Bahkan di masa-masa berat ini Ya Rabb, hamba selalu percaya bahwa mudah bagiMu merubah sesuatu yang hampir mustahil dalam anganku ;')
EXPECTATIONS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
One Nice Bug Per Day

blake kathryn

Love Begins

titsay

Product Placement
Cosmic Funnies
trying on a metaphor
NASA

gracie abrams

★
I'd rather be in outer space 🛸
untitled
official daine visual archive

PR's Tumblrdome

pixel skylines
Noah Kahan
RMH
$LAYYYTER
seen from Australia

seen from Lithuania

seen from United States

seen from Germany
seen from Mexico
seen from Mexico

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
@isnadaniii
Bahkan di masa-masa berat ini Ya Rabb, hamba selalu percaya bahwa mudah bagiMu merubah sesuatu yang hampir mustahil dalam anganku ;')

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berhenti melihat kehidupan orang lain yang berpotensi mengotori hati, betapapun indahnya.
Yang Berulang : Bangkit Setelah Jatuh
Selalu ada penyesalan setelah melakukan sesuatu tapi tidak maksimal. Entah karena kesengajaan atau ketidaksengajaan. Godaan buruknya, aku merasa terlalu berdosa dan seakan tidak pantas untuk memperbaiki diri. Tapi dengan pertolongan Allah, di waktu yang lain aku merasa bahwa yang kubutuhkan bukan penilaian orang, tapi penilaian Allah Yang Maha Mengetahui isi hatiku. Cukup aku berusaha selalu meluruskan niat untuk berubah menjadi lebih baik setelah sadar bahwa aku telah berbuat kesalahan. Tidak perlu validasi dari orang lain bagaimana aku, terserah mau dianggap baik atau buruk itu urusan mereka.
Semoga Allah mudahkan diriku untuk menjadi versi yang lebih baik di kedepannya. Selalu ingat bahwa apa yang sedang aku jalani sekarang adalah apa yang banyak orang inginkan, karenanya aku harus berupaya menjaga apa yang diamanahkan kepadaku ini. Dan semora Allah mengampuni banyaknya kesalahan-kesalahanku dan memaafkanku sehingga aku tidak menerima hukuman baik di dunia maupun di akhirat. Semoga Allah mudahkan lisanku untuk selalu memohon ampun kepadaNya dan selalu bersyukur atas setiap nikmat yang tidak berhenti aku rasakan hingga saat ini.
Momen kecil pagi ini sangat menyentuh hati dan hampir saja mataku berkaca-kaca karenanya.
Sehabis sholat ied, setiap jamaah antri untuk keluar masjid. Karena ada sebagian uang yang belum kumasukkan kotak, aku pun berdiri dan melangkah menuju kotak infak sambil digelendotin anak² temanku. Entah apa yang salah, tiba² ada seorang nenek yang memukul kakiku "tidak sopan!" Aku kaget, karena kurasa hanya melewati depan shaf nya dan menyenggol sedikit tas beliau. Sambil menghindar sedikit aku memasukkan uang ke dalam kotak. Lalu aku pun beralih menjauh dari beliau.
Kedua kalinya aku dipukul lagi menggunakan tas nenek itu, lalu berkata "orang muslim gak sopan! " , anak² temanku pun memegang pakaianku -agak menarikku menjauh-. Kemudian temanku bertanya "are you okay? " Aku jawab "gpp mbaak" tapi dalam hati 'sebegininya aku diperhatikan 🥺 hampir saja aku merasa aku sudah berbuat kesalahan'
Lalu pukulan yang ketiga kalinya "dasar muslim gak sopan! ". Temanku pun merangkul pundakku dan meyakinkan kalau aku gak salah apa² karena si nenek terlihat seperti terganggu jiwanya.
Poinnya bukan soal dipukul, tapi kenapa perhatian sekecil itu begitu menyentuh. Sebagaimana pertanyaan² lainnya :
"Apa kabar mbak, sehat? Lama gak berkabar.."
"Kenapa nangis? Are you okay? Mau cerita? "
"Aku antar pulang yaa"
dll.
Mungkin di sudut kehidupan seseorang, aku begitu menyebalkan dan tidak perlu ditanggapi/direspon karena tidak sepenting itu. Tapi ketika bersama dia, minimal aku tau, masih ada orang yang sepeduli itu dan dia meyakinkan kalau dicintai itu tidak butuh kesempurnaan✨
Jazaahallaahu khayran habibaty 🎀
Menjalani momen lebaran dengan rasa tidak nyaman tersendiri..
Ya Allah gabisa ya kalau setahun Ramadhan semua 🥺

