Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis tetapi juga melibatkan perasaan. (Pidi Baiq)
Ini adalah misi buat masuk @kitajabar #openmember #kitajabar #akumaumasukkitajabar #pasukanbujang
Btw hastag terakhir maksudnya apa?
Wih, keren Kak!
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle

shark vs the universe
Peter Solarz

★

Discoholic 🪩

roma★
🪼
KIROKAZE
trying on a metaphor

if i look back, i am lost
DEAR READER

tannertan36
taylor price
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

$LAYYYTER
Cosimo Galluzzi
noise dept.
ojovivo

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from India
seen from Pakistan

seen from Germany
seen from Spain

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from India
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@kitajabar-blog
Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis tetapi juga melibatkan perasaan. (Pidi Baiq)
Ini adalah misi buat masuk @kitajabar #openmember #kitajabar #akumaumasukkitajabar #pasukanbujang
Btw hastag terakhir maksudnya apa?
Wih, keren Kak!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pada gugur daun yang mengering di tanah kenangan, aku masih mencoba. Aku masih mengingat setiap aroma jalanan yang kala itu kita lalui dengan senyuman. Pada manis hujan kita pernah berhenti di tepi impian yang sempat kita jalin dalam ikatan. “Jangan pergi jauh-jauh, kejar idealismemu di dekat kota kita ini saja. Surabaya, misal? Atau kau mau sekota denganku?”, tanyamu, rajukmu kala itu. “Aku sudah mencoba berbagai macam cara, tuan. Namun sayangnya, Tuhan telah berkata lain. Biarlah kita dipilin jarak, agar rindu punya celah untuk berbicara.”, Lalu aku, sebisa mungkin menahan lelehan lara di setiap detak waktu yang semakin mendesak perpisahan kita di kala itu. Wahai tuan dengan bahu ternyaman dan mata terindah yang selalu bisa menuntunku kembali pulang, hingga detik ini setiap memori itu masih ku ingat dengan rapi.
Gugur daun di setiap senja kali ini terasa lebih menyedihkan tanpa hadirmu. Semenjak kau memutuskan untuk mematikan rasa, aku tak hentinya berusaha untuk lupa. Mencari berbagai cara agar aku tak lagi kelu ketika kita berbicara dengan rasa yang tak lagi sama. Sakit memang, tapi aku ingin belajar. Aku ingin temukan bahagiaku kembali. Tuan, aku memang masih ragu. Tapi jalanku kini tak lagi menuju ke arahmu. Jalanku kini ku biarkan melaju dengan inginku. Dari cinta yang pernah ada, aku belajar bahwa tak selamanya keinginan sejalan dengan kenyataan. Kadang di dalamnya, mereka malah harus sering bersinggungan. Agar kita juga bisa memahami, bahwa hidup harus terus dijalani. Tuan, aku ingin merasakan berdarah-darah kembali. Mengejar apa yang harus ku kejar, dan melepaskan apa yang harus ku ikhlaskan. Biar rindu kali ini menyusup begitu saja, aku ingin berjalan kembali dengan bahagia.
Terima kasih, tuan. Berbahagialah pada jalanmu, seberat apapun nanti ia akan menjatuhkanmu.
@kitajabar
Teruntuk pria pecinta hujan bulan oktober
Aku ingin menjadi abu. Beterbangan sesuaku. Berdiam ditempat yang aku mau tanpa seorang pun tahu .mereka pikir dapat membuangku. Nyatanya yang mereka sapu hanya sebagian dari kehidupanku. Bukan aku. Aku ingin menjadi abu masuk ke saluran nafasmu, bertarung dengan cillia cillia dalam tubuhmu. Lalu menetap selamanya dan mati bersamamu. Tidak ! Bukan aku yang membunuhmu Aku hanya ingin bersamamu dalam tubuhmu , bukan aku yang membunuhmu.aku hanya ingin lebih dekat denganmu, mendengar detak jantungmu, merasakan hembusan nafasmu,melihat gerakan gerakan organ organmu.hanya itu.bukan aku yang membuatmu mati bukan aku yang membunuhmu. Aku hanya ingin hidup bersamamu @kitajabar
