Saat ini, sebenarnya hatiku sedang patah. Remuk. Tak berdaya. Namun, Allah, aku masih ingat masih ada Engkau yang bisa menopangku. Kuatkanlah. Tegarkanlah
he wasn't even looking at me and he found me
$LAYYYTER

Kaledo Art
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

PR's Tumblrdome

@theartofmadeline
Jules of Nature

#extradirty
will byers stan first human second

shark vs the universe
One Nice Bug Per Day
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism
Three Goblin Art
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
Cosimo Galluzzi
Game of Thrones Daily

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from India

seen from Belgium
seen from United States

seen from Russia

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Sri Lanka
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@langitkuitukamu
Saat ini, sebenarnya hatiku sedang patah. Remuk. Tak berdaya. Namun, Allah, aku masih ingat masih ada Engkau yang bisa menopangku. Kuatkanlah. Tegarkanlah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika bukan kepadamu kepada siapa aku mencintai? Sedang yang ku tahu cinta itu adalah kamu.
Biarlah kau sibuk mengejarnya. Dan aku mengikutimu.
Biarlah kau sibuk berusaha meyakinkannya bahwa kaulah satu-satunya yang terbaik untuknya. Dan aku menunggumu menyadari bahwa aku ada di sini, menemanimu.
Biarlah kau sibuk menangisi segala kegagalanmu membuatnya jatuh cinta padamu. Dan aku di sini tetap memberikan bahu agar kau tak terjatuh karena luka.
Biarlah kuberikan segala cintaku padamu. Meski kau memberi segala cintamu padanya yang milik orang lain.
© Syarifah Aini (2018)
Malam
Kau hilang dalam dekapan. Namun kau nyata dalam hati.
Bayangmu hilang terhapus malam kelam. Namun masih mampu ku lihat dengan mata terpejam.
Hingga terkadang bila rinduku terlampau gila, dan nalarku terlampau ciut. Aku berdendang bersama bayangmu di bawah rintik hujan di malam yang sendu namun tak kelabu. Aku menari dan bertanya padamu, mengapa jalan kita begitu sukar dilalui? Mengapa mencintaimu begitu menyakitkan? Mengapa untuk bersamamu harus kubayar dengan banyak air mata dan luka? Mengapa cinta tidak adil padaku dan dirimu?
Aku berceloteh sendirian di hadapan bayanganmu dengan isak yang menyiksa. Hingga ku temukan diriku terhempas di antara jerami di suatu fajar. Dan ku sadari, tidak peduli seberapa menyakitkannya jalan untuk kita tetap saling mencintai. Aku rela. Asal aku tak kehilangan cintamu.
Asal ada Tuhan, bukankah semuanya akan baik-baik saja?
© Syarifah Aini (2018)
Tuhan, bahagiakanlah dia saat ini, dan nanti.
Sebab saat bersamaku dulu, dia lebih banyak melalui masa sulit dibanding masa bahagia. Dia banyak terluka karena kita berdua sama-sama menentangmu Tuhan. Dia banyak menyimpan rindu dan cintanya seorang diri untukku Tuhan. Dia banyak menangis karena kehilanganku. Dia telah cukup tersiksa hatinya, sebagaimana tersiksanya aku menutup mata meninggalkannya Tuhan.
Bahagiakanlah ia Tuhan saat ini dan nanti, sebab dulu telah banyak ku berikan ia luka dan lara.
© Syarifah Aini (2018)
Aku sedang bernostalgia dengan bayang-bayang rembulan sisa tawamu kemarin. Segalanya memang nampak begitu gelap tanpa dirimu lagi dalam malam-malamku. Tiap petang datang, ku lihat kamu dalam sisa-sisa bayanganmu di langit sana.
Pecah sudah hujan yang ku bendung begitu kuat. Aku meringkih sendirian di hamparan langit luas bersaksikan bintang-bintang redup. Berusaha menggapaimu, namun kau terlalu jauh untuk ku jangkau. Kau terlampau jauh meninggalkanku bersama cinta yang masih muda.
Akankah suatu saat nanti bayanganmu kan hidup menemaniku sebaik kau menemaniku dulu? Sebelum ku kenalkan ia padamu.
© Syarifah Aini (2017)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Barangkali aku sakit
Kau bilang di hatimu cukup aku.
Kau bilang segala duka dan luka yang kita lewati bersama, akan selalu jadi kenangan manis dalam hidup pahitmu.
