Pada usia 63 tahun, Ibn Hajar al-Asqalani menikahi Laila, ibnatu Mahmud, perempuan negeri Aleppo yang saat itu berusia 33 tahun ...
Suatu waktu, Ibn Hajar dalam kaitannya dengan ilmu, terpaksa mengembara dan meninggalkan istrinya di Aleppo. Tentu saja sebagaimana lelaki mana pun, Ibn Hajar punya rasa rindu kepada istrinya. Beliau pun menulis kerinduannya dalam larik-larik puisi:
"Kupergi mengembara meninggalkan kekasih di kediaman dengan terpaksa, dan tidaklah aku berpaling hati kepada selain dirinya. Kusibukkan diri bersibuk-sibuk dengan hadits pada siang hari,
sementara pada Laili (malam hari), aku sibuk merindukan Laila."















