Media Sosial Hari Ini
– https://instagram.com/pojokkamar91– https://www.facebook.com/mistycalblog– https://youtube.com/@SlotBegin https://linktr.ee/ChannelTV
View On WordPress
One Nice Bug Per Day

ellievsbear
Claire Keane

if i look back, i am lost
Stranger Things
Today's Document
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
styofa doing anything

Product Placement
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

PR's Tumblrdome
Alisa U Zemlji Chuda

Love Begins

Discoholic 🪩

roma★
Xuebing Du

❣ Chile in a Photography ❣
i don't do bad sauce passes
I'd rather be in outer space 🛸
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from El Salvador
seen from Brazil

seen from Nepal

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Thailand
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@nahargostu
Media Sosial Hari Ini
– https://instagram.com/pojokkamar91– https://www.facebook.com/mistycalblog– https://youtube.com/@SlotBegin https://linktr.ee/ChannelTV
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Agama Asli Nusantara Sebelum Agama Resmi Masuk Ke Nusantara
Agama Asli Nusantara Sebelum Agama Resmi Masuk Ke Nusantara
Agama asli Nusantara adalah agama lokal, agama tradisional yang telah ada sebelum agama Hindu, Budha, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Islam dan Konghucu masuk ke Nusantara (Indonesia).
Mungkin banyak di kalangan masyarakat Indonesia sudah tidak lagi mengetahui bahwa sebelum agama-agama “resmi” (agama yang diakui); Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha, kemudian kini…
View On WordPress
414 M
Fa Hien, seorang pendeta dari Tiongkok, mengunjungi pulau Jawa dalam perjalanannya ke India antara tahun 399 sampai 414. Pengalamannya di tulis dalam buku “Fahuek”. Seratus tahun kemudian, Sun Yun dan Hwui Ning mengikutinya dengan melakukan ziarah dari Tiongkok ke India.
Ketika melakukan pelayaran ke India dan Srilanka, Fa Hien (337-422) juga terdampar dan pernah singgah di sebuah kerajaan bernama To-Lang P’o-Hwang (Tulang Bawang), tepatnya di pedalaman Chrqse (Sumatera).
416 M
Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno berjudul “Pustaka Raja Parwa” yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi, isinya antara lain menyatakan:
“Ada suara Guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke Timur menuju Gunung Kamula… Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera.”
Pakar geologi, Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku “Pustaka Raja Parwa”, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.
Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur dan menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung; dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bibonic terjadi dikarenakan temperatur yang mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi kerajaan Romawi ke kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal, dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per-detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter dan menurunkan temperatur bumi sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.
625 M
Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok menyebutkan bahwa menjelang seperempat tahun 700 M atau sekitar tahun 625 M –hanya berbeda 15 tahun setelah Muhammad bin ‘Abdullah menerima wahyu kenabian pertama, atau sembilan setengah tahun setelah dirinya berdakwah secara terang-terangan pada bangsa Arab– di sebuah pesisir pantau Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampungan Arab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah kerajaan Buddha Sriwijaya. Temuan ini diperkuat oleh Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatat sejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M, telah menemukan sekelompok bangsa Arab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera.
HAMKA pun menulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknya agama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakini kebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University, Amerika Serikat.
671 M
Pendeta I Tsing berangkat dari Canton ke Nalanda melalui Sriwijaya. Seluruh pengalamannya diuraikan dengan cermat dalam bukunya, “Nan Hai Chi Kuei Fa Ch’uan” dan “Ta T’ang Si Yu Ku Fa Kao Seng Ch’uan”.
Pendeta I Tsing mengembara di luar Tiongkok selama 25 tahun. Ia kembali ke Kwangtung pada pertengahan musim panas pemerintahan Cheng Heng (tahun 695) dengan membawa pulang 4.000 naskah yang terdiri dari 500.000 seloka. Dan dari tahun 700 sampai 712, ia menerjemahkan 56 buku dalam 230 jilid. Ia melakukan kunjungan ke Sumatera dalam perjalanan studinya di Universitas Nalanda, India, pada tahun 671 dan 695. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi ribuan sarjana Buddha dan koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan.
Hingga abad ke-7, hanya pendeta Buddha Tionghoa yang melakukan perjalanan ke India dan mengunjungi Sriwijaya. Disebutkan pula bahwa I Tsing berlayar dengan menggunakan perahu Sriwijaya.
