyukur saat ini aku masih bisa kembali dan tidak melakukan hal bodoh ini lebih lanjut, setidaknya kini aku berusaha berjalan maju, beriman kembali, sedikit demi sedikit. Bismillah. Dan aku sangat takut dan bergetar saat aku mulai membaca hal hal tentang Dajjal. Aku mulai merasa dibodohi dengan mereka mereka kaum yang sempat kubela dan kuanut dalam batinku. Dan beruntunglah aku, aku tak sejauh yang terlintas dalam benakku, meski sesungguhnya yang kulakukan itu sudah sangat kurang ajar. Astaghfirullah, astaghfirullah. “Allah, Yang Maha Pembolak Balik Hati”, aku kini baru sungguh sungguh merasakan kebenaran dari kalimat tersebut. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah dan dapat melakukan taubat sebelum terlambat. Karena sesungguhnya kalau kita masih sadar hati kita dimatikan sebelum kita mati, kita adalah akan bertaubat. InsyaAllah. Jatinangor, Maret 2018.