A "Super" man with his "money maker machine" (at Surakarta, Indonesia)
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
I'd rather be in outer space πΈ
Not today Justin

Product Placement
RMH

pixel skylines
cherry valley forever
Jules of Nature
$LAYYYTER
styofa doing anything
art blog(derogatory)
ojovivo

blake kathryn

@theartofmadeline
Xuebing Du

β£ Chile in a Photography β£
Acquired Stardust
Game of Thrones Daily
occasionally subtle

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Spain

seen from Sweden
seen from United States

seen from Brazil

seen from Malaysia

seen from TΓΌrkiye
seen from Norway

seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from South Korea

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from Philippines
@nustales
A "Super" man with his "money maker machine" (at Surakarta, Indonesia)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Sepakbola (Mungkin) bukan budaya Kami. Tapi Sriwijaya FC adalah Jiwa Raga Kami.
This article was an article that made me won an original jersey of SRIWIJAYA FC that used in The Final of President cup. here it is!
Palembang, adalah kota tertua di Indonesia, kota pempek ini berumur lebih dari seribu tahun. Kota yang terletak di selatan pulau Sumatera ini memiliki populasi lebih dari satu juta jiwa, yang menyebabkan kota ini menjadi padat dan βsibukβ, di kota yang tua inilah sebuah tim sepakbola yang βmasih sangat mudaβ bermarkas. Ya, tepat sekali, tim yang saya maksud adalah Sriwijaya FC, tim sepakbola kebanggaan wong Palembang dan kebanggan masyarakat Sumatera Selatan, wajar tim ini saya sebut masih βmasih sangat mudaβ tahun ini tepatnya 23 oktober 2015, Sriwijaya FC baru berusia 11 tahun. Masih sangat muda untuk ukuran sebuah tim sepakbola, bandingkan dengan PSM Makassar yang berdiri tahun 1915 (tahun ini berusia 100 tahun) atau PSIM Yogyakarta yang berdiri tahun 1929 (berusia 85 tahun) tapi di usia yang masih belia ini bukan berarti Sriwijaya FC tidak memiliki prestasi, sederet prestasi membanggakan telah diukir tim berjuluk βlaskar wong kitoβ bahkan tim ini mencetak rekor yang belum bisa disamai oleh tim manapun di negeri ini. Rekor yang saya maksud adalah Double Winner di tahun 2007, dan juara Copa Indonesia 3x berturut turut 2007,2008,2009. Luarbisa bukan?. Itulah yang membuat saya sangat bangga sebagai wong Palembang dan sebagai Pendukung setia Sriwijaya FC.
Jika bicara tentang SFC, Saya kembali teringat pertama kali saya menonton pertandingan pertama saya, kala itu saya masih duduk di kelas 4 SD, pertandingan SFC yang pertama kali saya saksikan adalah pertandingan melawan PERSIB bandung, pertandingan yang terasa istimewa bagi saya, karena pada saat itu adalah saat dimana saya untuk pertama kalinya menonton pertandingan sepakbola langsung di stadion. Tidak hanya itu, pertandingan itu juga merupakan pertandingan pertama sebuah tim yang bernama Sriwijaya Football Club, tim yang kelak di masa yang akan datang adalah tim yang menjadi alasan saya untuk meninggalkan rutinitas sejenak dan menyisihkan waktu untuk pergi ke stadion hanya untuk bernyanyi, berteriak dan menonton dengan seksama pertandingan demi pertandingan yang dihadapi oleh tim ini. Kembali ke pertandingan SFC vs Persib, pada pertandingan itu saya masih ingat kalau tidak salah, SFC masih memakai kostum berwarna merah, bukan kuning, seperti sekarang ini. pertandingan yang berkesudahan dengan skor 1-1 itu sudah cukup untuk membuat saya merasa senang karena saya berkesmpatan hadir langsung di stadion Gelora Sriwijaya dan menjadi saksi hidup dari awal perjalan tim Sriwijaya FC.