Meskipun catatan sejarah dan bukti arkeologi jarang ditemukan tetapi beberapa menyatakan bahwa pada abad ke-7 Sriwijaya telah melakukan kolonisasi atas seluruh Sumatera, Jawa Barat, dan beberapa daerah di Semenanjung Melayu. Dominasi terhadap Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat. Palembang mengakumulasi kekayaannya dari pelabuhan dan gudang perlindungan yang melayani pasar Tiongkok, Melayu, dan India.
Dalam perkembangannya, Kerajaan Melayu di Jambi merupakan kekuatan pertama yang menjadi pesaing Sriwijaya dan akhirnya dapat ditaklukkan pada abad ke-7 dan ke-9. Di Jambi, pertambangan emas merupakan Sumber ekonomi cukup penting; dan kata “Swarnadwipa” (pulau emas) mungkin merujuk pada hal ini. Kerajaan Sriwijaya juga membantu menyebarkan kebudayaan Melayu ke seluruh Sumatera, Semenanjung Melayu, dan Kalimantan bagian Barat.
732 M
Pada Prasasti Canggal yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di desa Canggal, berangka tahun 732 M, dalam bentuk Candrasangkala huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta, menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Siwa) di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya. Di samping itu, diceritakan pula bahwa yang menjadi Raja mula-mula ialah Sanna, kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Awalnya kerajaan Mataram diperintah oleh dua dinasti atau wangsa, yaitu Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa dan Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Menurut para ahli, keluarga Sanjaya terdesak oleh keluarga Syailendra, tetapi pergeseran kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti. Yang jelas, keduanya sama-sama berkuasa di Jawa Tengah.
Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syailendra seperti yang tertera dalam Prasasti Ligor, Nalanda, maupun Klurak, adalah Bhanu, Wisnu, Indra, dan Samaratungga atau Samaragrawira. Sedangkan raja-raja dari dinasti Sanjaya tertera dalam prasasti Mantyasih. Berdasarkan candi-candi peninggalan kerajaan Mataram dari abad ke-8 hingga 9, corak agama Hindu terletak di daerah Jawa Tengah bagian Utara dan yang bercorak Buddha terletak di Jawa Tengah bagian Selatan.
Kedua dinasti tersebut akhirnya bersatu dengan adanya pernikahan antara Rakai Pikatan dengan Pramodawardhani. Pramodawardhani adalah putri dari Samaratungga. Raja Sama ratunya selain mempunyai putri Pramodawardhani, juga mempunyai putera, yaitu Balaputradewa (karena Samaratungga menikah dengan keturunan Raja Sriwijaya). Kegagalan Balaputradewa merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan menyebabkan ia menyingkir ke wilayah kakeknya di Sumatera dan tak lama kemudian menjadi Raja di Sriwijaya.
Untuk selanjutnya, pemerintah kerajaan Mataram dikuasai oleh dinasti Sanjaya dengan rajanya yang terakhir, yaitu Rakai Sumba Dyala Wawa. Kelak, pada masa pemerintahan Wawa –sekitar abad ke-10, Mataram yang berlokasi di Jawa Tengah mengalami kemunduran, dan pusat pemerintahan dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok. Mpu Sindok selanjutnya mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isyana dengan kerajaannya Medang Mataram.
Pendapat lain menyebutkan pula bahwasanya Balaputradewa kehilangan haknya untuk memerintah di Bhumi Jawa dikarenakan putra tertua kerajaan adalah Pangeran Samaratungga, sehingga Pangeran Samaratungga yang berhak memimpin kerajaan di Bhumi Jawa. Dengan begitu, Balaputradewa bukanlah putra tetapi merupakan adik dari Samaratungga. Sedangkan Samaratungga mempunyai seorang putri bernama Pramodawardhani yang kemudian menikah dengan Jatiningrat. Adapun penyebab Balaputradewa berada di Swarnadwipa adalah akibat dari lepasnya Kamboja dari kekuasaan Samaragrawira. Oleh karena itu, Samaragrawira memutuskan untuk membagi dua kekuasaan, yaitu: Samaratungga berkuasa di Jawa dan Balaputradewa berkuasa di Sriwijaya. Nama Balaputradewa juga disebut di dalam Prasasti Nalanda sebagai salah seorang raja di Swarnadwipa atau Sriwijaya.
