I hate this state more than i hate myself
he wasn't even looking at me and he found me
Cosimo Galluzzi

Origami Around

JVL

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.
tumblr dot com
Peter Solarz

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Kaledo Art

if i look back, i am lost
dirt enthusiast
Misplaced Lens Cap
Today's Document
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
Three Goblin Art
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Italy

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Brazil

seen from Japan
seen from Türkiye

seen from Australia
seen from Dominican Republic

seen from Türkiye

seen from Austria
@javaanggara
I hate this state more than i hate myself

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku mendengar namamu.
Lewat hembusan kabut malam hari.
Lewat rintihan malaikat yang mati.
Juga lewat kebenaran yang meratap sepi.
Air diantar dari hulu ke lautan, api meradang dari jambi hingga kalimantan.
Satu kata diambang pahit dan indahnya kematian, ialah harapan.
Deathnecrosis
Jawaban di Narvasa.
Setelah sekian minggu aku baru kembali ke Narvasa. Dengan cara dan fase yang sama.
Di Narvasa, Aku berpijak pada sebuah bukit kering. Tanahnya dilumuri batu yang keras dan panas. Aku berdiri tepat di ujungnya. Sementara bantaran lembah dengan sepasang gunung yang terbakar tepat di hadapanku. Langit hitam pekat dengan bentangan awan jingga bermekaran bagai api. Dan bulan terlihat merah bagai berdarah.
Sekitarku tak ada siapa-siapa. Tidak setelah Aku merasakan akar kering ini merayap melilit kakiku keras. Aku berusaha keluar darinya secara utuh. Akar itu seakan menahanku. Sementara perlahan Aku juga merasakan alam sekitarku seakan lebih hidup. Semesta telah menata dirinya sedemikian rupa demi menyambut sebuah peristiwa perayaan. Bulan yang merah, di atas sanalah perayaan terjadi.
Langit meradang merah. Gedung dan gunung luluh lantah. Ababil terbang ke Gujarat, muntahkan darah. Setan dan malaikat penuh amarah. Meregang jiwa yang serakah.
I love you then, and i love you still. I love you now and i know i always will.
Molly burch