Setelah pertandingan itu, saya selalu ingin hadir dalam setiap pertandingan kandang SFC, bahkan tidak jarang saya Β menegluarkan jurus andalan, yaitu menangis di hadapan orangtua saya jika mereka menolak untuk membawa saya ke jakabaring. Pertandingan demi pertandingan pun sering saya saksikan baik langsung di Jakabaring, beberapa kali di stadion lain, ataupun melalui TV. Tapi diantara itu semua itu, saya paling suka menonton SFC langsung dijakabaring, karena saya merasa atmosphere di kandang sendiri akan terasa berbeda dengan menonton di kandang lawan, apalagi menonton di TV. Suara gemuruh drum, nyanyian yang tak henti hentinya di lantunkan oleh supporter SFC baik itu, Singa Mania ataupun Sriwijaya Mania, membuat saya merasa sangat senang dan bahagia. Terdengar Β berlebihan mungkin, tapi itulah yang memang saya rasakan ketika saya menonton langsung SFC di jakabaring, apalagi jika semua sudut stadion jakabaring dipenuhi pendukung SFC, kalau kata anak-anak jaman sekarang βfeel nya tuh dapet bangetβ.
Tapi dibalik semua itu, saya kadang-kadang sedikit βdongkolβ dengan fans SFC. Kedongkolan saya akan terjadi ketika saya menonton langsung di jakabaring, tetapi kondisi stadion tidak seperti yg saya harapkan, jumlah penonton yang hadir tidak terlalu banyak, bahkan sepi. Hal ini biasa terjadi di jakabaring ketika prestasi SFC sedang menurun, biasanya hanya sedikit fans SFC yang akan datang ke stadion jika pada musim tersebut performa SFC dianggap gagal memenuhi Β harapan mereka, contohnya pada 2 musim belakangan ini jika saya menyaksikan pertandingan dari TV (karena saya sekarang kuliah di jogja) jumlah penonton di stadion jakabaring sangat sedikit, bahkan 2 tahun yang lalu ketika saya pulang ke Palembang, saya menyempatkan diri untuk hadir dan mendukung SFC, kala itu SFC menghadapi PBR di jakabaring, ketika saya masuk ke stadion, saya terkejut melihat suasana stadion yang sangat sepi, jumlah penonton yang hadir mungkin tidak sampai 5000an orang, bahkan kalo boleh jujur, suasana stadion waktu itu masih kalah meriah dengan suasana pasar malam yang ada di kampung-kampung. Hal inilah yang membuat satu pertanyaan besar terlintas di pikiran saya, βngapolah men lagi saro dikit nian yang nak nonton sfc? beda men lagi juaro, penuh nian jakabaring sampe meluber luber β seperti itulah pertanyaan yang terlintas di pikiran saya ketika melihat stadion jakabaring βsepi pengunjungβ. Mungkinkah hal ini terjadi karena Sepakbola bukan merupakan kultur/ budaya wong Palembang?
Bicara tentang kultur/budaya sepakbola, jawaban dari pertanyaan saya diatas mungkin bisa benar, bahwa sepakbola bukan merupakan budaya wong Palembang, mungkin bisa salah, karena ini Cuma pendapat pribadi saya sebagai wong Palembang. Β Tapi jika kita melihat daerah lain di Palembang yang memiliki βbudaya sepakbolaβ lebih kuat dari Palembang Β seperti Malang, Bandung, bahkan Jogja sekalipun. Bisa kita lihat, jika Arema malang bertanding, sudah Β bisa dipastikan puluhan ribu Aremania akan mendukung mereka di setiap laga, tak peduli mereka sedang bagus atau tidak di musim itu. Ya, budaya sepakbola memang kental terasa jika kita berada di malang, bahkan ketika saya jalan-jalan kesana, tukang bakso disana yg sempat mengobrol Β dengan saya, berkata βarek malang itu mas, terlahir untuk menjadi Aremania, sejak lahir kita semua orang malang sudah resmi jadi Aremania masβ begitu kata si tukang bakso, luar biasa bukan? Β Teman kuliah saya yang berasal dari malang pun mengatakan hal yang sama kepada saya, βkalo di malang itu, arema itu udah kayak agama ke 2 buat orang malangβ Β dalam hati saya Cuma bisa berkata βgilo nian wong malang niβ pun juga ketika kita membahas Bandung, bayangkan jika kita melihat pertandingan Persib dari layar kaca beberapa tahun belakangan sebelum mereka juara ISL kemarin, stadion selalu di padati oleh bobotoh walaupun selama lebih dari 10 tahun persib tidak pernah juara liga Indonesia/ ISL sekalipun. Begitujuga dengan Jogja, sekalipun PSS sleman dan PSIM Yogyakarta bermain di divisi utama, stadion selalu dipadati puluhan ribu supporter mereka. Β Berbeda dengan di Palembang, padahal jika kita melihat secara prestasi, dalam 11 tahun perjalan SFC, kurang lebih 10 trophy sudah diraih, tapi ketika bermain stadion jakabring, kondisi stadion kadang sepi kadang rame, tergantung pada performa SFC dimusim itu. Mungkinkah loyalitas masyarakat Palembang kepada SFC Cuma secuil ?.