760 M
Prasasti Dinoyo menjadi salah satu bukti keberadaan kerajaan Kanjuruhan. Prasasti Dinoyo saat ini berada di Museum Jakarta. Menurut para ahli purbakala, kerajaan Kanjuruhan berpusat di kawasan Dinoyo, kota Malang sekarang.
Prasasti Dinoyo ditemukan di desa Merjosari (5 km sebelah Barat kota Malang), di kawasan kampus III Universitas Muhammadiyah Malang saat ini. Prasasti Dinoyo merupakan peninggalan yang unik karena ditulis dalam huruf Jawa Kuno dan bukan huruf Pallawa sebagaimana prasasti sebelumnya. Keistimewaan lain adalah cara penulisan tahun berbentuk Candra Sengkala yang berbunyi “Nayana Vasurasa” (tahun 682 Saka) atau tahun 760 Masehi. Dalam Prasasti Dinoyo diceritakan masa keemasan kerajaan Kanjuruhan sebagaimana berikut:
“Ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Raja yang sakti dan bijaksana dengan nama Dewasimha Setelah Raja meninggal, digantikan oleh putranya yang bernama Sang Liswa Sang Liswa terkenal dengan gelar Gajayana dan menjaga istana besar bernama Kanjuruhan. Sang Liswa memiliki putri yang disebut sebagai Sang Uttiyana. Raja Gajayana dicintai para brahmana dan rakyatnya karena membawa ketenteraman di seluruh negeri. Raja dan rakyatnya menyembah kepada yang mulia Sang Agastya. Bersama raja dan para pembesar negeri Sang Agastya (disebut Maharesi) menghilangkan penyakit Raja melihat arca Agastya dari kayu cendana milik nenek moyangnya”
Maka, raja memerintahkan membuat arca Agastya dari batu hitam yang elok. Salah satu arca Agastya ada di dalam kawasan Candi Besuki yang saat ini tinggal pondasinya saja. Bukti lain keberadaan kerajaan Kanjuruhan adalah Candi Badut yang hingga kini masih cukup baik keadaannya serta telah mengalami renovasi dari Dinas Purbakala. Peninggalan lain adalah patung Dewasimha yang berada di tengah pasar Dinoyo saat ini.
777 M
Berdasarkan silsilah keturunan Sultan-sultan Melayu yang dikeluarkan oleh kerajaan Brunei Darussalam dan kesultanan Sulu-Mindanao, kerajaan Islam Jeumpa dibangun pada 154 Hijriyah atau tahun 777 Masehi. Jeumpa dipimpin oleh seorang Pangeran dari Parsi yang bernama Syahriansyah Salman atau Sasaniah Salman yang kawin dengan Putri Mayang Seuludong dan memiliki beberapa anak antara lain Syahri Poli, Syahri Tanti, Syahri Nawi, Syahri Dito, dan Putri Makhdum Tansyuri yang menjadi ibu dari Sultan pertama kerajaan Islam Perlak.
Menurut penelitian Sayed Dahlan al-Habsy, Syahri adalah gelar pertama yang digunakan keturunan Nabi Muhammad di Nusantara sebelum menggunakan gelar Meurah, Habib, Sayid, Syarif, Sunan, Teuku, dan lainnya. Syahri diambil dari nama istri Sayyidina Husain bin ‘Ali, Syahri Banun, anak Maha Raja Parsi terakhir.
Syahrnawi adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam pengembangan kerajaan Islam Perlak, bahkan beliau dianggap arsitek pendiri kota pelabuhan Perlak pada tahun 805 yang dipimpinnya langsung dan diserahkan kepada anak saudaranya, Maulana ‘Abdul ‘Aziz. Kerajaan Islam Perlak selanjutnya berkembang menjadi kerajaan Islam Pasai dan mendapat kegemilangannya pada masa kerajaan Aceh Darussalam. Maka tidak mengherankan jika Syaikh Hamzah Fansuri mengatakan kelahirannya di bumi Syahrnawi yang merupakan salah seorang generasi pertama pengazas kerajaan-kerajaan Islam Aceh yang dimulai dari kerajaan Islam Jeumpa.
