My Current Obsession
Sepertinya saya tipe orang yang kalau sudah suka dengan salah satu karakter, saya akan terobsesi. Well, at least until I’m bored with it.
So, lately I’ve been watching Gilmore Girls. As a huge fans of western series (please omit horror-thriller genre), I heard many good things about this series.
But, honestly I never had any interest in this title. Maksudku, premisnya Cuma kisah ibu-anak yang umurnya enggak beda jauh. Well, sungguh amat enggak menjual. Tapi kemudian, tiba-tiba Netflix berencana membuat filmnya sebanyak 4 buah (A Year in the Life) dengan durasi masing-masing 90 menit.
And then, I was intrigued.
Mulailah saya mencari seasons 1 dari TV series yang awalnya tayang di tahun 2000.
Meski saya suka nonton TV Series, sejujurnya saya selalu menghindari film buatan di bawah tahun 2010, karena kualitasnya pasti enggak bagus. Entah kenapa, saya malah coba nonton serial ini.
Kesan pertama saya… blur dan jadul.
Ukuran layarnya pun masih persegi, yang artinya layar laptop saya dipenuhi juga warna hitam di pinggirnya, kayak pigura.
But then I kept watching and I fell in love with this series. Well, lebih tepatnya sih saya jatuh cinta sama Lorelai Gilmore yang diperankan sama Lauran Graham. Cerita Gilmore Girls sendiri… yah… jika dibandingkan dengan TV Series tahun 2016 (This is Us for example), masih agak jauh dari kata perfect.
Kalau nonton TV Series, saya lumayan jarang merasa aneh dengan jalan ceritanya, kecuali kalau memang saya enggak suka ceritanya (yang tentunya nggak akan saya tonton lagi). Tapi di Gilmore Girls, di beberapa adegan or plot, saya merasa… eh, harusnya bisa lebih bagus, harusnya si ini begini, harusnya ini begitu. And not to mention, banyak sekali tokoh/adegan yang enggak berkesinambungan. Tiba-tiba hilang tanpa dibahas lebih lanjut, meski kalau dibahas lebih lanjut juga enggak berfungsi banyak (but, still I need closure).
Saat ini saya sedang menonton seasons 6 di tengah seasons. Dan saya sudah berusaha supaya enggak nonton interview-berita apa pun di Internet karena takut kena spoiler (dan kecewa kalau personalitu tokoh yang saya suka di real life jauh berbeda dengan di TV).
But today I cannot help myself, sesorean tadi saya nonton interview Lauren Graham (Have I mention that she’s wonderful? She’s in her late 40 and still look awesome).
I’m glad her personality so similar with Lorelai Gilmore. Yay!
She’s so full of energy, and cheerful, and that gorgeous smile and those blue eyes! Saya enggak pernah merasa mata biru itu menarik… until I saw Gilmore Girls.
Jadi well, jurnal post kali ini isinya cuma my rambling about Lauren Graham dan info yang saya dapat saat terobsesi padanya.
She’s a writer. Both fiction and non fiction.
Novelnya berjudul Someday, Someday, Maybe dan sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.
Buku keduanya baru saja rilis Desember tahun lalu dengan judul Talking As Fast As I Can. Isinya tentang kehidupan masa kecil Lauren, perjuangannya meniti karir sampai mendapatkan peran Gilmore Girls. Juga mengenai Parenthood (TV Series yang membuatnya bertemu pacarnya yang sekarang Peter Krause).
Sedikit info mengenai Peter Krause.
Saya sebenarnya agak tidak peduli dan susah menghafal nama aktor. Until I was impressed by them.
Saya tahu peter Krause dari TV Series buatan Shonda Rhimes, The Catch. Dilihat sekilas, Peter Krause enggak ganteng (plus he’s 51 ahahhaa). Tapi semakin nonton The Catch (saya lagi nunggu seasons 2 nya), he has his own charisma. Akhirnya pun saya googling2 tentang dia, bahkan sempat pengin nonton Six Feet Under (Tv Series Krause yang sukses banget di tahun 2001-2005). Saya sudah nonton 2 episode, but wasn’t my cup of tea.
Back to Lauren Graham. Since I’m still in the obsessed zone for her, I bought her latest book… in audiobook and listen to it in my almost 8 hours travelling back home.
Ini buku nonfiksi kedua yang saya baca (dengarkan). Yang pertama adalah ‘Year of Yes’-nya Shonda Rhimes (creator of Grey’s Anatomy, The Catch, Private Practice, etc). Sayangnya, Talking As Fast As I Can tidak dikupas terlalu dalam. Dan ternyata, di beberapa interview Lauren Graham, dia pernah menceritakan beberapa hal.
Dan karena buku ini banyak membahas Gilmore Girls dan Parenthood, 25% dari buku itu belum saya dengarkan karena tidak mau mendengar spoiler.
Baiklah, sekian post jurnal saya yang enggak bermutu ini.
I hope you like Lauren Graham as much as I do (for right now).