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Malam itu, Aku pulang diantar pening, dan iringan wanginya bunga sedap malam. Walau tak sampai ke rumah.
Semesta: Terserah
Judith masih belum bisa menebak apa yang akan terjadi setelah Ia melakukan ritualnya. Pesan Marko dan Jennifer membuatnya bingung. Narvasa memang tempat yang sulit dipahaminya. Ia hanya bisa menaruh harapan semoga kali ini Marko dan Jennifer tidak menipunya.
Sudah hampir tengah malam dan beberapa menit lagi mungkin bulan memerah. Itu waktu yang mereka janjikan padanya. Ia terus memegang tangan Norma yang pulas dalam kematiannya. Sesekali Ia mencium kening Norma sambil menangis, meski itu bukan bagian dari ritual. Judith tetap tak bisa menahan perasaan itu.
Tiba-tiba Ia merasakan denyutan syaraf pada genggamannya. Ya. Norma. Ritualnya berhasil. Marko dan Jennifer kali ini benar. Norma terbangun dari kematiannya.
Dengan sigap Ia menghapus bekas tangisannya. Ia tak mau menyambut kedatangan Norma dengan cucuran air mata. Judith pun menyiapkan senyuman yang biasanya. Sederhana.
"Judith.." Norma terbangun.
"Emm.. Hai.."
"Aku, bingung Judith"
"Aku senang Norm"
"Kenapa kita bisa ketemu lagi? Aku senang. Tapi.."
"Tapi apa?" sambil tersenyum, Judith menyernyitkan dahinya.
"Mmm.. Aku tak peduli, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Norma sambil menatap mata Judith dalam.
Judith hanya tersenyum dan menjawab singkat. "Terserah.."
Hipokrit
Kaku, malu-malu
Sedikit bergerak banyak berteriak
Makan bangkai dari pembantai
Senang disembah lewat serapah
Berlagak suci seperti babi
Leher diikat emas berkarat
Malam bugar pagi terkapar
Hajar jahanam sisa semalam
Hipokrit berpesta ria
Merasa paling juara
Hipokrit merajalela
Menyembah harta, tahta, wanita
Pesan Marko & Jennifer di Narvasa
Masih dengan rasa disorientasi tinggi saat Aku menyebrang sebelum akhirnya sampai ke Narvasa, tempat dimana aku selalu mendapat penjelasan dari problematika dan carut kehidupan yang kualami. Kali ini aku sedikit tak menyangka bahwa aku dalam perjalanan menuju tempat itu. Dalam perjalanan aku melihat kartu angka 2, 5, dan queen. Ketiganya dalam jumlah berlipat ganda sembari bergerak sesuai dengan orbitnya masing-masing. Kepalaku mendadak berat bersamaan dengan nafas yang mulai sulit diatur. Narvasa tampak beda, dindingnya berwarna warna jingga dengan corak cahaya hijau, coklat dan biru yang berpendar, seperti layaknya hamparan langit beserta awannya. Setelah beberapa saat aku mengkondisikan diriku, tiba-tiba dua orang berbicara padaku tanpa berkenalan sebelumnya. Mereka bercicara tentang rutinitas hidup dan tak lupa tentang perasaan yang menggerayangiku akhi-akhir ini. Kami pun melakukan komunikasi satu arah yakni dalam realitasnya,sosok pertama, Marko memberikan beberapa pesan dengan diikuti gelak sosok kedua, Jennifer. Pesan-pesan yang singkat dan cepat. Marko menyampaikan dengan santai dan luwes. Pembicaraan tentang harapan hidup dan cita-cita yang kuinginkan. Tentang pencapaian karir, wanita yang kudambakan, dan keluarga yang bahagia. Marko meneruskan dengan menjabarkan keadaanku yang saat ini sedang kujalani. Tentang tatanan dunia baru yang mulai mencekik nafasku. Tentang dogma dan hegemoni masyarakat, yang dengan angkuhnya menyiksa pola pikir dan kehidupan masyarakat itu sendiri. Lalu jennifer kembali tergelak, menertawakan manusia. Termasuk menertawakanku. Sontak pikiranku berputar terbalik, dinding Narvasa pun berubah warna, kilau jingganya memudar berganti hitam dengan corak ungu yang terang. Aku mulai merasakan tubuhku terpisah, detak jantung sangat cepat dan nafas diujung kerongkonganku. Perlahan tubuhku terhisap oleh cahaya. Tubuhku mulai mati rasa, dari kaki hingga aku hanya dapat merasakan kepala dan nafas diujung kerongkonganku. Cahaya itu terus berusaha menghisap tubuhku, aku mulai merasakan panas yang menjalar dari leher hingga kepala. Seketika dinding narvasa meredup dan gelap. Mataku terbuka, aku mulai bisa merasakan seluruh tubuhku. Nafasku masih terengah, dengan keringat dingin yang membasahi rambutku. Aku pun tersadar bahwa aku sudah di dunia nyata.