Tapi, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan wong Palembang karena kurangnya dukungan pada SFC ketika sedang βjeblokβ Β toh juga tingkat loyalitas tidak bisa diukur dari seberapa sering supporter ke stadion, tidak datang ke stadion bukan berarti mereka akan berhenti menjadi supporter SFC. Mungkin mereka tidak datang ke stadion sebagai bentuk kritik terhadap penampilan SFC yang kurang bagus dan jauh dari ekspektasi. Β mungkin juga mereka punya alasan lain untuk tidak datang ke stadion, mulai dari jarak stadion yang jauh dari rumah, jalanan yg macet, atau pertanding SFC di jakabaring disiarkan di TV, tentunya mereka lebih memelilh menonton dirumah karena lebih irit biaya. Tapi Yang terpenting adalah masyarakat Palembang tetap mendukung SFC walaupun tidak secara langsung hadir di jakabaring, dan masyarakat Palembang tetap punya sense of belonging Β pada Sriwijaya FC. karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung SFC, bahkan hanya melalui TV sekalipun. Walaupun dukungan yang diberikan oleh suporter menurun ketika SFC sedang βjeblokβ, walaupun tingkat loyalitas orang Palembang/Sumatera selatan dirasa masih kalah dibandingkan orang Malang, Bandung, Jogja dll, dan walaupun stadion jakabaring tak seramai stadion2 lain di Indonesia. Sriwijaya tetaplah Sriwijaya. Β Akan selalu ada tempat untuk SFC, di hati para penggemarnya, Sriwijaya akan tetap menjadi tim kebanggan kita semua warga sumatera selatan. bahkan jika saya boleh sedikit lebay, saya akan mengatakan βSriwijaya FC adalah jiwa raga kamiβ.
Selamat ulangtahun yang ke 11 SFC ku, bangkitlah dan terbanglah setinggi angkasa, Elang andalas!!!!
PS: you can also read my article on LaskarWongKito.co this is the link:Β http://www.laskarwongkito.com/sepakbola-mungkin-bukan-budaya-kami-tapi-sriwijaya-fc-adalah-jiwa-raga-kami/
Itβs an honour to be part of this confrence, thanks for the chance!
Listening to Burning Bridges by OneRepublic
π» β Preview it on Path.
Everyone wants Happiness, No one wants Pain. But you can't have a beautiful Rainbow, without a little bit of rain, selamat sore jogja :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Watching The Shawshank Redemption
"Hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies" - Andy dufrense β View on Path.
Listening to Sahabat Kecil by Ipang
Menyisakan keajaiban, kilauan indahnya pelangi... β Preview it on Path.
So true..
Listening to Come to Me by The Goo Goo Dolls
Don't be sad and don't explain, this is where we start again... β Preview it on Path.
Listening to All of Me by John Legend
Selamat pagi β Preview it on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Listening to Stay the Night by James Blunt
The morningβs on itβs way, our friends all say goodbye... β Preview it on Path.
Too fast for us :(
Terkadang kita baru merasa kehilangan seseorang, ketika orang trsbt telah pergi, Jadi selagi mereka masih ada di sekitar kita, jangan pernah sia2kan mereka, berikanlah yg terbaik buat mereka, supaya kita 'lebih siap' jika mereka tiba2 pergi :)
Selamat pagi Jogjakarta β View on Path.
Don't love too much, Don't hope too much. Because that too much can hurt you so much...

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Listening to Ujung Aspal Pondok Gede by Iwan Fals
β Preview it on Path.
May allah bless me today