The Devil's Plan
Sejujurnya tidak ada ekspektasi berlebih saat melihat unggahan seorang rekan yang menampilkan sebuah game variety show yang tersedia di platform ott berwarna merah, sampai akhirnya gue menyaksikan sendiri acara tersebut dan yah, jadinya susah move on.
The Devil’s Plan adalah sebuah permainan survival asal Korea Selatan yang terdiri dari 12 pemain. Kedua belas orang ini tinggal bersama selama seminggu untuk memecahkan permainan yang membutuhkan logika berpikir dan strategi yang tepat. Bidak adalah instrumen penting dalam permainan ini, karena dalam setiap permainan para pemain diharapkan mampu mengumpulkan bidak sebanyak-banyaknya. Jika melakukan kesalahan maka pengurangan bidak pun tidak dapat dihindari. Tak hanya bidak, dalam permainan ini juga ada ‘penjara’ yang diperuntukan bagi pemain yang mempunyai bidak paling sedikit.
Namanya juga permainan, maka akan ada yang kalah dan yang menang. Hadiah maksimal yang akan diterima oleh pemenang adalah 500.000 juta won, jika para pemain mampu menyelesaikan permainan berhadiah. Sedangkan yang kalah akan tereliminasi dan mengemas barang miliknya dari rumah tinggal bersama.
Variety show ini terdiri dari 12 episode, dan untunglah saat gue melihat varshow ini episodenya udah lengkap alias udah selesai, jadi gak perlu penasaran untuk menunggu kelanjutannya setiap minggu. Pada episode pertama, dijelaskan bagaimana aturan main dari the devil’s plan dan dijelaskan secara singkat profile para pemain. Berhubung gue kenalnya hanya Ha Seok Jin, maka sedari awal dukungan gue ada padanya. Namun bukan berarti gue gak mendukung pemain lainnya, hanya saja pemain yang gue dukung tereliminasi dibabak-babak awal, hikss.
Ha Seok Jin – Aktor, lulusan Teknik mesin
Seung Kwan – Penyanyi (salah satu member Seventeen)
Kim Dong Jae – Pemain Poker Profesional
Park Kyung Lim – Aktris/Komedian
Lee Si Won – Aktris
Lee Hye Sun – Penyiar
Kwak Joon Bin – Youtuber
Seo Dong Joo – Pengacara
Orbit (Kwedo) – Youtuber
Seo Yoo Min – Dokter
Cho Yeon Woo – Pemain Goo Profesional
Guillaume Party – Gamer
Permainan dalam acara ini pada dasarnya tidak hanya diformulasikan untuk mengandalkan kemampuan individu setiap pemainnya, tapi ada masa saat permainan berhadiah, dibutuhkan kerjasama tim dari masing-masing pemain untuk mengamankan hadiah uang tunai agar hadiah maksimalnya tidak berkurang. Cuma yah namanya permainan kan gak mungkin juga semua pemain ‘lemah’ diselamatkan dalam aliansi yang diciptakan oleh salah seorang pemain.
TBH, ketika menonton ini dan ada istilah aliansi gue membatin “lah kok yah kerjasama sih mainnya, buat tim-tim gitu, gak yakin sama kemampuan diri sendiri?” Apalagi ada moment ketika salah satu favorit gue yang ‘dikhianati’ karena si penghianat memberitahukan angka pemain favorit gue ke ‘pemimpin’ aliansi itu. Gedek gue pas nontonnya. Mana si penghianatnya pake nangis segala lagi pas orang-orang yang dia khianati tereliminasi. Gue be like “Ya elahhh, kan lu yang buat mereka gagal, kenapa mesti nangis segala. Drama”
Dari beberapa permainan yang mereka mainkan, gue paling bisa ikutan menjawab pada saat game susun kata dengan tema-tema tertentu. Kata yang mereka temukan lalu disusun secara vertikal. Game menyatukan puzzle sebuah gambar juga gue paham aturan permainannya, cuma pas liat waktu pengerjaannya yang super kilat kayaknya gue juga kalau ada di posisi itu yang ada malah gemetaran dan gak bisa fokus. Lalu ada juga game yang membutuhkan kemampuan hapalan tingkat tinggi dari setiap detail gambar yang ditampilkan. Dalam game ini gue angkat topi untuk penampilan seorang pemain yang menyapu bersih pertanyaannya dan membuat jumlah hadiah bertambah 100 juta atau 50 juta won gitu.
Permainan ‘rendah-tinggi’ yang dibuat berdasarkan persamaan matematika pun gue paham aturan mainnya, cuma pas mereka hitung dan menyusun persamaannya dalam tempo sesingkat-singkatnya gue berpikir “kalau gue yang di sana, pake kalkulator aja biar cepat.”
Tak melulu soal hapalan dan angka, dalam acara ini juga diperlukan strategi yang tepat dan efisien untuk menjadi pemenangnya. Makanya ada yang berpendapat untuk membentuk aliansi saja, padahal bisa jadi aliansi yang diciptakan itu seyogyanya rasa insecure si pencetus biar saingan yang dia anggap berpotensi bisa dia eliminasi lebih dulu dengan bantuan aliansinya tersebut.
Pengamatan yang jeli juga dibutuhkan untuk dapat bertahan sampai babak final dalam permainan ini. Mengamati mana partner yang beneran tulus ingin bekerja sama atau manipulatif semata. Serta memperhatikan tiap benda yang ada disekitar, mana tau ada yang menjadi kunci jawaban untuk permainan selanjutnya.
Overall, gue suka banget sama variety show ini selain 2 days 1 night nya Mas Seon Ho haha.
Kalau di 2 day 1 nights, gue bisa puas ngakak ngeliat tingkah pola ngang-ngong dan polos-polos bego kadang pinter juga sih Seon Ho. Kalau The Devil’s Plan memicu otak gue untuk berpikir dan mencari strategi yang win-win solution ditambah asupan visual yang buat rasa charming gue ke pemuda pintar berkacamata naik berkali-kali lipat, hahaha..













