āHujan,ā katamu. Itu aku yang mencoba menabrak kaca jendelamu. Menari berputar bersama angin yang ingin, menyampaikan sebuah pesan yang semoga tak akan terlambat datang. āTersenyumlah. Berbahagialah.ā
- Di Pelataran Tempo Hari, Februari 2014
Jarak adalah sengketa yang kita sengaja, maka darinya kau dan aku akan terus belajar untuk menghargai singkatnya pertemuan. Jarak adalah bukti eksistensi rindu, yang tidak seharusnya kita lawan dengan paksa. Mengalah kepada jarak, maka jarak akan mencukupkan kerinduan yang bergejolak di dada.
Percayalah, kelak akan ada pelukan-pelukan yang dipertemukan, juga tatap mata yang keduanya saling menjabat erat. Lihatlah, langit memang mengguguran hujan yang tak selalu bersamaan untuk kita. Supaya kita ingat untak saling bertukar kabar, supaya kita ingat jika rindu itu ada untuk kita rawat. Abu-abu di langit kotamu, tak selalu menjadi hujan di kotaku.
Pada akhirnya, jarak tidak akan pernah menjadi pemenang, sebab mencintaimu bukan perlombaan. Sebab dari mencintaimu, aku belajar mencintai rindu.
Maret, 2016
@narasibulanmerah & @rintikkecil