Di dalam buku “The History of Java”, Sir Thomas Stamford Raffles menyebutkan bahwa Champa yang terkenal di Nusantara bukan terletak di Kamboja sekarang sebagaimana dinyatakan oleh para peneliti Belanda. Karena Champa adalah nama daerah di sebuah wilayah di Aceh yang terkenal dengan nama “Jeumpa”. Champa (Cempo) adalah ucapan atau logat Jeumpa dengan dialek Jawa. Jeumpa yang dinyatakan oleh Raffles sebagai “Cempo” sekarang berada di daerah sekitar kabupaten Bireuen, Aceh.
778 M
Pada Prasasti Kalasan yang berangka tahun 778 M, ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta, menceritakan pendirian bangunan suci untuk Dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh raja Panangkaran atas permintaan keluarga Syailendra dan Panangkaran juga menghadiahkan desa Kalasan untuk para Sanggha (umat Buddha).
Dalam karya-karya kesusasteraan Mataram Kuno, terlihat sekali pengaruh kebudayaan India yang diadaptasi ke dalam karya kesusasteraan Jawa, seperti Mahabharata dan Ramayana yang berupa kakawin dalam bahasa Jawa Kuno.
782 M
Pada Prasasti Klurak yang ditemukan di desa Prambanan, berangka tahun 782 M, ditulis dalam huruf Pranagari dan bahasa Sansekerta, menceritakan pembuatan arca Manjusri oleh Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadananjaya.
Menurut para ahli, bahwa yang dimaksud dengan arca Manjusri adalah Candi Sewu yang terletak di kompleks Prambanan, dan nama Raja Indra tersebut juga ditemukan pada Prasasti Ligor dan Prasasti Nalanda peninggalan kerajaan Sriwijaya.
792 M
Setelah Dharmasetu, Samaratungga menjadi penerus kerajaan. Ia berkuasa pada periode 792 sampai 835. Samaratungga tidak lagi melakukan ekspansi militer seperti pendahulunya, tetapi lebih memilih untuk mengokohkan penguasaan Sriwijaya di Jawa. Selama masa kepemimpinannya, ia membangun candi Borobudur di Jawa.
Menurut Prasasti Klurak (784 M), pembuatan Borobudur dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bangalore) bernama Kumaragancya yang sangat dihormati, dan seorang Pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddha Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dan dilanjutkan oleh putranya, Samaratungga, kemudian oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodawardhani.
820 M
Setelah terjadi kekacauan perdagangan di Canton –antara tahun 820-850 M, pemerintahan Jambi menyatakan sebagai kerajaan merdeka dan mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 853 dan 871. Kemerdekaan Jambi bertepatan dengan diusirnya Balaputradewa dari Jawa setelah gagal menyingkirkan kekuasaan Rakai Pikatan yang merupakan iparnya dari Wangsa Sanjaya.
Kronik Nusantara Abad 4 hingga Abad 9 414 M Fa Hien, seorang pendeta dari Tiongkok, mengunjungi pulau Jawa dalam perjalanannya ke India antara tahun 399 sampai 414.
Sejarah Budaya Modernisasi sisi Lain
ZAMAN KEBUDAYAAN MANUSIA MODERN”
Zaman modern
Zaman modern biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur, penemuan Amerika oleh Christopher Columbus, dimulainya Zeitgeist dan reformasi gereja oleh Martin Luther.
Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi. Dari akhir abad…
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ramen seperti yang banyak diketahui masakan dari Mie yang berasal dari China dan dibawa kemudian diadaptasi ke Jepang menjadi makanan terkenal hingga kini. Namun siapa sangka Mie tersebut jadi sejarah Mie yang kemudian banyak diadopsi banyak negara membuat mie Lezat.
Menurut Wikipedia, “Ramen (拉麺;ラーメン?) adalah masakan mikuah Jepang yang berasal dari China. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba (中華そば soba dari Tiongkok?) ataushina soba (支那そば?) karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mie.”
Inilah sajian (foto) yang bisa dijadikan sejarah pertama Ramen:
Sejarah Ramen dari Tahun ke Tahun Ramen seperti yang banyak diketahui masakan dari Mie yang berasal dari China dan dibawa kemudian diadaptasi ke Jepang menjadi makanan terkenal hingga kini.
