Andaikan bisa kecanduan Sholat, Resapi ini Untuk Menikmati
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi.. wabarakaatuh”
Apa yang terjadi diantara dua ucapan tersebut menjadi indikator kesuksesan sholat secara pelaksanaan. Seperti bagaimana bacaan al fatihah, gerakan, tuma’ninah, rukun dan syarat.
dan sebaliknya dari salam-ke takbiratul ihram (apa yang kita lakukan dari selesai sholat sampai menuju sholat lagi) adalah indikator kesuksesan sholat secara dampak. seperti perilaku dalam sehari-hari, bagaimana bermuamalah dengan sesama manusia, etos kerja dan sebagainya.
tentu keduanya saling memengaruhi, bagaimana kita melaksanakan sholat akan memengaruhi tindakan/akhlak seseorang dalam keseharian,
pun sebaliknya, bagaimana tindakan dalam sehari hari akan memengaruhi kualitas sholat
sebagaimana diketahui bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
lalu ada statement “ah itu dia aja sholat juga masih mencuri, ah dia rajin sholat tapi masih suka maksiat”
bagaimana menyikapinya? sebagai seorang muslim, sudah barang tentu sholat merupakan hal yang mulia, jangan sampai menegasikan atau merendahkan kedudukan sholat dalam kehidupan,
“bisa jadi orang tersebut kalau nggak sholat, mencurinya jadi lebih banyak”
“bisa jadi orang tersebut kalau nggak sholat, maksiatnya jadi lebih parah”
Pandangan terhadap sholat, perlu diyakini membawa efek positif atau setidaknya meminimalisir hal buruk yang ada dalam diri.
tidak berhenti disitu, seharusnya ada yang menggelitik di benak “lalu bagaimana sholat yang bisa mencegah dari keji dan mungkar?”
kekhusyukan dalam sholatlah yang menjadi pembeda, ada yang nilai sholatnya setinggi bumi, ada yang nilai sholatnya setinggi langit, tersebab kualitas dari sholatnya, bukan semata kuantitas.
sholat yang khusyuk adalah dambaan semua orang, ketika bisa menikmati, meresapi dan merasakan dampak positif dalam kehidupan
tapi seringkali, sholat dilaksanakan dengan malas, bermaksud untuk riya dan sedikit sekali mengingat Allah
tiap sholat, tiba-tiba banyak sekali pikiran yang bermunculan, tentang pekerjaan, tentang apa yang mau dilakukan berikutnya, dan lain sebagainya yang pada intinya menjauhkan diri dari meresapi sholat.
nah masuk ke poin pentingnya, bagaimana bisa khusyuk dalam sholat?
Mulai dengan bersuci/wudhu dengan baik dan menghadirkan hati. menyucikan diri dari hal yang zahir, seperti anggota tubuh, pakaian yang dikenakan. itu yang biasa dilakukan.
namun lebih dari itu, bersuci memiliki tingkatan, sebagaimana yang ada di surat al Mudatsir ayat 3-7
Setelah suci atas zahir, diperintahkan pula untuk suci atas pebuatan maksiat/dosa yang dilakukan oleh badan. seperti menjaga mata, menjaga telinga, menjaga tangan dari hal yang dilarang.
selanjutnya bersuci secara batiniyah, yakni membersihkan hati dari perbuatan tercela, seperti iri, dengki, ujub, melakukan kebaikan dengan berharap mendapat balasan dari manusia (pamrih), dan penyakit hati lainnya
dan yang berkaitan juga dengan hati, yakni kesabaran, melakukan semuanya karena Allah swt.
Oleh sebab itu, persiapan menuju sholat juga menjadi faktor penting dalam mencapai kekhusyukan saat sholat.
untuk poin berikutnya lanjut part 2 ya, tunggu posting berikutnya