Diam
Terkadang, diam membuatku tahu lebih banyak hal. Saat diam, aku dapat merasakan orang lain yang sering kali, membuatku tersadar bahwa apa yang kulihat darinya selama ini hanyalah bayangan. Atau, sebuah harapan. Saat diam, aku dapat melihat hal hal indah yang tak pernah ku perhatikan sebelumnya. Berdiskusi dengan fikiranku bahwa dia tak sekedar dia, tapi lebih dari apa yang selama ini kufikirkan tentang dia. Saat diam, aku sadar, bahwa aku terlalu melewatkan banyak hal pada diri seseorang. Hingga seringkali menimbulkan persepsi yang sebenarnya, bisa jadi merupakan dosa diri yang diam diam mematikan hati. Saat diam, seringkali kutemukan kenikmatan memahami, atau kesedihan karena menyadari kesalahan diri.
















