Simalakama
Tau kan, peribahasa yang mengandung kata di judul?
"Bagaikan makan buah simalakama" yang berarti situasi yang serba salah. Yup, I'm in that situation...
Jadi, saya sedang dalam proses menabung. Gatau juga nabung buat apa tapi yang jelas ingin ada suatu bentuk nyata dari hasil kerja keras saya. Karena, jujur saja, saya suka sedih melihat tabungan tidak ada bahkan bentuk dari gaji saya pun hilang. Yup, saya kebanyakan beli makanan 😂
Akhirnya, setelah 1,5 tahun, saya berhasil membentuk beberapa benda dari hasil kerja keras saya. Dari berbagai brand sepatu, baju, celana, gadget, puluhan novel, skin care, make up, dll dsb saya dapatkan dari hasil "menghamburkan" gaji saya. Contohnya minggu ini, hari Kamis, saya baru saja membeli celana jeans di Un**lo. Untung diskon, jadi saya tidak terlalu merasa bersalah. Nah, hari saya menulis postingan ini adalah Sabtu... Dan... Saya... Beli jeans lagi... L***s......... Yang harganya 6x lipat dari jeans di hari Kamis...
Saya sebenernya ga butuh2 banget celana jeans, tapi pas banget tadi lewat dan saya sudah keburu coba, jadi ga enak sm Masnya untuk cancel...
Terus saya merasa menyesal karena sudah mubazir membuang uang sebanyak itu untuk sebuah celana jeans...
TAPI
Diri saya yang lain berkata juga, bahwa jeans adalah investasi yang ga akan lekang dimakan waktu, demikian juga dengan barang2 yang saya beli dengan menghabiskan cukup banyak uang. Diri saya pun berkata "kan kebentuk duitnya" "kapan lagi?" Atau "kamu butuh, daripada duitnya abis ga bersisa gatau kemana".
Nah, saya jadi bingung terkait apa yang saya lakukan. Menyesal toh sudah kejadian, tapi pas liat kembali barang2nya kok merasa berlebihan.
Jadi, apakah ada yang punya rahasia, tips/trick, cara untuk bisa menabung? Karena jujur, saya paling susah kontrol diri kalau sudah di pusat perbelanjaan. Mencoba untuk ga keluar rumah pun bosan, keluar rumah pasti hamburkan banyak rupiah, hikz :(














