AllahΒ ο·»Β berfirman, Ψ£ΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨ±Ω Ψ£ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨ¬ΩΨ±ΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΩΨ¨ΩΨΩΨ±Ω Ψ¨ΩΩΩΨΉΩΩ ΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ±ΩΩΩΩΩΩ Ω Ω ΩΩΩ Ψ’ΩΩΩΨ§ΨͺΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩ ΩΩΩ Ψ°ΩΩΩΩΩ ΩΩΨ’ΩΩΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΨ¨ΩΩΨ§Ψ±Ω Ψ΄ΩΩΩΩΨ±Ω βTidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.β (QS. Luqman: 31). intinya, laut bisa dijadikan bahan iβtibar atau mengambil pelajaran. Allah-lah yang menundukkan semuanya yang berada di lautan sehingga bisa mengapung berbagai tumpukan kayu dan besi. Itulah nikmat Allah supaya kita menjadi hamba yang bersabar dan besyukur, yaitu sabar ketika menghadapi kesusahan, bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan, juga bersabar dalam ketaatan dan menjauhi maksiat. Demikian keterangan Syaikh As Saβdi rahimahullah tentang ayat di atas. semoga bermanfaat bahan tadabbur ini. semoga Allah ο·» menunjuki kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur. sumber : https://rumaysho.com/7134-tadabbur-ayat-laut.html (di Dendun Island) https://www.instagram.com/p/CBaXq3vH8dU/?igshid=1xpgepzhm0xms