Kau bilang bila langit bisa bicara, ia akan menumpahkan segala kata cintamu padaku.
Namun nyatanya, ada dia yang lebih manis senyumnya kini. Ada dia yang lebih hangat peluknya kini.
Barangkali aku sedang sakit. Bukan karena kau tak mencintaiku lagi, namun karena kau begitu mudah melupakan segala perjuangan kita, hanya demi dia.
Barangkali aku sedang sakit. Bukan karena kau tak mampu kumiliki lagi, namun karena kau begitu mudah melepaskanku setelah ribuan hari telah kita miliki bersama.
© Syarifah Aini (2018)
Bila suatu saat
Aku dan kau seakan telah menjadi sesuatu yang bila dipaksakan akan sama-sama menjadi duri yang saling menyakiti. Bukan hanya menyakiti, namun saling menutup pintu-pintu kebahagiaan.
Bila suatu saat, aku hanya menjadi masa lalumu, mungkinkah kau akan menyadari bahwa tiada wanita yang begitu sabar menerimamu seperti diriku?
Wanita yang melupakan segala egonya untuk menjadi Ratu barang satu hari.
Wanita yang melupakan mimpi-mimpinya untuk memeluk kekasihnya karena terharu mendapat banyak sekali hadiah yang akan membuatnya berkaca-kaca.
Wanita yang melupakan bahwa ia begitu berharga dimata Ayah dan Ibunya, dan memilih bersamamu yang bahkan kau sendiri telah lupa bagaimana merawat sesuatu yang dulu kau sebut berharga.
Wanita yang melupakan bahwa sikap manismu hanya ada di masa lalu. Ia tetap meyakinkan dirinya bahwa kau tak pernah berubah. Walau semesta membuka matanya setiap saat.
Bila suatu saat aku hanya menjadi masa lalumu, mungkinkah kau akan menyesal dan meminta waktu berputar sekali saja, lalu membahagiakanku sekuatmu dan menggenggam erat tanganku seolah meyakinkan bahwa kau satu-satunya lelaki yang layak mendampingiku.
Kekasih, bila suatu saat aku hanya menjadi masa lalumu, mungkinkah kau akan merindukan setiap apa yang ada pada diriku? Suaraku, tatapanku, senyumanku, dekapanku, pelukku, bahkan tangisku?
Kekasih, bila suatu saat aku hanya menjadi masa lalumu, mungkinkah kau akan memperjuangkanku kembali dan tidak melepasku lagi?
Kekasih, bila suatu saat aku hanya menjadi masa lalumu, mungkinkah kau akan melupakanku seperti kau melupakan bahwa aku saat ini sedang begitu merindukanmu dalam kediaman yang penuh luka?
Aku dan kau (mungkin) telah sama-sama lelah. Kau lelah mengingat bahwa ada aku yang menunggumu begitu tabah di sudut kota dengan luka yang bertebaran. Sedang aku lelah mengharapkan kau mengingatku sebagai sesuatu yang dulu kau sebut berharga.
Bila suatu saat aku hanya menjadi masa lalumu, semoga kau bahagia bersamanya.
By: Syarifah Aini (2016)
Semoga
Semoga malam-malam sepi dan memilukan ini, kelak kan terbayar dengan banyak peluk dan kecup darimu.
Semoga hari-hariku yang kelabu dan menyayat ini, kelak kan terbayar oleh banyak senyum dan tawamu.
Semoga segala sedihku yang berkepanjangan saat ini, kelak kan usai dengan datangmu membawa seikat janji yang dikemas manis penuh kejujuran.
Bila saat ini aku sedang menatap iri sepasang semut hitam di dahan pohon yang kering penuh debu, semoga esok di suatu sore kau dan aku akan saling menatap bahagia di bawah ranting cemara penuh daun.
Kini, saat semuanya seakan-akan sedang riang menikmati pesta. Aku seakan-akan sedang merana sendirian di pojok kursi tamu tak berteman.
Bila kau saat ini sedang meninggalkanku saat sedang jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, semoga esok di suatu fajar, kau akan berlari tergopoh-gopoh menujuku penuh rindu serindu-rindunya.
©Syarifah Aini (2017)
Peri manismu
Bisa jadi aku adalah Si Manis yang suka memberimu puding coklat buatan Ibu tiap kamu berangkat sekolah.
🌻
Bisa jadi aku adalah Si Cantik yang suka menggodamu dengan bulu mata lentikku di setiap kita berpapasan di koridor penuh kenangan.
🌻
Bisa jadi aku adalah Si Merdu yang suka bersiul lalalalala setiap melihatmu digoda biduan tak berperasaan di kantin sekolah.
🌻
