Luka bakar dan pasta gigi
Ketika usiamu menginjak kepala dua, kegiatan semacam masak dan menyetrika sudah biasa kamu lakukan. Namun, di beberapa kesempatan kamu juga tak luput dari perilaku ceroboh sehingga merugikan dirimu sendiri. Seperti saya yang pernah terkena percikan minyak panas saat sedang memasak. Aku juga cenderung sering membakar kulitku saat sedang menyetrika. Beberapa luka itu tidak meninggalkan bekas, dan beberapa lainnya akan menjadi saksi seumur hidup. Apa yang membuatnya berbeda? Keduanya sama-sama membakar kulitku, tapi kenapa di beberapa kesempatan luka yang kudapatkan justru meninggalkan bekas?
Jawabannya adalah bagaimana caraku mengobati luka-luka itu.
Setiap aku terkena percikan minyak panas, aku selalu membasuhnya dengan air mengalir. Hal ini sepertinya merupakan insting, dimana ketika kamu merasakan panas maka kamu pasti membutuhkan sesuatu yang meredakan panasnya dan sesuatu yang mempunyai sifat bertolak belakang dengan panas, yaitu dingin. Kemudian setelah mengalirinya dengan air, aku mengoleskan madu di atas lukanya, meski saat itu aku belum tahu apa madu berkhasiat mengobati luka bakar atau tidak. Aku hanya ingat pesan mamah yang mengatakan madu adalah obat dari segala penyakit, lagipula madu juga banyak disebutkan di dalam alquran. Jadi dengan berpegang pada dua asumsi itu aku ikhtiar mengobatinya. Aku oleskan madu itu sampai aku tidak tahu lagi di mana letak bekas kecerobohanku, dan lukanya... atas izin Allah tidak membekas sama sekali.
Namun, ada satu kesempatan di mana aku ikut menyetrika kulitku alih-alih pakaian kusut. Aku mengabaikan rasa panas yang menjalar di kulitku karena sedang mengejar waktu. Alhasil, luka itu sedikit mengembung dan membuatku panik, orang sekitar yang melihat lukaku juga ikut panik lalu memberi saran untuk mengalirinya dengan air lalu obati dengan pasta gigi. Seketika aku lupa dengan madu dan mengikuti saran itu. Kini luka itu menjadi saksi hidupku.
Sebuah postingan dari musyaffaiqbal17 yang menjawab pertanyaan netizen, "apakah pasta gigi dapat mengobati luka bakar" Ini lewat di berandaku, yang akhirnya memotivasiku untuk menulis pengalamanku tentang luka bakar. Sekarang aku hanya akan mengulang jawaban yang beliau tuliskan mengenai pertanyaan tersebut.
"Pasta gigi mengandung bahan-bahan yang dapat memperparah kondisi luka bakar, seperti;
Kalsium dan peppermint, ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan merusak jaringan kulit.
Pemutih dan pengharum napas, ini dapat menyebabkan iritasi serius.
Sifatnya yang lengket juga dapat membuat bakteri mudah berkembang. Selain itu mengoleskan pasta gigi pada luka bakar juga dapat menyebabkan panas terperangkap dalam kulit, sehingga kerusakan pada kulit bisa lebih parah"
Dalam postingannya beliau juga menceritakan bagaimana cara yang tepat mengatasi luka bakar. Yang pertama, sirami luka bakar menggunakan air mengalir bersuhu ruangan selama 15 menit. Kedua, bersihkan luka bakar lalu berikan antibiotik bila diperlukan, setelahnya kamu bisa mengompres luka bakar dengan es yang kamu balut menggunakan kain atau semacamnya, atau kamu juga bisa menggunakan gel lidah buaya untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri. Ketiga, gunakan madu untuk membantu penyembuhan luka. "Luka bakar yang ditangani dengan benar akan sembuh lebih cepat, meskipun luka akan membekas dalam waktu yang lama"
Baiklah, setelah aku menceritakan dua pengalaman berbeda dalam mengobati luka bakar dan memberitahu kalian bagaimana cara yang benar mengobatinya, apa lagi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran?
Kalau versiku, sebagai manusia dan salah satu makhluk ciptaan Allah. Kita tidak pernah bisa berada pada derajat sempurna yang mana akan menyaingi Allah sebagai pencipta. Adakalanya kita mengambil sikap ceroboh dan kadang kembali kesalahan yang sama, namun semua itu tidak Allah takdirkan untuk sia-sia. Di satu kesalahan kamu akan belajar, di kesalahan selanjutnya kewaspadaanmu akan meningkat, dan di kesalahan lainnya mungkin kamu akan menemukan jati diri.
Jadi, apapun masalah yang sedang kamu hadapi saat ini, cobalah untuk selalu berhusnudzan kepada Allah. Barangkali cobaan ini dapat menghapus dosamu terdahulu atau barangkali cobaan ini karena Allah merindukanmu, dan bisa jadi cobaan ini ialah jalan terkabulnya do'a mu. Kalau kata ustadz Adi Hidayat, "antum kalau dikasih cobaan sama Allah, antum inget-inget dulu semalam antum do'a apa"
itu versiku, versi kalian bagaimana?
Terima kasih sudah membacanya sampai akhir <3