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Makin berumur rasanya gampang nangis.
Tidak menyenangkannya : ketika berusaha menghibur teman/saudara yang tertimpa musibah (kematian, sakit, dll) tapi yang ada malah jadi berkaca-kaca nahan nangis sampai gabisa ngomong T_T Akhirnya yang merapal doa yang kena musibah, aku yang mengaminkan, huhu.
Gongnya, sampai dalam mimpi pun aku berusaha ketika ngehibur orang gak nangis dan bisa ngomong tanpa geter 🥲
Ternyata emang lebih enak cerita, ngadu, minta validasi, apa aja yang nunjukin kelemahan itu cukup ke Allah aja.. Hasbunallaah wa ni'mal wakiil ❤🩹
Disakiti, diam, ngadu ke Allah.. Sisanya biar Allah yang urus 🥹
Statement hari ini :
Tidak perlu menaruh ekspektasi kepada makhluk manapun. Mau bersama, ayuk, gasuka, monggo pintu keluar dari arah mana saja ;')
Hidup mungkin tinggal menghitung tahun, bulan, hari, atau bahkan jam. Semoga dengan sisa itu bisa dimaksimalkan dengan hal yang baik².
Log out semua sosmed, hapus profil, sembunyikan info, sembunyikan online, sembunyikan terakhir dilihat, sembunyikan tanda baca, jarang banget bikin status, gak komen status orang, gak nge-chat temen kalo gak "butuh bgt"...
Ada yang komen "gaje", tapi barangkali dia gak tau "selelah apa saya"
;')))