Bisa jadi aku adalah Si Gila yang tiap hari kau maki karena tingkah konyol nan memalukan, demi melihatmu kembali tersenyum dan bahagia setelah banyak sekali duka yang kau alami, namun enggan kau ceritakan.
🌻
Namun satu hal yang pasti, aku adalah si peri. Kata Opahku, aku ini adalah penyembuh sakit giginya paling mujarab (meskipun aku enggan menolong gigiku sendiri). Kata Omahku, aku ini adalah penyembuh sakit kepala paling manjur. Dan kata Ayah, Ibuku, aku adalah peri terindah yang pernah mereka miliki.
🌻
Dan barangkali, jika kamu sedikit saja memberikan kesempatan pada dirimu sendiri untuk mengenalku. Aku bisa menjadi peri cantikmu yang bisa kau bawa ke mana saja untuk menyembuhkan luka-luka tak terlihat di dalam hatimu. Sebab rasanya aku mulai patah semangat untuk menjadi si manis, si cantik, si merdu, bahkan si gila, bila kau tetap tak menganggapku ada.
🌻
© Syarifah Aini (2017)
Sekurang-kurangnya aku
Sekurang-kurangnya aku di matamu, kamu tetap yang paling sempurna di hatiku.
Dulu sebelum tawaku sepenuhnya milikmu. Dulu sebelum segala yang milikku kuberikan padamu. Dulu sebelum segala impianku ditukar oleh waktu bersamamu. Kamu pernah menjadikanku Ratu yang bahkan anginpun tak boleh menyakitiku.
Namun aku bosan membicarakan betapa manisnya dirimu yang hanya ada dalam kata "dulu". Sebab sekarang atau mungkin nanti, aku telah kehilangan dirimu seluruh. Kau telah menjelma menjadi luka yang masih enggan kutinggalkan. Menjadi neraka yang masih kubetahi.
Mereka bilang bahwa kewarasanku telah hilang bersama segala cinta yang masih tersisa dalam sebagian hatiku yang tidak mungkin bisa dimengerti hanya lewat frasa. Mereka bilang aku telah memilih menjadi cacat, akulah si buta, si tuli, dan si pincang. Aku memilih menutup mata akan segala peluk yang kau bagi dengannya. Aku memilih menutup telinga akan segala kata manismu yang kini menjadi miliknya. Aku memilih kehilangan banyak hal demi tetap bersamamu.
Mereka hanya tidak tahu, bahwa bukan cintaku padamu yang membuatku tetap menunggumu pulang, namun cintaku pada apa yang telah kau berikan padaku. Sebuah peri kecil yang bila aku menatapnya, aku mengingat segala kebahagiaan yang pernah kumiliki bersamamu. Segala kebahagiaan yang masih selalu kuharap kan datang kembali di masa depan. Masa di mana kita bisa melupakan segala luka, dan memilih saling memiliki seutuhnya kembali.
Aku tidak buta, aku tidak tuli, pun aku tidak pincang. Aku hanya sedang berharap akan pulangnya dirimu dalam rengkuhku kembali. Sebab sekurang-kurangnya aku di matamu kini, kau pernah menjadikanku begitu sempurna di hatimu.
© Syarifah Aini (2017)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dulu, ketika kita masih menjadi sepasang remaja yang kisah cintanya penuh drama. Kita pernah saling menatap dan tertawa di antara kayuhan sepeda dan rintik hujan di hutan pinus yang rindang menjulang. Kokoh dan indah. Seperti kamu ketika masih dalam pelukanku. Membicarakan hal-hal tidak penting, yang hingga saat ini masih kuingat jelas ketika kau telah pergi dan tak kembali. Membicarakan tentang betapa suara jangkrik bernama Lusy di belakang rumahmu itu begitu gaduh saat ditinggal pergi kekasihnya si Danu ketika malam hari. Membicarakan betapa menyebalkannya teman kita yang bernama Grace itu. Katamu dia terlalu banyak omong dan agresif. Namun siapa sangka, kini ia jadi kekasihmu. Membicarakan betapa lezatnya roti bakar rasa coklat buatanku. Selezat buatan koki asal prancis katamu. Gombal tingkat dewa, yang masih kurindukan hingga kini. Banyak hal yang telah berubah di antara kita setelah bertahun-tahun kita memilih berpisah. Melanjutkan hidup masing-masing tanpa bertanya, apakah aku masih mencintaimu atau kau masih mencintaiku. Namun satu yang belum berubah hingga kini, setiap kali aku melihat matamu di saat hujan turun. Aku tahu, kamu masih kembali dalam pelukanku kala itu di bawah pohon pinus. Kala pertama kali aku dan kamu menangis dalam pelukan satu sama lain karena takdir tidak pernah mengijinkan kita bersama. | Syarifah Aini (2017) *ditulis di awal pagi, dengan gigil yang tak kunjung hangat|
