Aish (menel)
Membicarakan tentangmu seperti ritual pemanggil arwah yang telah lama tiada, menghidupkan kembali kenangan masa lalu meskipun sedikit kabur tapi kisahnya abadi disetiap detiknya.
Suaramu masih menggema ditelingaku, bagaimana menyapa dan mengungkapkan perihal banyak hal.
Kau datang dipembatas malam dan pagi, hilang ketika aku sadar itu bukan sesuatu yang abadi.
"kak, anterin aku pulang yuk?..."
"mau sekarang, ya udah aku siap-siap dulu"
Bahkan alasan kenapa ingin pulang tanpa kuhiraukan, aku orang yang begitu menurut asal tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
07 Juni, tulang bawang












