"Survei: 41 Persen Milenial dan Gen Z Pilih Jadi Pengangguran”
Berikut artikel lengkapnya : https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4936199/survei-41-persen-milenial-dan-gen-z-pilih-jadi-pengangguran-daripada-tak-bahagia-di-tempat-kerja
Saya adalah pemilik usaha yang kebanyakan mempekerjakan pegawai Gen Z. Tulisan di artikel ini sedikit banyak saya konfirmasi.
Salut untuk Gen Z yang dapat mengerti kondisi keluarga, kondisi kemampuannya, masih berniat untuk mengembangkan diri, dan terutama paham mengenai komitmen dan loyalitas.
Untuk 3 hal pertama merupakan hal mendasar ya, yang seharusnya tiap orang paham. Kalau nggak paham situasi diri sendiri ya agak susah.
Tapi untuk pegawai yang paham komitmen dan loyalitas, hats off to all of you! Bravo!
Komitmen dan loyalitas ini ibarat orang menikah. Kalau salah satu nggak komitmen, masalah terjadi.
Ketika pegawai nggak komitmen, pemilik bisnis nggak berani memberikan pekerjaan berat dan menaikkan posisimu (apalagi gaji). Karena kamu dengan cepat bisa ngilang (apalagi yang cuman kontrak setahun).
Ketika pemilik nggak komitmen, pegawai bisa tiba-tiba dirumahkan (apalagi pemilik yang nggak pernah menyodorkan kontrak).
-
Gen Z Mending Nganggur
Saya punya pengalaman mempunyai pegawai dengan situasi yang menurut informasi dari dia, semisal dia berhenti kerja, kebutuhan keluarga di rumahnya tidak tercukupi jika dihitung diatas kertas.
Apalagi dengan alasan mau menempuh jenjang pendidikan lain. Malahan nggak cukup. Walaupun beasiswa, pasti ada aja kebutuhan bayar ini itu kalau kuliahan.
Pada akhirnya? Dia keluar.
Ya saya percaya kalau memang sudah tidak dipertemukan, artinya hutang karma saya sudah lunas. Saya cuman bisa bersyukur atas bantuan dari pegawai tersebut dan mendoakan agar langkah selanjutnya baik-baik saja untuk dia, sesuai dengan kelayakannya.
Tapi apakah hal ini bijak?
Tentunya saya nggak bisa menjawab bijak atau tidak. Bisa jadi informasi nya kurang lengkap.
Tapi pengalaman, jika situasi kepepet terjadi dan membuat panik, apakagi tentang masalah finansial rumah tangga, keputusan buruk mudah sekali diambil.
Misalkan saja ngutang. Ini adalah keputusan yang lumayan buruk dan efeknya bisa lamaaaaaaaaaa.
-
Apakah Mending Nganggur Adalah Keputusan Bijak?
Kalau memang tempat pekerjaan parah dan toxic, mungkin saya mendukung keputusan lebih baik keluar dari kerjaan itu.
Tapi jika lingkungan pekerjaan baik-baik saja, Keluar pekerjaan bukan sebuah pilihan bijak jika alasannya :
1. Gaji nggak cocok, padahal nggak punya pengalaman apapun.
Semua pekerjaan selalu start dari bawah kalau no pengalaman.
Artinya kamu cuman cari gaji starting tinggi, padahal yang terpenting bisa naik nggak disana? naik gaji dan naik posisi?
Kalau ternyata dirimu sendiri juga tidak pede untuk bisa naik posisi , maka dari itu hanya cari gaji starting tinggi, tinggal tunggu waktu aja sampai kontrakmu nggak diperpanjang. Karena memang pegawai yang tidak berkembang, lama-lama bikin rusuh.
2. Karena yang ambil keputusan saudara / orang tua / orang lain
Pada akhirnya tiap orang memutuskan apa yang terbaik untuk dirinya dan tiap orang menanggung keputusannya sendiri.
Diluar diri sendiri hanyalah referensi saja.
Jadi ketika mengambil keputusan murni karena disuruh oleh orang lain, tanpa melewati proses pemikiran diri sendiri, ditelaah baik-baik resikonya,
Siap-siap aja untuk menyesal. Lebih berat menanggung beban karena ngikut omongan orang lain dibandingkan dengan beban karena keputusan diri sendiri.
-
So 41% gen Z ini gimana?
Tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing individu, tentunya tidak memungkinkan untuk berkomentar ya.
Tapi saya memberikan komentar terhadap gen Z yang : 1. Maunya instan 2. Mending gak kerja kalau nggak bisa “healing” 3. Punya pemikiran orang tua bisa cover
Bekerja merupakan salah satu cara yang mempermudah seseorang menjadi saluran bagi orang lain.
Kamu bisa bantu diri sendiri dan orang lain dari proses bekerja.
Membuat dirimu belajar sesuatu baru.
Membuat dirimu punya tujuan yang dipikirkan.
Membantu orang lain dari gajimu.
Menyumbang ke tempat yang menurutmu layak dibantu.
Membantu orang tua dari gajimu.
dan lain sebagainya.
Kalau nganggur? Ya silahkan menjadi saluran dengan menukar waktu dan menukar tenaga saja.