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jum'at yang berkah, InsyaAllaah
Pagi ini, masyaaAllaah, saya dipertemukan dengan link video wawancara dengan Ust. Abdurrokhim Syamsuri Jono. Disitu beliau membeberkan rahasia bacaan Al-Qur'an nya yang fasih dan indah didengar. Lalu beliau pun menuturkan bahwasanya kecintaannya terhadap Al-Qur'an menjadi sebab segala ujian yang Allah berikan menjadi ringan.
Tentu saya menjumpai video itu atas izin Allaah. Allaah menjadikan hal itu sebagai penghibur hati saya, Alhamdulillaah.
Semoga Allaah karuniakan taufik kepada saya agar lebih banyak meluangkan waktu bersama Al-Qur'an. Semoga Allaah mudahkan saya dalam mempelajari tajwid sekaligus mengamalkannya. Sehingga saya berharap kelak saya bisa menjadi figur orangtua yang mampu mengajarkan bacaan Al-Qur'an yang baik dan benar kepada anak-anak saya kelak.
آمينَ يَا مُجِيبَ السَّائِلِينَ
Senyum-senyum sendiri karena ada temen yang belum tau profesiku apa ;D
Segalanya
Tidak lama sebelum aku menuliskan ini, aku mendengar untaian kalimat yang indah dari ustadz Syafiq Riza Basalamah, bahwa "tiada yang lebih mengasihimu, tiada yang lebih sayang kepada engkau lebih dari Allah jalla jalalu." Cukup satu kalimat itu bi idznillah membuat hatiku menjadi lebih lega. Alhamdulillaah.
Jika kasih sayang Allah sebesar itu, lantas apa yang membuatmu takut menghadapi problematika dunia ini? Bukankah kasih sayang dari Dzat Yang Memiliki dunia dan langit beserta isinya merupakan hal sangat agung? Tidakkah kamu merasa senang dengan hal itu?
Andaikan kita mencintai seseorang, maka kita akan berusaha melakukan apa-apa yang disenanginya. Maka apabila kita mengaku cinta kepada Allah, bukankah seharusnya seperti itu juga? Berusaha membuat Allah ridho dengan perbuatan kita.
Andaikan kita sedang mengalami suatu masalah lantas mengadukannya kepada seseorang, maka orang itu tidak akan mampu menghilangkan kegundahan yang kita rasakan. Namun apabila kita mengadukan problematika kita kepada Allah, maka mudah bagi Allah melakukan segala hal yang Dia Kehendaki. Mudah baginya mengabulkan doa kita, menghilangkan mudhorot yang ada di sekeliling kita, dan segala hal yang kita anggap sulit untuk terwujud.
Maka selain berusaha membuat-Nya ridho, berdoalah ketika dalam keadaan lapang maupun sempit. Semoga Allah senantiasa memberikan kita pertolongan dalam menjalani kehidupan dunia ini. Dan semoga Allah memberikan keberuntungan bagi kita di akhirat dan di dunia ini. Aamiin.
Berpasang-pasang
Waktu ini aku sedang menyadari sesuatu, segala sesuatunya memang diciptakan berpasang-pasang. Obyek pasangan disini tidak serta merta hanya mengenai laki-laki dan perempuan. Siang-malam, riuh-hening, suka-duka, tangis-tawa, kaya-miskin, dan lain sebagainya.
Sebagai hamba ciptaan Allaah, aku tidak bisa menentukan dengan rasa yang mana aku akan berjalan. Sejauh ini aku sudah disandingkan silih berganti dengan suka dan duka, dengan tawa dan tangis, dan kedatangannya sesuai dengan apa yang Allaah Kehendaki. Semuanya khoyr (baik) InsyaAllaah. Hanya saja memang butuh waktu untuk memahami itu semua, dan butuh taufik dari Allaah untuk menyikapinya dengan kesabaran.
Dengan izin Allaah aku memahami bahwa solusi dari seluruh permasalahan hidup adalah bersabar dan bertawakkal. Indah sekali, namun tetap saja aku selalu butuh diberi kekuatan oleh-Nya untuk mampu mengamalkan solusi di atas. Disuatu waktu perasaanku bisa sebegitu lega dengan permasalahan yang ada, namun di waktu yang lain tangisku kembali pecah. Memang kebahagiaan dan kesedihan silih berganti Allaah ujikan kepada diriku. Alhamdulillaah.
Ya Rabb, terhadap hikmah dari ujian yang belum kupahami, ampunilah kekuranganku dalam menyikapinya.
Ya Rabb, atas setiap ujian yang Engkau timpakan, mampukanlah aku untuk menghadapinya.
Ya Rabb, untuk rasa sedih yang sesekali melanda hati, aku mohon jangan jadikan ia kesedihan yang berlarut-larut dan menjadikanku terpuruk.
Ya Rabb, jadikanlah aku sebagai orang yang pandai mensyukuri nikmatmu, jauhkanlah diriku dari segala bentuk mencela takdir, dan jadikanlah aku sebagai bagian dari hamba yang Engkau cintai.
Barangkali memerbanyak mengingat kematian akan menjadi obat pereda kesedihan perihal dunia ini.
Ya Rabb, berilah aku petunjukMu agar aku tetap berada di jalan yang Engkau Ridhoi. Jaganlah engkau tinggalkan aku walau sekejap mata. Sungguh aku tak akan sanggup menghadapi kesedihan demi kesedihan jika bukan Engkau yang menolongku.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ketika Seorang Suami Dicintai..
Jadilah seorang suami yang ketika ia bertanya kepada istrinya, "Apa yang membuatmu mencintaiku?" dan sang Istri menjawab:
"Engkau tak pernah memandangku kecuali dalam keadaan tersenyum dengan tatapan mata yang meneduhkan, mengingatkanku tentang kisah dari shahabat Jarir bin Abdullah bin Al-Bajari tentang akhlak Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam yang senantiasa tersenyum. Pandanganmu begitu engkau jaga, hingga tak pernah ku melihat atau kudengar dari orang lain, engkau meliarkan pandanganmu kepada wanita selain mahrammu.