Sejarah Virtual dalam Teknologi di Bumi
Sejarah Virtual dalam Teknologi di Bumi
Dulu, waktu kecil, era 80an-90an atau mungkin di generasi sebelumnya, membayangkan hidup di ‘dunia lain’. Dunia yang membawa kita pada dimensi lain. Bukan dunia gaib. Namun dunia maya yang kini viral di masyarakat zaman now. Tak dipungkiri bahwa teknologi dan segala apa yang ada di bumi berkembang mengikuti zamannya.
http://vrstation. id/2017/11/01/sejarah-virtual-reality/
Bagaimana sejarah…
View On WordPress
Sejarah Perkembangan Angkatan Laut Korea Utara
Korea Utara dikenal negara yang menjunjung tinggi Perdana Menterinya. Negara yang banyak menyebut bahwa negara Korut sangat tertutup ternyata menyimpan Angkatan Laut yang sangat maju. Sebelum itu ada baiknya kita mengenal sejarahnya.
Angkatan Laut Korea Utara ini, sejarahnya dimulai dari 5 Juni 1946. Ketika Administrasi Soviet di Korea bagian utara bersama dengan orang2 Korea pro-Soviet…
View On WordPress
Awal Sejarah dan Pelaku Internet di Indonesia
Berikut ini adalah para pengguna ulang guna pertama Internet di Indonesia.
Gambar It
Bisa cek 1. https://rms46.vlsm.org/1/23.html
2. http://gbt.blogspot.com/2005/07/say-no-to-apjii.html
3. http://idnic.blogspot.com/
4. http://telegra.ph/Sejarah-IT-Indonesia-Dari-Para-Pelakunya-Bagian-1-10-20
5. http://telegra.ph/Sejarah-IT-Indonesia-dari-Para-Pelakunya-Bagian-2-10-20
Pelaku internet Indonesia,…
View On WordPress
Bertasawuf Tanpa Bertarekat
Oleh Edy Ahmad Effendi (status Facebook)
Senang sekali menyimak Yai Ulil bicara tentang dimensi sufistik Syeikh Abdul Qadir Jaelani di rumah Mas Komaruddin Hidayatdalam diskusi Lingkar Komunitas Semanggi (LKS). Catatan saya ini tak mau menggunakan teori-teori besar atau mengambil diktat-diktat kuliah tentang sufi. Tapi sekadar catatan dari seorang yang membaca dari pengalaman empirik dalam…
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lahirnya Pancasila
Paduka Tuan Ketua yang Mulia!
Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menyanggupi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta…
View On WordPress
Suku Yahudi
SUKU YAHUDI Yahudi adalah nama satu suku bangsa dari bangsa (Bani)Israil. Bani Israil terdiri atas dua belas suku bangsa, di antaranya: Yahudi keturunan Yahod anak Israil. Israil sendiri adalah gelar bagi Nabi Ya’qub a.s. Nabi Ibrahim a.s. beristri dua, yakni Sarah binti Haran yang melahirkan Nabi Ishaq a.s. dan Hajar yang melahirkan Nabi Ismail a.s. Nabi Ismail a.s. mengembara di Bakkah dan…
View On WordPress
Sejarah Jamu yang Perlu diketahui
Sampai saat ini belum dapat dipastikan sejak kapan tradisi meracik dan meminum jamu muncul. Tapi diyakini tradisi ini telah berjalan ratusan bahkan ribuan tahun. Tradisi meracik dan meminum jamu sudah membudaya pada periode kerajaan Hindu-Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya Prasasti Madhawapura dari jaman Majapahit yang menyebut adanya profesi “tukang meracik jamu” yang disebut Acaraki.
Jamu…
View On WordPress
Pukul 11.00 WIB, pagi ini saya menyempatkan pergi ke gedung wanita, Semarang. Pameran sejuta buku, slogan yang terpampang di baliho sudut jalan. Sebelum berakhir acara itu, aku mencari beberapa buku. Namun minat membaca bukuku tak seperti tahun lalu. Masih banyak buku yang belum kubaca. 'Markas Cahaya' bakal jadi koleksi ke sekian dari buku-bukuku. Agak telat memilikinya setelah cetakan pertamanya di Januari 2016. Tapi tak apalah. Setidaknya kawan @salman_al_jugjawy pernah mencatat prasastinya ke dalam buku ini. Sebagai mantan gitaris Sheila on 7, beliau orang baik yang pernah kutemui di sebuah panti asuhan di Semarang, kala komunitasku mengundangnya. 'Cahaya Terang' jadi pungkasan lagu di Sheila on 7 di '507' yang beliau cipta. Buku ini juga jadi karya terbaik. Selanjutnya beliau juga masih mau bermusik dengan menciptakan album 'Selamatkan'. Terakhir, beliau bergitar, yang dipublikasikan, ketika mas @erosscandra merayakan tanggal lahir. Cahaya Terang merupakan lirik spiritual darinya.
