Selamat telah bertemu dengan tulisan berantakan ini, semoga kamu selalu dikuatkan dan menguatkan.
Akan ada satu hari kamu akan tahu jawaban dari gundahmu selama ini, doa yang kau panjatkan sesaat setelah perasaanmu bergemuruh tak menentu, ketika kamu menyadari satu hal yang tak biasa.
Jika banyak orang di luar sana selalu bersiap menyambut perasaan jatuh cinta dengan sebanyak mungkin euforia, mengapa kamu nggak bisa sesiap itu menyambut patah hati?
Dengan setumpuk perasaan sederhana yang berujung lengkungan manis dibibirmu?
Padahal kamu tahu, resiko seseorang jatuh cinta ialah kecewa dan patah hati. Dan satu hal yang harus kamu pahami bahwa; tidak semua perasaan harus berbalas.
Setulus apapun perasaanmu, sebesar apa pedulimu, sejauh mana kamu berusaha menjadi pendengar yang baik, sesabar apa kamu tetapi jika dia memang tidak akan pernah punya rasa terhadapmu atau dia menemukan seseorang yang tepat dihatinya. Kamu bisa apa?
Jika selama ini kamu sudah berusaha menjadi sebaik-baiknya teman, pendengar yang baik, diam-diam memahami apa yang dia rasakan, dan dia dengan sangat sengaja mematahkan hatimu, bagaimana?
Kamu pernah setulus itu menengadahkan tanganmu meminta padaNya agar namanya ditulis indah dalam skenario yang sama denganmu.
Toh, tidak semua perasaan harus berbalas. Kamu harus benar-benar siap jika dia menemukan pilihannya, meski itu temanmu sendiri dan terlihat jelas di depan matamu.
Mungkin, kamu tidak akan pernah percaya jika bisa sesiap itu dengan patah hati.
Sebegitunya menjadi legowo dan sekaligus tersenyum setelah sesakit-sakitnya.
Tidak ada yang tahu dalamnya isi hati manusia.
Sejatinya, hidup memang soal berjuang. Dari perjuangan-perjuangan tersebut kelak kamu akan belajar.
Belajar tersenyum walau sakit, belajar menerima walau tak ingin, belajar terlihat baik-baik saja walau terluka, dan belajar mengikhlaskan walau berat.
Satu lagi, jangan pernah berharap kepada manusia. Bukan tempatnya jika kamu tidak ingin jatuh ke lubang menyakitkan.
Mungkin, yang bisa kamu lakukan adalah merelakan.
Merelakan jika dia bukan untukmu,
Merelakan bahwa dia bukan yang terbaik untukmu,
Dan percaya bahwa semua sudah dipersiapkan sebaik mungkin oleh Tuhan,
Bahwa aku sedang merayakanmu, sama seperti mereka yang bersorak sorai merayakan pesta ulang tahun atau pesta kelulusan.
Aku berjanji tidak akan mengulang kesalahan yang sama, di mana manusia senang sekali mengulangnya. Ini hanya dunia, kusebut bagian indah rencana Tuhan.
Terima kasih sudah bersinggungan garis takdir denganku.
Mungkin, kau akan membaca ini lagi ketika hatimu sudah benar-benar pulih.
Selamat bertambah matang. Selamat mendewasakan diri. Selamat menjalani ratusan Skenario yang bermacam rupa. Selamat untuk segala-galanya.
Let the pain go and fill your day with joy.