Ada kalanya gigil pagi lebih menghujam tajam dibanding rinai hujan di bulan oktober. Saat dimana aku tau, langkahmu telah sedepa lebih jauh, dari bayang yang kuyakini telah melekat dalam hari-hari yang kujalani. Saat dimana aku harus memaksa memunguti hati, dengan segala keping yang masih sepenuhnya membiaskan dirimu. Aku bukannya tak bisa, sesekali aku pernah mengajari rasa untuk tak banyak percaya. Tapi padamu, semua kuatku seolah recah, terseok meminta sebuah langkah untuk kembali.
Pada senja dengan calendula oktober ditangannya, pun elegi jingga yang tak henti membuatnya menitikkan air mata. Sungguh, kembalilah. Hidupku telah menjelma yang seluruhnya kamu. Hati yang telah berpuing masih berharap kedatanganmu. Kuharap ini bukan amin-amin yang kemudian hanya terhempas oleh takdir yang berkata tidak setuju. Untukmu, rasa itu masih akan tetap sama. Karna tanpamu, aku hanya bernafas diraga yang tak bernyawa. Kembalilah.
@kitajabar
LEADERSHIP MENTORING : PILIHAN
Hari ini, saya mengawali mentoring pertama saya bersama 3 kawan lainnya. Kang Arfi, mentor saya, langsung meminta kami semua untuk membaca sebuah tulisan yang isinya adalah,
“Ketahuilah Setiap daripada kamu adalah pemimpin, dan setiap daripada kamu akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpin”
Ya, sebagai manusia, kita ditunjuk untuk menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Kita tidak pernah terkekang oleh siapapun, hanya kita sendiri yang membuat diri kita terkekang.
Tak pernah ada yang melarangmu untuk melakukan apapun, tapi kadang kita melakukan sesuatu karena takut akan satu hal, tidak enakan, tidak nyaman, dll. Padahal, apa apa yang kita lakukan, akan dipertanggungjawabkan oleh kita sendiri kelak.
Setiap orang di akhirat kelak, justru akan mengalami kesulitan terbesar, bukan ketika dia ditanya “apa yang anggota organisasimu lakukan?” atau “Apa yang kau lakukan selama menjadi pejabat?”, tapi kesulitan terbesar adalah ketika kita ditanya, “apa yang tanganmu lakukan selama di dunia? Lalu kau langkahkan kemana kakimu? lalu kau lihat apa dengan matamu?”
Ya, kesulitan terbesar, adalah ketika kita ditanya tentang kepemimpinan kita terhadap diri kita sendiri.
—
Setiap orang itu diberi pilihan, bahkan, dalam beragama sekalipun, kita diberi pilihan. Kita bebas memilih, untuk beribadah atau tidak, kita bebas memilih, untuk beriman atau tidak.
HIDUP ADALAH PILIHAN
Kalimat itu benar adanya, setiap hal di dunia ini, adalah pilihan. Jadi baik, jadi jahat. Lemah lembut, atau kasar. Ini semua adalah pilihan. Namun, kita harus ingat, bahwa kita memang bisa memilih, tapi kita TIDAK BISA memilih konsekuensi dari pilihan kita.
Jika kita memilih jadi yang kasar, jangan berharap kamu dianggap orang baik, itu konsekuensi.
Jika kita memilih jadi pembohong, jangan berharap kamu dianggap orang jujur, itu konsekuensi.
Jika kamu memilih untuk tidak beriman, jangan berharap syurga-Nya, itu konsekuensi.
Maka, sebelum memilih sebuah keputusan, pastikan bahwa kamu mengerti konsekuensi apa yang akan didapatkan dari pilihan kita. Sedangkan, di zaman ini, banyak sekali dari kita, yang ingin bebas memilih, namun tidak ingin menjalani konsekuensinya.
—
Maka, jadilah pemimpin, yang mampu membawa diri, kepada pilihan-pilihan dengan konsekuensi yang terbaik.
—
dedicated to @kitajabar
PILIHAN Bandung, 21 Oktober 2016
Nah, ini. Buat para pemimpin di sana~