Siklus ramai pasar ikan ini, unik. Jika 18.30-21.00 dan 00.01-02.30, ramai bongkar muat dan jual-beli. Mereka orang-orang yang sibuk menjalankan aktivitas selain di siang hari. Pasar yang mempunyai nama lain; kobong dan pathok ini, merupakan nama yang mempunyai sejarah panjang. Kobong, yang bermakna kebakaran, merupakan residu fenomena 90an. Di daerah ini dulu pernah terjadi kebakaran besar. Bahkan di jalan raden fatah, seberang jalannya, ada smp kristen yang juga punya nama lain smp kobong. Pathok, bermaksud batu nisan, merupakan tanah yang kuburan yang disulap menjadi pasar. (Diolah berbagai sumber) Aktivitas pasar ini sangat berbeda dengan pasar ikan lain yang pernah saya kunjungi. Pasar mulai beraktivitas pukul 17.00 WIB hingga azan subuh. Dari pengamatan saya, para pedagang rata-rata berusia diatas 40 tahun. Jarang ada pemuda dibawah 40 tahun yang mau menjadi pedagang. Apakah ini berkait proses yang tak mau bermodal besar? . . Berbelanjalah di pasar tradisional seperti ini. #semarangkini #pasar #semarang (di Pasar rejomulyo(pasar ikan),semarang.)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Perempuan yang digendong ibuku ini cucu kedua dari orangtuaku. Lahir di bulan ini tahun 2016. Aku lupa persisnya. Ada cerita unik dari keponakanku. Dia terlahir prematur. Usia kandungan ibunya (kakak iparku) belum mencukupi, namun Tuhan memberi izin anak ini lahir. Selama berminggu-minggu usia kelahirannya, dia bolak-balik ke rumah sakit. Cerita uniknya: Pada pagi tanggal 18 Oktober 2016 ibuku menelpon. Memohon padaku membelikan susu untuknya. Dalam telepon Ibuku menitipkan uang dan catatan berupa resep dokter di tempat tertentu. Maka sorenya aku berangkat sesuai kesepakatan kami di telepon. Karena aku belum punya istri dan tak tahu menahu soal susu. Aku susuri setiap toko, mini market, supermarket, apotik atau pun rumah sakit. Sepanjang jalan kaligawe -woltermonginsidi - gajah hingga pemuda. Setiap kali memasuki toko susu (di toko tersebut ada ahli gizi/apoteker) atau pun apotik ditanyai: "Anaknya kenapa pak, kok sampai perlu susu tersebut?" berulang kali aku hanya menjelaskan: "keponakan saya ....... dan membutuhkan susu tersebut". Aku baru mengenal anak ini setelah berusia 6 bulan. Itu pun nama panggilannya. Padahal kami tinggal di satu RT, berjarak 3 rumah ke arah selatan. Di bulan Agustus lalu baru kutahu nama lengkap anak ini: Atika Niswatin. Kelak, insya Allah, dia akan menjadi perempuan baik seperti neneknya, ibuku. Doa singkatku di usianya yang sebentar lagi genap 1 tahun. #baby #nephew #perempuan
Jika kita pergi ke pasar ikan atau tambak dimana pun berada. Benda ini selalu ada. Fungsi utamanya sebagai wadah. Tapi tahukah anda, keranjang ini bernama Basket, kata yang diserap dari bahasa Inggris. Sebagaimana google translate pada gambar 2. Bahan utama keranjang ini polimer. plastik dengan campuran komposisi tertentu. Agar kuat menahan beban tertentu sesuai ukuran. Nah di foto ini, jika digunakan untuk wadah vannamei mampu menampung hingga 35 kg. Basket yang pernah kutemui di pabrik mampu menahan beban 40an kg.