Having New Interest
I’ve watched sooo many youtube videos related to foreigner, foreign culture, language, and their opinion towards some stuff and hot issues. As I’m thinking about it, it is really addicting and eat up my mind, lately. How humans interaction can be so complicated yet interesting. Especially, how they communicate to each other.
Personally, the first thing that would come in my mind when it comes to ‘Foreign Country’ or ‘Foreigner’ it will be ->> ‘Languages’. Generally speaking, it would be a different case for Indonesian people. The first thing that might come up when there’s a foreigner is...... ‘Eh ada bule’. Hehe.
It’s amazing how languages can be made. Approximately there are more than 6 thousands spoken languages in the world, exclude aliens ones. he-he.
Bagaimana caranya sih bahasa itu bisa ada? Kalau ditelusuri lebih lanjut kayanya sih menarik. Aku pernah lihat video di channel ‘Kok Bisa?’ katanya Noam Choamsky sih bahasa itu udah muncul dari sekitar 100 ribu tahun yang lalu tapi masih dalam bahasa yang seadanya atau dengan gestur tubuh. Seiring dengan berkembangnya otak, manusia mulai mampu memahami sesuatu yang lebih kompleks dan mulai menamai benda-benda dengan simbol, tanda, atau menirukan suara. Kemudian, mulai bisa memahami berbagai objek dalam sebuah konstruksi dan struktur. Kemudian dari struktur itu mulailah berkembang hingga menjadi cikal-bakal bahasa. Katanya sih asal mula dari sebuah bahasa itu adalah bahasa Phyrgian dari Mesir pada zaman itu, karena sebuah kata dapat diucapkan dari seorang bayi tanpa diajari sama sekali.
Lalu kenapa bahasa itu bisa ada banyak dan bermacam-macam? Masih berdasarkan yang aku tahu dari ‘Kok Bisa?’ itu katanya sih karena isolasi kebudayaan, ketika para orang-orang zaman dulu bermigrasi dan berpisah dengan satu sama lain, mereka akhirnya membentuk bahasa baru sesuai dengan kondisi daerah yang mereka tinggali. Karena letak geografis juga. Contohnya: Indonesia, yang merupakan negara kepulauan. Bahasa antar pulau pun bisa berbeda karena untuk melakukan migrasi penduduk pun lebih sulit di zaman dahulu kala, tranposrtasi kan belum canggih, dan isolasi budaya lebih besar kemungkinannya, Makanya setiap pulau bahkan daerah punya bahasa sendiri. Bahasa jawa sama bahasa sunda aja beda banget padahal daerah-daerah yang menggunakan bahasa itu masih satu pulau dan jaraknya ga jauh-jauh banget. Hmm, kenapa ya kira-kira? fyi: Indonesia itu punya kekayaan budaya dalam bahasa. Terdapat kurang lebih 300 bahasa suku yang ada di Indonesia loh. Tentunya dengan bahasa resminya: Bahasa Indonesia sebagai pemersatu.
Menarik.
Mungkin di negara lain juga ada yang punya banyak bahasa dalam satu negara selain di Indonesia. Kalau yang aku tau sih, biasanya kebanyakan berbeda di accent atau beberapa kata saja. Oiya, salah satu kasus yang unik terdapat di Korea. Kalau bicara Korea pasti yang pertama terlintas itu drama, k-pop, oplas (eh). Sayangnya, bukan itu yang mau dibahas. Kalo yang macam gitu sih pasti produknya Korea Selatan. Kalo lawan katanya selatan apa coba? Tau ga? masih ada tetangganya yang juga sama-sama Korea loh, tapi bedanya mereka ga produksi girl group dan boy group, apalagi drama... mereka mainnya sama nuklir guys. Yup, Korea Utara. Mereka berdua ini sayangnya engga sohiban. Kondisinya nya juga tegang nih antara dua negara ini. Padahal sebelahan loh tapi musuhan. Selain berbeda paham politik, aku tak menyangka kalau mereka juga berbeda bahasa tapi ga sepenuhnya beda sih. Aku baru tau setelah lihat beberapa video interview dengan north korean defector / penyebrang dari korea utara yang sekarang tinggal di korea selatan. Mereka mengaku mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran ketika menjadi murid di sekolah korea selatan. Banyak kosakata yang tidak mereka ketahui, makanya pada awal mereka cukup kesulitan berkomunikasi meski sama-sama orang korea. Sebenarnya aksara yang mereka gunakan sama-sama huruf hangeul, hanya saja pelafalan dan kosakata mereka cukup berbeda, misalnya kalau korsel sebut es krim tapi mereka sebutnya biskuit beku. Kalau tatabahasa nya beda atau engga, aku kurangtau sih. Hal ini bisa dibilang wajar terjadi karena isolasi di negara Korea Utara itu luar biasa ketat dengan dunia luar. Internet itu sangat dibatasi disana atau hanya untuk kalangan tertentu, ga kaya kita disini yang setiap rumah punya wifi. Bahkan salah satu mereka (defectors) ketika sampai di korsel itu bilang kaya time-travelling ke masa depan. Saking mereka tertutup dengan dunia luar.
Cukup sekian deh. Pake bahasa inggrisnya ga nyampe setengahnya karena jujur masih sulit dan belum bisa. Kadang mengekspresikan sesuatu lewat bahasa ibu aja masih susah haha.