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berjalanlah meski kau penuh dengan peluh . Bangkitlah meski kau jatuh dan terjatuh .
@kitajabar (via desisaraswatii)
Distraksi
Tiada yang benar-benar tahu apa isi kepala dari tiap-tiap manusia yang sedang merayakan gelagak tawanya hingga habis air mata.
Tiada yang benar-benar tahu apa isi kepala dari tiap-tiap manusia yang sedetik lalu mengangkat dagu lalu tertunduk lesu dan diam tergugu.
Ya, tiada yang benar-benar mengetahuinya, bahkan terkadang sang pemilik kepala itu sendiri.
Pukul dua dini hari, dan ia tahu pasti apa-apa saja yang sedang berkecamuk di dalam kepalanya. Sesekali pula ia merasa pening, seperti ada bogem mentah yang dilayangkan entah oleh siapa pada salah satu sudut kepalanya, yang berisi banyak sekali tumpukan surat kaleng yang memaksa untuk ia baca satu per satu.
Ayam berkokok, dan ia masih saja terjaga. Surat kaleng belum habis ia baca, kali ini giliran venus diufuk timur sedang mengerlingkan matanya. Seolah mengajaknya berlarian kian kemari, menari-nari mengelilingi kosmologi.
Secara perlahan sang mentari mulai mengintip, lalu mendobrak masuk melalui celah pada bilik jendela. Ia pun beranjak berdiri dan bertanya pada dirinya sendiri, “Untuk apa aku ada di jagad raya, ini?”
***
1 Oktober 2016 September benar-benar telah berakhir. Lagu wake me up when September ends harusnya telah enyah dari kepala. September ceria telah pergi, digantikan oleh Oktober bahagia.
Selalu ada harapan dan semangat baru yang ditawarkan pada setiap permulaan. Dan Oktober, tantangan untuk berkarya semakin tinggi.
***
Selamat datang pada bulan Oktober, bulan bahasa, bulan peringatan kesehatan jiwa sedunia, bulan puncak kesibukan bagi siapapun yang masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah. Tugas akademik berpadu dengan organisasi, bertabrakan dengan meningkatnya frekuensi praktikum dan ambisi untuk berkompetisi.
La nina memang sesekali membelai mesra, meneduhkan hati yang gundah gulana, mendinginkan kepala dari bising lalu lalang media informasi, meredam ego yang sesekali mencuat ke permukaan. Ia menawarkan ketentraman barang sejenak sambil mencium basah tanah oleh rinai pada suatu senja yang hangat.
Deadline tak kenal ampun akan mengejar hingga ujung dunia, bahkan ia menjelma jadi rentenir yang meminta lebih, memaksa untuk mempertaruhkan jiwa dan raga untuk menebusnya.
Hingga tiba pada titik Jenuh. Letih, lelah, kepala rasanya mau pecah dan tubuh mulai kehilangan arah. 24 jam sehari dirasa masih kurang. Memangkas jam tidur dirasa hanya satu-satunya pilihan yang dapat diambil.
Patah! insomnia parah rupanya telah menyita banyak waktu. Tersedot oleh berbagai macam distraksi yang tak dapat ditemukan tombol pengendalinya. Mulai resah, kala amanah tak berjalan semestinya dan tiada karya yang lahir dari buah pikiran yang telah melanglang buana ke negeri antah berantah.