Romantika; Pilkada, dan Penistaan Agama.
Indonesia sedang asik dicumbu oleh kisruhnya politik dan agama dalam jagat maya maupun nyata. Bahkan celoteh kisah cinta anak muda pun kalah pamornya. Ya! Kini berita pilkada mungkin lebih menarik dari pada video skandal bercinta. Bagaimana tidak, layaknya drama daur ulang, isu politik seperti komunisme diangkat dan siap dipertontonkan. Tentunya dengan bumbu lama, kepercayaan dan agama. -Seperti "surga" di jakarta Kep. Seribu menjadi saksi bisu dari ucapan Ahok yang dinilai menistakan al-qur'an. Bukan dengan cara korupsi pengadaan al-qur'an, Ahok dianggap menistakan karena mengucapkan "dibohongin pake surat al-maidah". lewat tangan suci Bunni Yani, Ahok dilaporkan atas tuduhan penistaan agama melalui bukti video. Sontak, publik yang sangat sensitif pun langsung heboh. Dikomandoi sang imam besar yang gagah berani dan piawai dalam provokasi, puluhan ribu laskar permadani memanas sembari mengkafirkan apapun yang menghalanginya. -Bahkan seorang Allan Seiring drama itu berlanjut, datanglah kabar dari arah yang berbeda, baik gagasan dan sudut pandang. Tulisan Allan Nairn bertajuk "Ahok Hanyalah Dalih Untuk Makar" terbit di laman media online. Tulisan tersebut berisi tentang keterlibatan para jenderal mendongkel presiden Jokowi lewat kasus al-maidah. Didalamnya, Allan menulis nama Prabowo, Harri Tanoe, Fadli Zon, hingga jenderal aktif maupun pensiunan. Tulisan ini mendapat respon yang cukup menarik dari jenderal TNI yaitu Gatot. Ia berpendapat bahwa melayani Allan sama saja dengan berkelahi melawan orang gila. Meski pada akhirnya Gatot sendiri yang meminta seluruh anggota TNI untuk menyaksikan "perlawanannya" di salah-satu televisi swasta. Acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa petinggi media, dan penulis buku. Beberapa diantaranya berpendapat bahwa Allan adalah jurnalis pemula. Sayangnya mereka tidak tahu bahwa Allan pernah dihadiahi penghargaan atas tulisan investigasinya. Putusan Ahok akhirnya ditentukan. Vonis 2 tahun penjara dijatuhkan padanya setelah ia gagal menjadi petahana di pilgub DKI. Tentunya, masyarakat memilih paslon lain yang menurutnya seiman. Uniknya, tensi laskar pun menurun seiring berakhirnya pemilihan gubernur DKI. Sebelumnya, dibawah pimpinan sang imam yang gagah berani, laskar permadani penuhi kota jakarta untuk menuntut si penista tersebut. Pada akhir jabatannya Ahok dihadiahi karangan bunga dan cahaya lilin dari relawan yang merasakan kejanggalan dari drama ini. Sementara Sang Habib sedang sibuk meminta perlindungan dari PBB atas kasus "chat sex" di media sosial. Miris, Sang Habib sendiri sempat "mengkafirkan" organisasi internasional tersebut. Front yang dipimpin oleh Sang Habib pun seakan tutup mata akan kasus pornografi yang menimpa pemimpinnya. Tidak seperti saat meneriaki Ariel Noah beberapa tahun lalu. Nilai kesucian agama justru nampak ternodai ketika hanya digunakan untuk misi politik. Miris, orang yang digadang-gadang sebagai imam besar nampak mencerminkan hedonisme, rasialisme dan arogansi. Ia pun memprovokasi orang-orang yang tulus, menjadi panas. Kita memang harus lebih jeli dan luas dalam berpikir. Disiplin verifikasi dan menggunakan hati nurani. Jangan mudah terprovokasi. Mari buktikan jika agama tidaklah arogan, melainkan penyebar kebaikan. Sesungguhnya Tuhan tak membutuhkan pembelaan dari umatnya, karena dialah sang maha segalanya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sang pemenang
