Yaa Rabb Aku Takut
Air mata yang jatuh ini, bukan takut pada manusia,
Bukan karena dunia yang menekuk langkahku.
Tapi karena aku takutβ¦Takut bila nanti Engkau bertanya padaku
βLimaadzaa waqafta? Mengapa kau hentikan perjuanganmu menegakkan keadilan?β
Padahal, semua telah Engkau sediakan. Kekuatan, keberanian, dukungan, Lantas mengapa aku harus berhenti?
Tak mungkin kujawab, βkarena waktu,β Yaa Rabbβ¦
Sebab justru dalam penantian itu,
aku merasa Kau begitu dekat.
Dalam diam, dalam luka, dalam harap yang menggantung
Aku tahu, itu semua adalah anugerah-Mu.
Tapi kini,
Apa yang harus kujawab pada-Mu nanti?
Apakah langkahku terlalu lemah?
Apakah suaraku terlalu lirih?
Yaa Rabb
Aku bisa melihat garis akhir perjuangan itu.
Kurang satu dua langkah lagiβ¦
Seolah kemenangan sudah menjadi milikku,
tapi justru di ambang itulah aku berhenti.
Apakah aku bodoh atau inikah takdir yang Kau pilihkan, Yaa Rabb?
Maka kumohon, jangan beri aku pertanyaan
yang tak mampu kujawab.
Jangan biarkan aku tersesat dalam keputusan yang samar.
Aku takut kehilangan arah, namun bila dengan menempuh jalan ini kudapatkan Ridha-Mu dan kedua orang tuaku, aku Ridha yaa Rabb
Bantu luruskan jalan Hamba, Yaa Rabbβ¦
Meski jalan Hamba tak lagi bersuara lantang,
Ijinkan hatiku tetap tegak di sisi-Mu.