Si lemah gemulai belum boleh menyerah. Asa harus segera dibangun ulang! Bara api yang menggelora harus segera dinyalakan kembali!
***
Oktober masih dan selalu menawarkan kebahagian, maka kau jangan lupa bahagia, dan teruslah berkarya. Salurkan lewat bahasa, lewat kata, lewat nada, lewat rasa~
@kitajabar
SEMANGAT!!!!! *singsingkan lengan baju*
Hai hai, sudah pada tidurkah?
Engg, Admin hanya mau mengingatkan. Kepada kakak-kakak yang belum mengumpulkan Misi Rahasianya, ayok segera! Admin tunggu sampai besok pukul 13.00 WIB ya :) jika tidak dikirimkan sampai batas waktu, Admin hanguskan~
@kitajabar
Ya Allah Kak, suaramu itu lho :')
Curhat,
Di senja yang kini tampak romantis dengan langit jingganya, kami ingin sedikit berbagi kisah dengan kalian. Sebuah kisah tentang pengabdian, ketulusan, dan kesetiaan kami selama bertugas:
Perubahan cuaca yang tak tentu: tak pernah sekalipun kami risaukan Kondisi jalan yang seringkali tidak stabil, jarak tempuh yang panjang dan menyita waktu juga tenaga: tak pernah sekalipun kami hiraukan
Kendala teknis seperti diatas (bukanlah hambatan bagi kami). Mereka bagaikan makanan pokok , yang terasa ganjil bila tidak kami temui disetiap perjalanan dinas kami.
Tak terhitung lagi, berapa kali waktu istirahat kami tersita demi sebuah perjalanan dinas dadakan meski tanpa upah tambahan dan tak terhitung pula, berapa kali kami harus melalui masa pengobatan yang menyakitkan akibat kecelakaan kerja. Satu hal yang perlu kalian tahu, semua itu kami lakukan dengan penuh ketulusan.
19 Oktober 2016, hari ini tepat 3 tahun sudah kami mengabdi. Menjadi suatu komponen penting bagi sebuah truk tua pengangkut ayam potong milik tuan kami. Dan disenja kali ini, kami juga ingin menyampaikan sesuatu bahwa hari ini adalah hari terakhir dari masa pengabdian kami. Tuan kami bilang, kini sudah saatnya kami beristirahat. Menikmati sisa masa tua kami di halaman belakang gudang miliknya sebelum akhirnya diangkut menuju suatu tempat akhir yang seringkali disebutnya “bengkel peremajaan”.
Begitulah kisah pengabdian kami, terima kasih telah bersedia meluangkan waktu berharga kalian untuk membacanya. Kami memohon maaf, bilamana terdapat kata-kata yang menyinggung hati kalian. Salam semangat untuk kalian yang sedang menjalankan tugas keprofesiannya, semangat berproses kawan! Suatu hari kalian akan tiba diujung perjalanan (sama halnya seperti kami saat ini). Maka dengan seluruh kerendahan hati, kami ingin mengajak kalian untuk sejenak menikmati sisa senja kali ini bersama-sama, merenungi sejenak alunan proses yang telah kita lalui
Salam hangat dari kami, dua pasang ban truk tua pengangkut ayam potong.
@kitajabar
Wakakakak! :))