Aku menyukai caramu ketika melihatku melakukan kesalahan, menegur dan mengingatkanku dengan tutur kata yang baik. Sebab cinta itu adalah ketika engkau sangat khawatir murka Allah tertuju kepada orang yang engkau cintai. Dan engkaupun memintaku melakukan hal yang sama, jika aku melihat kesalahan ada padamu. Sehingga kita bertumbuh bersama dalam suasana 'wata'aawannu 'alal birri wattaqwa'.
Aku menyukai caramu menjaga kebersihan diri, juga ketika kumendengar alasanmu berpakaian yang tak melebihi mata kaki, sebagai ikhtiar menunaikan sunnah. Engkau yang senantiasa menjaga wudhu dan tak pernah kudapati bau yang tak sedap ada padamu, senantiasa wangi.. sehingga menyejukkan penciuman dan mataku.
Aku menyukai caramu ketika akan beranjak tidur, mengenggam tanganku dengan lembut dan menuntunku, hingga rasa malas untuk mengambil air wudhu itu hilang. Kemudian bertanya kepadaku, "Apa ada yang membuatmu marah hari ini? Jika iya, bersihkan kemarahan itu dari dadamu sebelum kita tidur. Jika masih ada.. mohon pertolongan Allah Ta'ala agar kita mampu memaafkan, bukankah kita pun suka jika Allah mengampuni kita?"
Aku menyukai caramu membangunkanku di sepertiga malam, dengan cara melantunkan ayat-ayatNya ditelingaku dengan begitu lembut, hingga selesai pada penggalan ayatNya dan berbisik, "Ayo shalat malam, istriku.." dan aku menyukai rutinitasmu membaca Al-Qur'an dan mentadabburinya, menunggu adzan subuh bersamaku setelah selesai shalat di sepertiga malam.
Aku menyukai caramu ketika berpesan saat pamit untuk pergi shalat subuh berjamaah, "Jangan dulu membersihkan rumah ataupun memasak sebelum aku pulang dari masjid.. kita lakukan bersama-sama, istriku cukup bantu untuk melakukan yang ringan-ringan saja."
Aku menyukai caramu ketika menunjukkan kecemburuanmu. Kecemburuan yang timbul dari keimanan, memintaku untuk tidak memposting fotoku di sosial media, menjagaku dari mata yang tak halal untuk melihatku, juga untuk menjaga orang yang engkau sayangi dari bahayanya penyakit 'ain tersebab pandangan mata.
Akupun menyukai caramu menunjukkan kecemburuanmu saat aku berjalan bersamamu, ketika engkau melihat ada lelaki yang memandangku.. engkaupun melindungiku dengan tubuh tegapmu, hingga lelaki itupun tidak lagi bisa memandangku, kemudian mengenggam tanganku seakan engkau sedang menunjukkan bahwa aku adalah "milikmu".
Aku menyukai caramu yang tak pernah lupa mencium keningku dan mendoakan agar Allah Ta'ala senantiasa menjagaku ketika engkau akan pamit untuk mencari nafkah.
Aku menyukai caramu dalam menunaikan kewajibanmu, kewajiban lelaki tak hanya mencari nafkah katamu (maisyah), tetapi juga mentarbiyyah (mendidik ke jalan takwa) istri dan anak-anakmu, dan juga qiwamah (memimpin dan menjaga). Engkau juga yang tidak ingin melewatkan waktu untuk membersamai anak-anakmu bertumbuh.
Aku menyukai caramu ketika pulang kerumah, mengucapkan "bismillah" dan salam, kemudian berkata dan memelukku "Hi wifey, how was your day? I missed you..."
Aku menyukai caramu ketika memakan masakanku, dengan cara menghabiskannya dan tak pernah sedikitpun mencela masakanku, meski pernah keasinan. Yang engkau lakukan adalah tersenyum dan menunjukkan wajah yang lucu.. sampai akupun tertawa dan menyadari kesalahanku. Aku menyukai caramu yang selalu berterima kasih setelahnya, namun sungguh, bagiku itu tidaklah sesederhana yang terlihat.
Karena itu, aku mencintaimu karena engkau mencintai ku karena Allah, aku mencintaimu karena kebaikan agama dan akhlak yang ada pada dirimu. Jazakallaahu khairan, karena telah bersedia membersamai dan membimbingku untuk bersama-sama menggapai ridha-Nya."
Semakin kesini semakin gimana?
Sesekali ketika sedang luang aku mengecek namaku di laman pencarian. Sebenarnya hanya ingin memastikan bahwa hingga saat ini tidak kujumpai fotoku bertebar di dunia maya. Entah kenapa aku merasa takut jika dengan mudah foto wajahku ditemukan di laman pencarian. Mengingat sekarang kejahatan beraneka macamnya.
Bicara tentang foto di dunia maya, sebenarnya kita bisa berupaya agar foto diri kita tidak terekspose begitu saja. Bagaimana caranya? Tentu saja tidak ikut/tidak mau difoto, wkwk. Namun, kadangkala ada orang yang tidak/belum tau mengenai privasi orang dengan begitu mudahnya mengunggah sebuah momen yang di dalamnya ada kita -entah diambil dengan sengaja maupun tidak-.
Tadi aku iseng mencari mukaku di akun kelas jaman kuliah dulu, yaampun mana mukaku kok gaada, wkwk. Rasanya antara gemes karena gak kelihatan di momen hangat itu dan juga rasa malu dengan diriku di masa lalu. Aku yang dulu suka nutup-nutupin muka kalau ada yang terindikasi sedang mengarahkan kamera, atau dengan sembunyi di gerombolan paling belakang. ;')) Tentu saja semua terjadi atas penjagaan Allaah. Dan sekarang? Semoga Allaah memberiku petunjuk, memberiku taufik agar tidak bermudah-mudahan mengekspose gambar diri di dunia maya.