Lagi duduk di taman, dengan hakpen dan benang di tangan. Sesosok makhluk bumi dengan setelan jas hitam-hitam dengan topi tabung hitam dan tongkat kayu di tangan kanannya, oh oh rupanya dia sang Penyihir taman yang telah lama memantau kegiatan semua manusia bumi yang berada di taman, begitupun dengan ‘teman ke taman’. Awalnya, dia hanya duduk diam di sampingku, kupura-pura tidak melihat dan menyembunyikan tatapan awas di sudut mataku. Sebenarnya ada banyak pertanyaan untuk penyihir ini, tapi mulutku tiba-tiba terkunci saat mencium aroma dupa yang keluar dari tongkatnya hmm jangan-jangan dia penyihir jahat.
“lagi menyulam ya?” akh dia bisa berbicara seperti manusia bumi, mau pura-pura tidak dengar tapi err itu sungguh jahat “i iyaa eh bukan, ini merajut, menyulam beda lagi”.
“temannya yang lain tidak ke taman ya?” katanya sambil mengelus kucing hitam di bawah tempat duduk.
“iya, ini tiba-tiba singgah kebetulan lagi berkendara dekat sini trus seperti dipanggil sama taman ini” kumulai menghentikan aktifitas tanganku dan fokus melihat kucing yang tersenyum itu.
“oh itu aku yang panggil, ada yang ingin kuberi” sambil menarik sehelai bulu ayam dari saku jasnya.
“hah?” sontak kaget dong, gilak kudipanggil sama penyihir hmm berarti lagi kena sihir dong. Tapi ketika melihat helaian bulu ayam itu wajah kagetku berubah melunak dan senyum tipis-tipis.
“ini kartu voucher buku apapun dengan limit 200ribu, nih untukmu, tapi batasnya hanya sejam. Sebenarnya aku ingin ambil voucher bibit bunga tulip tapi si Tahas (penyihir taman unhas) lebih dulu yang mengambilnya. Buat kamu saja” menyerahkan helain itu ke aku, saat kuucap “maka...” belum genap kata itu sang Penyihir sudah pergi, hanya menyisahkan kucing hitam yang me-miauw seperti mengucapkan “sama-sama”, daa kucing.
Sejam, waktunya ke toko buku~ kumemilih toko buku di pinggir jalan, balap dong pastinya. Langsung merapalkan judul buku yang kuidam-idamkan dong. Daaan I did it, yeah!
“mau buku ini, bayar pakai ini” sambil kuserahkan helaian bulu ayam, kakak yang di meja kasir tersenyum dan mengucapkan “valar dohaeris”. Transaksi selesai~
Na Will; buku yang kudekap ini merupakan buku pendidikan yang kuimpikan, dan akan kumimpikan )
Tujuhjanuariduaribuduapuluh
Di dunia Ismi yang lagi masuk angin demi KK