Bak' olimpiade, hidup penuh persaingan dan benturan. Entah ego ataupun kepentingan. Siapapun yang berhasil menyingkirkan "lawannya" ia menjadi pemenang. Sebaliknya, yang tersingkir diberi label pecundang. Sang pemenang mengangkat dagunya sambil melebarkan senyum bangga. Ia merasakan dirinya begitu besar dan kuat. Sementara si pecundang hanya bisa menerima kenyataan. Namun, di balik itu semua, kita tidak mengetahui apa motif dan cara mereka bertarung. Bagaimana mereka saling berjuang dalam kapasitasnya masing-masing. Sang pemenang memang boleh bangga karena kuat dan besar. Namun si pecundang memiliki kekuatan lebih untuk memikul dan menerima kenyataan yang pahit.
Tidak dihargai bukan berarti kau tak berharga! Dia hanya belum merasakan tiadamu!
Hari ini buruh seluruh dunia diperingati haknya. Dari tahun ke tahun, tuntutanya hampir sama, mulai dari upah, kontrak dan hak berserikat. Biasanya, para buruh menyuarakan haknya secara bersamaan. Konvoi di jalanan dan "mangkal" di gedung pejabat. Ada yang serius, berteriak lantang dengan raut wajah penuh beban. Ada pula yang asyik berfoto selfie. Mereka datang tidak dengan seragam yang sewarna. Melainkan beberapa perserikatan. Meski berbeda warna, mereka menyuarakan haknya dengan senada. Bicara tentang perjuangan, bukan hanya di 1 Mei saja. Setiap harinya, para buruh berjuang, berpeluh untuk mencari pundi demi melanjutkan kehidupan. Mereka tak peduli meski dibayar murah, diperlakukan seperti sapi, dan tidak dihargai. Wajar bila mereka mengeluh, meski keluhannya hanya keluar dari mulut dan akhirnya hilang terbawa angin. Semoga buruh selalu diberkati tuhan! Tidak dihargai bukan berarti kau tak berharga! Dia hanya belum merasakan tiadamu!
La La Land (2016)
Ruh
Aku adalah manusia biasa. Pekerja dalam setiap harinya, mengais pundi-pundi demi menghidupi keluarga. Bulan ini adalah bulan kelahiranku, Februari. Usiaku genap 26 tahun, mengingat ini adalah tahun 2027. Saat ini dunia seakan diujung hayatnya. Dimana pagi terasa begitu gersang dan kering. Siang hari yang mencekik, dan malam yang mengikis. Jarang sekali aku menemukan taman dan udara yang sejuk. Seperti saat aku kecil. Semua lenyap setelah para Algojo mengambilnya. Taman yang seperti surga dirubah menjadi hangus dengan sekejap. Namun di samping itu Aku tetap percaya pasti ada suatu tempat yang layak dan lebih baik dari dunia saat ini. Aku percaya tuhan dan surga. Ibuku bilang, ada dimensi lain yang bisa kita singgahi. Bahkan, jika sanggup, seseorang dapat menetap di dimensi tersebut, dimensi tersebut dinamakan Narvasa. Seperti biasanya. Pagi-pagi sekali Aku berkeliling kota untuk mencari pundi-pundi. Aku adalah seorang penukar. Aku menampung barang milik seseorang untuk ditukar dengan barang yang diinginkan. Biasanya orang-orang memesan akar basah untuk dimakan. Aku sampai pada sebuah tempat yang kering. Aku yakin tempat ini bekas taman surga yang sudah lenyap. Aku bisa melihat dari batang pohon kering yang menjulang panjang. Tidak seperti biasanya, udara di tempat ini terasa yangat lembab dan basah. Namun tetap dengan suhu yang panas. Aku mengendap masuk dalam sela-sela hingga aku menemukan sebuah lubang menyerupai gua. Aku penasaran dan memasukinya. Sangat gelap dan lembab. Belum terlalu jauh aku berjalan, terlihat cahaya tipis berwarna kuning. Aku mendekatinya dan akhirnya terlihat sebuah tanaman menyerupai jamur psylocibe namun agak tebal pada bagian payungnya. Aku berfikir untuk membawanya pulang atau menukarnya dengan harga yang tinggi. Namun egoku berkata lain. Aku pun memakannya.
Masyarakat Bermedia
