Rezeki Tidak Akan Tertukar
Sebetulnya ini kejadian akhir tahun 2024 silam, tapi karena cukup memorable jadi sekalian mau ditulis sebagai pengingat ketika sedang khawatir akan rezeki.
Kontrakan kami sebelumnya memiliki pintu depan yang menghadap ke rumah sebelah, dengan jarak berupa jalan kecil yang muat untuk 2 motor. Pintunya sedikit lebih tinggi dari jalan dan dihubungkan dengan tangga kecil di bagian depan. Alhasil agak repot jika ingin menyimpan motor di dalam rumah karena perlu dituntun menaiki tangga kecil itu. Belum lagi K masih kecil saat itu dan ruang tamu menjadi salah satu spot favorit untuk bermain. Opsi paling praktis yang akhirnya dipilih tentu saja motor disimpan di depan rumah.
Selama hampir 4 tahun tinggal di sana, lingkungannya terasa aman. Hanya sekali di awal tahun 2021 ada kejadian motor hilang. Tapi setelah kejadian itu, warga berinisiatif memasang palang pada jam malam di satu-satunya akses jalan, diperketat dengan seorang penjaga yang stand by di pos kecil. Maka kejadian malam itu tentu di luar dugaan kami.
"Kebetulan" yang terjadi dan menguntungkan aksi maling motor:
Palang pengaman rusak sejak seminggu sebelumnya setelah menjadi objek mainan anak-anak. Alhasil selama seminggu palang dibiarkan terbuka sepanjang malam dan mengandalkan unsur pengaman lain yakni Pak Penjaga yang berada di pos tepat sebelah palang.
Tapi ternyata pada malam ketika para maling beraksi, Pak Penjaga ketiduran di dalam pos.
Meski tidak pernah ada kejadian kecurian selain yang disebutkan di tahun 2021, Hanif sudah memasang gembok di ban belakang motor. Tapi gemboknya juga baru rusak tidak lama sebelumnya setelah dibuat mainan anak-anak tetangga 😌
Maling beraksi pukul 2 pagi yang mana memang jam-jam kami tengah tertidur lelap. Hanif kadang masih lembur sampai jam 1, tapi hampir tidak pernah di atas itu. Ditambah sebetulnya di rumah sebelah sedang ada saudaranya yang menginap dan gemar tidur sampai larut malam setelah duduk-duduk nongkrong depan rumah. Tapi saat kejadian, saudara tetangga ini baru saja pergi tidur kurang lebih 20 menit sebelumnya.
Berdasarkan beberapa kebetulan itu sebetulnya kondisinya sangaaaaat ideal bagi maling untuk sukses membawa motor kami. Tidak ada palang yang menghalangi, tidak ada penjaga yang akan memergoki, tidak ada gembok yang memperlambat aksi, dan tidak ada saksi. Jalanan sunyi senyap.
Namun, ada Allah sebaik-baik Penjaga 🥹
Bentuk penjagaan Allah kepada kami:
Tepat beberapa menit sebelumnya, K terbangun untuk ke toilet. Sebagai gambaran, K jaraaaang sekali terbangun malam untuk buang air. Dalam setahun bisa dihitung jari.
Saat minta ke toilet, saya tidak terbangun melainkan Hanif. Sebagai tambahan lagi, K waktu itu masih mode nempel maunya apa-apa sama Ibu terutama kalau lagi bangun tidur atau mau tidur. Tapi saat itu K langsung mau ke toilet dengan Bapaknya.
Setelahnya Hanif tidak langsung tidur. Dia scroll-scroll ponsel hampir 20 menit sebelum akhirnya tiba-tiba terdengar bunyi pelan suara standar tengah diturunkan. Ini salah satu momen yang bikin mikir alhamdulillah yang bangun Hanif, karena jujur kalau saya yang bangun dan sebagai orang yang kurang waspada, kemungkinan hampir 90% suara itu saya abaikan.
Hal yang terjadi berikutnya, Hanif mengintip lewat jendela kamar yang mengarah ke jalan utama dan terlihat ada seseorang mengenakan jaket driver online sedang diam di atas motornya. Setelahnya Hanif memastikan ke ruang tamu dan mengintip dari jendela depan dan ...
Hanif langsung keluar rumah sambil teriak maling-maling, ternyata terlihat beberapa meter di depan sana, seseorang berlari sambil menuntun motor kami. Karena akses keluar area perkampungan kami berupa tanjakan cukup curam, sudah bisa diduga setelahnya: maling memilih meninggalkan motor kami di pinggir jalan dan kabur bersama temannya yang pakai jaket driver online tadi.
Setelah maling itu kabur, baru Pak Penjaga keluar dari pos beserta tetangga yang bangun karena teriakan Hanif.
Tambahan bentuk penjagaan Allah:
Setelah dicek Hanif, sebetulnya kunci ganda motor sudah berhasil dibobol dengan mudah oleh maling. Tapi entah kenapa mesin motor tidak berhasil dinyalakan maling :")
Saat rentetan kejadian tadi saya di mana?
Tidur. HAHAHAHA. Maap orangnya susah bangun jadi tetep pulessss baru tau kejadian lengkap pas dibangunin Hanif yang terengah-engah habis ngejar maling. Itu pun dengernya setengah sadar, bener-bener kayak mimpi.
Tapi setelahnya, kejadian itu jadi pemantik kami buat bener-bener pindah cari kontrakan baru. Sudah ada rencana dari 3 bulan sebelumnya tapi saya mager banget jujur harus pindah karena nyaman Bandung Barat, adem 🥲
Daaaaaan keputusan pindah ke kontrakan saat ini sekarang jadi salah satu hal yang sangatttt saya syukuri karena banyak sekali kebaikan yang kami dapatkan di sini. Lingkungannya oke banget, akan merekomendasikan teman buat pindah kesini kalo ada yang kosong mah wkwk.
Tiba-tiba keinget hal ini, setelah akun IG utama beserta akun yang dibuat untuk merekam tumbuh kembang K dihack dan ilang semua catatan itu. Jujur sebagai seorang melankolis yang biasanya hal-hal sentimentil gini lama fase acceptance nya, tapi kali ini alhamdulillah lebih legowo dan bisa langsung "nerima" aja bikin akun baru lagi.
Sebagai penutup, kejadian hampir kemalingan motor masih menjadi topik bahasan bareng Hanif kalau ada kekhawatiran terkait rezeki. Seperti yang mahsyur dikatakan oleh Umar bin Khattab
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.”
Semoga keyakinan itu tertancap kuat dan terjawantahkan dalam tindak tanduk kami. Aamiin.