Kisah Ini Akan Lebih Baik #4
Dimana kita akan berteduh ketika hujan membasuhi?tapi kenyataannya ini adalah “hujan dimimpi”-banda neira. Yap hanya judul lagunya aja ya..hehehe
Kegiatan kami sepertinya telah perlahan surut,hanya tersisa kegiatan sehari-hari kami yang harus dinikmati,harus saling dipahami,dan masing-masing mungkin mempelajari atau hanya mengabaikan karena belum saling masuk kedalam kehidupan.
Tetapi dari cerita sehari-hari ini lah aku dapat mengetahui,dari kami nongkrong sambil menikmati kopi,dan pernah malam itu aku ngegeber mobil ala fast farious hanya untuk menghantarkan ice cream agar tidak mencair dan burger mcd yang masih hangat,aku temukan lagi dia adalah pencinta kaktus!!!! Tanaman berduri itu apa uniknya pikirku,karena aku saat itu mengenal aquascape yang indah dan romantis,tetapi kaktus juga membuatku penasaran. Kuputuskan untuk mencari info tentang mini kaktus,jakarta,bali,bandung semua aku cari demi membuatnya tersenyum.
Tempat kecil diatas bukit itu ternyata menyimpan sejuta kaktus disana,awal melihat aku hanya dingin sedingin udaranya,karena perjuangan ketempat itu tidak mudah,sahabat ku langsung tertarik dengan kaktus,aku biarkan dia memilih dan aku sibuk memperhatikan sisi terbaiknya saja.
Sudah kuputuskan dan memilih untuk ku berikan kepada dia,2 buah kaktus 1 sukulen indah cantik,comel,dan menawan. Temanku ingin mengkomersilkan lagi,dia masih sibuk bergumal dengan kaktus dan penjaga kebun kaktus.
Hari beranjak ingin berlabuh,segera ku putuskan untuk turun,karena jika lewat dari jam 5 semua jalan akan macet total. Ya karena bandung saat ini sudah hampir menjadi megapolitan,langsung aku melaju tapi waktu beranggapan lain,macet menggila,aku butuh waktu yang lama untuk sampai ketempatku beristirahat. Karena aku ingin sekali segera meberikan kaktus-kaktus cantik ini kepada dia.
Aku sampai tepat pukul 8 malam,dikotakan kecil kosan ku. Mencoba untuk menghiasi seadanya saja,karena belum tau bagaimana menghias secara maksimal,karena masih jauh bagiku untuk mengenalnya. Kupaksakan jam 9 setelah dia belajar kelompok untuk aku datang kekosannya,tak jauh memang tapi ada jam malam itu yang membuatku semakin gusar. Cepat kata sahabatku,aku segera menarik gas motor itu dengan cepat. Hampir tumpah dan aku urungkan..hahaha tetapi itu cerita lucunya saja.
Aku whatsapp dia,bahwa aku ada sesuatu untuknya dan aku berada didepan pagar kosannya,dia membalas akan segera turun menemuiku,dan kauwla muda…dari jauh dia berteriak “caaacctuuusss!!!!“setengah berlari sambil membuka tangannya,aku berharap dia memelukku,tetapi dia langsung mengambil pot-pot kaktus itu.aku salah paham…hahaha
“Comel cactusnya,dapat dari mana?untuk ku semua?” aku memggangguk mengiyakan dan tersenyum. Senang rasanya bisa memberikan kejutan kecil untuknya. Kuserahkan kaktus itu semua untuknya,kini dia mendapati apa yang diinginkan. Aku benar-benar bahagia. Dan kaktus itu pun pasti akan bahagia bersamanya. Aku pamit pulang karena sudah larut.
Cinta itu seperti memeluk kaktus,jika semakin kuat kau peluk akan terasa sakit.