Bagaimana jika suatu saat segala kedamaian direnggut paksa oleh tuan dan nona tak berperasaan? Segala rasa yang dimilikinya luruh terganti rasa haus oleh apa-apa yang bahkan tak berarti lagi saat telah jadi debu. Fajar dan senja, terik dan gelap pun telah tiada bedanya. Segalanya telah sibuk memikirkan isi perutnya sendiri. Tiada waktu untuk menyampaikan rasa, bahkan rindu. Tiada lagi lalu lalang tuan dan nona yang saling jatuh cinta, berdansa di bawah lampu-lampu jalanan bertemankan rintik hujan di bawah langit berbintang kelabu. Tiada lagi waktu untuk menikmati hal-hal kecil yang memiliki banyak kenangan, hingga berat dilupa, hingga sakit untuk dibuang. Tiada lagi waktu untuk bertanya, apakah kedamaian masih penting saat bumi telah padat tak tersisa 1 hektar tanah pun. Apalagi untuk bertanya apakah cinta masih dibutuhkan saat kemanusiaan telah terancam punah. |Syarifah Aini (2017) *ditulis menjelang pagi, dengan perasaan penuh lebam namun belum jua jera|
Aku telah cukup bahagia karena mencintaimu dan dicintaimu. Tidak perlu lagi kau mengajariku bagaimana itu bahagia. Sebab kau adalah kebahagiaan yang Tuhan ciptakan khusus untukku. Malam ini ijinkan aku mengungkapkan segala kebahagiaan yang kurasakan karena kau masih menjadi "aku" hingga detik ini. Ijinkan aku menyampaikan bahwa di saat duka dan laraku pun aku masih menemukan kebahagiaan setiap melihat mata teduhmu. Tak perlu kau khawatirkan jarak yang jauh atau waktu yang panjang ini, sebab ini hanyalah badai yang pasti akan berlalu. Akan datang masa di mana aku dan kamu saling bermesraan di bawah bulan yang manis, dan langit yang luas. Hingga kita tua. Tanpa perlu merasa sedih, tanpa perlu merasa takut, tanpa perlu menangis. Hanya akan ada kebahagiaan. Sebab setiap pasangan memiliki kisahnya masing-masing. Dan bagiku, kamu adalah kisah yang hingga mati akan selalu kubanggakan. | "Badai tuan telah berlalu. Salahkah ku menuntut mesra. Tiap pagi menjelang kau di sampingku. Ku aman ada bersamamu. Selamanya. Sampai kita tua. Sampai jadi debu. Ku di liang yang satu. Ku di sebelahmu" - Banda Neira| © Syarifah Aini (2017)
Akad
Ada waktu di mana debar semakin kencan. Seakan-akan tubuh akan melayang mengudara namun hati terlalu berat dan terlalu banyak tingkah.
Aku menemukan ia, lelaki yang selalu berjuang untukku dalam keadaan apapun. Ia bersinar begitu terang, hingga aku lupa akan larangan Tuhan. Dia melakukan segalanya untukku. Keras kepala adalah dirinya. Berkali-kali ku usir, ia selalu kembali. Berkali-kali ku sakiti, ia selalu memaafkan. Berkali-kali ku lukai, ia semakin sibuk merawatku. Namun, ia rasanya sedikit tidak takut pada Tuhan, dan aku terbawa. Terseret di dalam gelap yang ku anggap warna.
Dengannya aku lupa arti melarat dan tidak bahagia. Sebab segala kesusahanku yang bersamanya pun aku mencintainya. Namun, Tuhan masih menyayangi kita. Tuhan menunjukkan kita jalan yang benar, jalan yang sudah lama sekali kita hiraukan. Kita merasakan apa itu dihukum bersama-sama. Mempelajari apa arti memperbaiki bersama. Mempelajari apa arti niat baik bersama. Kita sama-sama ingin berubah. Ingin menjadi satu di jalan kebenaran.
Tapi, bukankah segala sesuatu yang kita inginkan terkadang tidak selamanya berjalan lancar. Ada lika dan liku di dalamnya. Ada jatuh dan luka di dalamnya. Ada berjuang dan lelah di dalamnya.
Niat baik yang kita semogakan diijabah, memiliki banyak sekali rintangan. Rintangan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya. Membuat kita susah makan, sesak di mana-mana, air mata mengalir tanpa henti, berhari-hari berlarut-larut. Disaat segala doa dan harapan hanya kita utarakan kepada Tuhan. Tuhan memberikan jalan keluar yang juga tidak pernah kita sangka sebelumnya. Kita seakan tiba-tiba ditakdirkan begitu saja dengan cara yang menakjubkan.