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ayo kak, 3hari lagi kak!
Tukang Lotek di Ibukota
Tidak banyak yang spesial darinya, pun bukan berarti sama saja. Ia hanya mengupayakan dayanya melalui sayuran berbumbu kacang agar mampu bertahan. Paling tidak dapat tambah satu hari lagi, sehingga dapat menyambut esok dengan harapan baru. Harapan kalau kebisingan tak lagi terlalu bingar, kalau asap tak lagi terlalu pekat. Biar orang-orang tak segan singgah dan tak pula buru-buru pergi. Karena ia hanya mampu menawarkan sedikit kesederhanaan, berharap mereka yang menikmati kembali lagi. Bersama piring yang ia sungguhkan ditambahkan pula secarik doa. Semoga kota ini tak melulu sibuk dan mulai bersahabat terhadapnya dan teman-teman seperjuangannya yang lain. @kitajabar
Ya, begitulah. Lotek dewasa ini sudah tergantikan oleh Double Whoopers Junior.. *menangis setumbak*
Selamat siang, Kakak-Kakak yang jomblo maupun yang tidak jomblo. Admin mau memberitahukan, untuk Kakak-Kakak yang sudah mensubmit Misi Rahasianya ke akun masing-masing, jangan lupa untuk segera kasih tau Admin ya!
Caranya adalah dengan mengirimkan id Line dan Tumblr ke Chat Tumblr atau ke LINE narahubung yang kemarin dihubungi. Setelah open member ditutup, kalian akan langsung diberi kejutan!😆
Aku masih menunggu disini. Duduk beralaskan karpet tipis di pojok kamarku. Kata mereka suhu badanku naik. Namun aku terlalu lemas untuk merasakannya. Aku masih menunggu disini. Berharap udara segar datang menghembuskan pening dan ketidaknyamananku. Kata mereka jangan ditahan, keluarkan apapun yang ingin kukeluarkan. Namun aku terlalu lemas untuk beranjak. Aku masih menunggu disini. Ketika kabar buruk tiba dari temanku. Kata mereka obat diare di apotek terdekat habis dan ia malas pergi jauh. Namun aku terlalu malu untuk mengatakan betapa aku membutuhkan obat diare itu.
@kitajabar
Banyak minum oralit ya Kak.
Jika Aku Tak Menjadi Bagianmu
Teruntuk idamanku Yang senantiasa aku kasihi Di tempat
Mungkin kamu sudah sering membaca tulisanku selama 5 bulan belakangan ini. Mungkin juga kamu sudah menerima banyak hadiah dariku di atas mejamu. Dan mungkin kamu penasaran, siapa sebenarnya penulis surat dan pemberi kado yang tidak pernah menyertakan nama pengirim ini?
Ketahuilah bahwa pengirimnya, aku, selalu ada di dekatmu.
Akulah mata yang selalu memperhatikanmu di kelas. Akulah langkah kaki yang terdengar dari belakangmu tiap kamu berjalan bersama teman-temanmu. Akulah gelap yang mengintai tiap kamu pulang malam sendirian. Akulah deru nafas dari balik jendela kamarmu di setiap jam tidurmu.
Sudah lama aku memperhatikanmu dengan harapan menjadi milikmu suatu saat nanti. Entah aku harus bagaimana jika aku tak juga menjadi.. ah, tidak mungkin. Aku pasti akan membuatku jadi bagianmu. Lihat saja nanti.
Tertanda, Pemuja Rahasiamu
tag : @kitajabar
terinspirasi dari cerita asli milik kenalan nun jauh di sana.
*maaf ya kakak kakak sekalian kalo serem:”) aslinya pengen nulis prosa galau tapi kok ya ndabisa hehe semoga kakak kakak semua ndak kaget*
Sial. Mimin jadi susah tidur gegara kamu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Percakapan denga penjual tahu bulat.
Sore ini aku ikut berkumpul bersama anak-anak kecil yang mengerubuni salah satu fenomena yang tidak kalah hits dibandingkan dengan konspirasi bumi bulat. Mobil Pick Up hitam yang terpasang tenda terbuat dari terpal dibelakangnya, lengkap dengan satu set pengeras suara yang mengulang-ulang sebuah backsound yang menjadi ciri khas kendaraan penjual jajanan ini.
Sebenarnya aku bukan penyuka jajanan tahu bulat ini, bahkan aku tidak pernah menyukai tahu dalam bentuk apapun. Aku disini untuk tujuan lain, sebuah misi rahasia dari seorang - katakanlah - “penguji” yang misinya adalah membuat prosa pesan kepada penjual tahu bulat. Aku tidak ada ide pesan apa yang bisa aku sampaikan kepada seorang penjual tahu bulat, jadi aku coba berinteraksi langsung dengan sang “narasumber”.
Satu per satu anak;anak mulai berkurang karna telah mendapatkan yang mereka inginkan, sampai pada giliranku aku masih belum mendapatkan ide, jadi aku hanya menyerahkan selembar uang lima ribuan kepada sang “narasumber”.
“Bang, menurut abang bumi itu bulat apa datar?”
Dia berhenti memasukan tahu bulat kedalam kantung plastik sambil menatap heran kearahku. Pertanyaan macam apa itu?
“Datar sih,” katanya kemudian, “yang bulat cukup tahu ini aja.”
Aku mengangguk-angguk bodoh, masuk akal. “terus kenapa di goreng dadakan?”
“karna ga selalu yang di rencanakan itu menyenangkan,” katanya tanpa perlu repot memikirkan jawaban lain.
Aku menaikan sebelah alis mendengarnya. Aku memberi sebuah pesan pada penjual tahu bulat itu sebelum berbalik membawa bungkusan tahu bulat. Satu-satunya pesan yang bisa aku sampaikan pada penjual tahu bulat itu hanya “bang, banyakin bumbu pedesnya.” Misi rahasia selesai dengan hasil yang apa adanya.
@kitajabar
Jadi, menurut tukang tahu bulat.. BAIKLAH! *mangut-mangut* *oh..begitu.*
Fyi, open member hanya dibuka selama 5hari loh, jadi ayok cepetcepet dichat itu mbak dan masnya!
Tenang, adminnya nggak gigit.