lnformasi memang sudah menjadi kebutuhan kita. Apalagi kita semakin dimanjakan oleh kemudahan dalam mengaksesnya lewat medi sosial. Kini, aktif bermedia sosial sudah bukan lagi barang tabu. Semua kalangan dari mulai anak-anak hingga usia lanjut pun aktif bermedia sosial. hampir tak ada kendala jika kita ingin mengetahui kabar sanak saudara yang berada di Kalimantan Timur meski kita berada di Sumatera Utara. Kita patut bersyukur atas kemudahan teknologi yang digunakan. Masyarakat yang aktif bermedia sosial tentunya banyak menerima informasi. Dari mulai penistaan agama sampai bentrokan antara pekerja transportasi online dan konvensional. Belum lagi, berita-beriya unik yang viral di media. Sayangnya informasi tersebut terkadang tidak jelas kebenarannya. Berita-berita tersebut kini akrab dikenal dengan nama hoax. Adapun selintingan berita yang memang sengaja dibentuk sedemikian rupa demi suatu kepentingan satu pihak. Tak jarang media sosial dimanfaatkan oleh tokoh politisi demi membangun citra tertentu di masyarakat. Yang jelas mereka kerap berusaha viral di media agar mendapat perhatian dari masyarakat. Lebih parah, media televisi sepertinya makin tidak sehat. Setelah gegernya fenomena sensor yang cukup berlebihan, kini media televisi sudah bukan lagi mengutamakan hak publik, melainkan kepentingan politik. Bayangkan saja, salah satu media nasional rutin menyiarkan lagu/mars partai politik yang tak lain pemiliknya sama. Artinya, hak masyarakat memang sudah direnggut. "Whoever control the media, control the minds" -Jim Morrison- Vocalis yang melegenda tersebut berpendapat bahwa siapapun yang menguasai media maka ia dapat menguasai pikiran masyarakat. Secara tidak langsung media mengontrol pikiran kita lewat doktrin dan cuci otak. Masyarakat bermedia diharapkan dapat cerdas dalam menanggapi dan menerima informasi yang beredar atau sengaja diedarkan. Masyarakat kini harus dapat membedakan mana yang benar dan mana yang terlihat benar. Agar opini dan cara pandangnya tidak mudah digiring ke arah yang salah. Jangan sampai masyarakat tak berdaya, menjadi korban konglomerasi media dan pencitraan semata. (Java)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jalan
Orang-orang hidup sesuai cara pandang, benak, dan bahkan hati nurani masing-masing. Aku setuju akan itu. Tetapi bukan berarti kita harus cupet dalam berfikir dan melihat dengan satu sudut pandang (kita) sendiri. Sudut pandang orang lain sangat berguna bagi kita dalam menghadapi persoalan hidup. Itulah mengapa kita belajar untuk saling menghargai, menerima, dan memiliki pikiran yang terbuka. Belajar dari pengalamanku sendiri, sosok "teman" sangat dibutuhkan untuk membantu kita memandang persoalan dari sudut yang berbeda, agar kita paham betul bentuk persoalan yang sebenarnya. Walaupun akhirnya keputusan kita sendiri yang menentukan. Semoga tuhan selalu mengingatkanku untuk tidak berfikir sempit, menganggap rendah orang lain atau bahkan berfikir bahwa orang lain tidak mampu menentukan jalan hidupnya.
Kali kedua di "Narvasa"
Setelah aku penasaran. Akhirnya aku diberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi tempat yang kuberi nama Narvasa. Kali ini peralihan ruang dan waktu yang kurasakan berangsur sangat cepat. Masih dengan rasa yang sangat sulit dideskripsikan. Tentunya didominasi oleh perasaan tidak nyaman dan disorientasi tingkat tinggi. Namun pada kesempatan kedua ini aku lebih belajar dan sedikit berhasil menebak ritme perjalanannya. Berkat alat bantu yang juga bisa disebut sebagai tiket perjalanan, aku melesat menembus ruang yang terasa gamang. Aku masih merasa sebagai zat yang abstraktif. Melaju pada poros yang tak terhingga. Aku mengerti satu hal, kini manuverku ditentukan oleh pikiran dan emosi. Aku bisa melesat maju sesuai dengan apa yang aku pikirkan. Sosok yang kuharapkan pun akhirnya muncul. Walaupun tidak kasat mata, namun aku bisa merasakan keberadaannya. Aku pun merasakan keterikatan dengannya. Seakan dia adalah cabang dari titik inti yang sama denganku. Kami pun saling kejar. Lebih tepatnya dia lari dariku. Romantis, aku tersenyum tiap kali aku berhasil menemukan keberadaannya. Tersirat pesan darinya. Pesan yang tak bersuara. Pesan itu seakan-akan langsung tersampaikan padaku. "Harus disini" "Muntahkan Sekarang" "Pergi sekarang" Sontak aku merasa terpental dan kacau. Akhirnya Narvasa pun luntur seketika. Bersamaan dengan kondisiku yang sadarkan diri. Penuh keringat dingin, lelah dan ingin merebah.