Jadi benarlah ayat itu, “nikmat Allah yang mana lagi yang sanggup aku sangkal?”
© Syarifah Aini (2017)
Tidak masalah jika saat ini kamu sedang kecewa, disakiti, atau bersedih. Jadikanlah ini suatu hal yang dapat disyukuri, sebab dengannya kamu ternyata merasakan apa itu hidup.
Namun, berusahalah untuk tidak menjadi alasan atas kekecewaan, rasa sakit, dan bersedihnya orang lain. © Syarifah Aini (2017)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mungkin karena jarak telah mengajarkan apa arti meyakini dan percaya. Dan mungkin karena segala yang ada di antara kita mengajariku lebih banyak arti sabar dan mengalah. Aku menjadi orang yang telah terlatih menjadi kuat untuk menghadapi segala ujian yang kamu cipta di antara aku dan penantianku.
Kamu berkata bahwa bila aku bersabar dan cukup kuat menunggumu maka segala mimpi yang ku karang menjadi nyata di setiap tidurku, akan benar-benar menjadi nyata. Namun, apa yang terjadi? kita seperti dua orang yang salah satunya berusaha menggapai, dan yang lain berusaha melepas.
Mungkin aku sudah pada batas lelah untuk berdiri bahkan duduk maupun tidur di satu tempat hanya untuk menunggu kesabaranku berbuah manis. Sebab percuma saja, kau tidak sedang menujuku. Dan kau telah membangun istana dengan pagar beton tinggi yang menjulang hanya untuk membuatku berhenti menujumu. Lalu apa maumu? membuatku menghabiskan sisa hidupku hanya untuk buah pahit yang akan kau berikan?
Bodohku mencintaimu itu ada batasnya.
By: Syarifah Aini (2017)
Malam ini semua yang terlelap tiba-tiba terjaga. Memeluk dirinya sendiri karena kenangan yang membuat gigil. Ini semacam virus yang hanya disebabkan oleh sebuah lagu pilu yang dikumandangkan di setiap penjuru. Mengerikan. Air mata berlinangan karena duka yang pernah melanda masa lalu. Bisa jadi sebenarnya yang ditangisi adalah kebahagian yang dulu pernah ada dan kini tak ada lagi.
Semisal perempuan dengan wajah gelap itu. Mukanya murung karena banyak sekali penyesalan. Ia menyesal mengapa ia membiarkan dirinya tak suci lagi hanya karena seorang lelaki yang begitu ia cintai. Ia menyesal mengapa sebuah janji mampu membuatnya luluh, hingga ia menghiraukan segala nikmat Tuhannya di surga.
Di sudut yang lain, kulihat seorang anak lelaki sedang menangis tersedu sedan melihat wajah ibunya di sebuah album foto, ibunya telah meninggal sejak ia lahir. begitulah hidupnya, melarat karena rindu pada yang tiada.
Lalu kulihat pula seorang paman penjual Tahu Tek sedang sibuk memperhatikan seorang ibu dengan anaknya di seberang jalan. Kabarnya ia adalah kekasihnya dulu yang tak bisa ia lupakan hingga kini. Ia sibuk menyalahkan diri sendiri mengapa ia tak melamarnya dulu, saat wanita itu telah memintanya melamar. Kini semuanya telah terlambat, bahkan kenangan yang menggenang dalam benaknya pun telah tak ada gunanya ia ingat. Sebab bila ia mengingatnya (seperti saat ini) yang terjadi adalah ia tak akan bisa makan selama seminggu. Yang akan ia lakukan hanyalah berbicara dengan bayang-bayang wanita itu.
Lagu pilu ini telah membuat semua orang yang awalnya baik-baik saja menjadi ketakutan. Termasuk aku, aku takut segala upayaku melupakan kamu menjadi sia-sia hanya karena sebuah lagu yang memanggil segala ingatan tentang dirimu. Nasibku hampir sama dengan paman itu, sama-sama takut pada masa lalu. Rasa takut pada masa lalu itupun menjelma menjadi aku yang seakan tak punya masa depan. Ini bukan salahmu, bukan pula salah lagu dari seorang penyanyi terbaik di negeri ini yang sedang dirilis diberbagai siaran radio secara serempak itu. Ini adalah salah dari sisi lain diriku yang hingga kini tak bisa melihat lelaki yang selain dirimu.
Ditulis dan dibacakan: Syarifah Aini (2017)
Backsound: Yiruma - Do You