ini ceritanya birthday girl-ny, Aisha lg laper trs ngambek gegara kecapean, yaudah kakak kakak cantiknya aja yg poto-poto.. mayan. serba pink n hello kitty #latepost #alay #biarin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily
Noah Kahan
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Color Me Curious
🪼

izzy's playlists!
Sade Olutola
tumblr dot com
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
h
almost home

shark vs the universe
Monterey Bay Aquarium
KIROKAZE

pixel skylines
hello vonnie

@theartofmadeline
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Indonesia

seen from Japan

seen from Türkiye
seen from India
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
@hutari-blog
ini ceritanya birthday girl-ny, Aisha lg laper trs ngambek gegara kecapean, yaudah kakak kakak cantiknya aja yg poto-poto.. mayan. serba pink n hello kitty #latepost #alay #biarin

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cempiers STAN'10 HIMASURYA
Terlalu Manis Untuk Dilupakan
Di malam yang dingin dan gelap sepi benakku melayang pada kisah kita Terlalu manis untuk dilupakan Kenangan yang indah bersamamu
Lenteng Agung-Bintaro, demi menebus ijazah SLB
cerita ini bukanlah fiktif belaka. Saya hanya ingin membagi pengalaman bukan pamer kebaikan yang menurut saya bisa menjadi pelajaran hidup. Bintaro, siang hari pukul 11.00. Waktu itu Saya, Rizka, Luqman, Hakim sedang berdikusi masalah studi lapangan biasa disingkat stulap, maklum disaat kuliah sudah selesai, mahasiswa di kampus saya sedang disibukkan dengan pembuatan outline penulisan laporan Stulap. Kebetulan hari ini hari sabtu, jadi kampus terlihat sepi dan kami bersepakat untuk berdiskusi di tempat yang biasa teman saya menyebutnya kanopi L. Tempat ini dilengkapi 4 meja yang setiap mejanya dilengkapi dengan 2 buah kursi yang saling berhadapan. Posisinya diapit oleh gedung L dan lapangan A, dan tanpa adanya pembatas hanya ada fiber yang melindungi dari panas matahari sehingga kami bisa melihat luasnya lapangan dan gedung-gedung perkualiahn yang mengapit di kanan dan kiri. Kami mengambil tempat yang dekat dengan jendela gedung L supaya bisa dengan dengan leluasa memandangi satu dua orang berjalan di sepanjang kanopi. Satu jam berlalu, tiba-tiba datanglah seorang lelaki bertubuh pendek, gemuk dan berkulit sawo matang, yang dari perawakannya terlihat sekitar umur 30an lalu menghampiri kami. Dengan memakai kaos oblong putih berkerah, celana kolor bewarna krem selutut dan alas kaki sendal jepit. Ia menyapa kami semua memakai bahasa yang sangat sopan, menjelaskan maksud dan tujuan ke kampus saya untuk menemui mas Ahmad selaku presma serta menanyakan dimanakah letak markas BEM sekarang, karena sebelum menghampiri kami, ia sudah mengunjungi markas BEM lama yang sudah setahun pindah karena kebakaran. Awalnya kami menyapa dia dengan sebutan “Pak” karena dari perawakan yang kami kira sudah pantas disebut bapak, tetapi setelah ia berkata bahwa ia berasal dari siswa SLB Lenteng Agung barulah kita sadar untuk mengganti sapaan dengan “Mas”. Jika dilihat dari jarak yang cukup dekat sebenarnya belum pantas disapa bapak, pertimbangan kami yang lain adalah jenis suara yang dimiliki seseorang yang sudah akhil balig tidak dimilikinya semakin diperkuat dengan penjelasan bahwa ia adalah siswa SLB dan salah satu matanya memiliki bentuk yang berbeda. Pertamanya kami kesulitan untuk menunjukkan dimana mas Ahmad berada, pasalnya pada hari sabtu tidak ada kegiatan pekuliahan termasuk kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa. Setelah salah satu teman saya melihat kantor BEM untuk memastikan, terletak di gedung samping kanan kami berdikusi. Dan ternyata memang benar BEM tutup, lalu siswa SLB tersebut mengatakan bahwa dia sudah janjian melalui sms saat masih dirumah, salah satu teman saya berinisiatif untuk menanyakan nomor telepon presma dari teman yang kebetulan aktif di BEM. Tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia punya nomernya, dan langsung menelpon presma tersebut. Di Saluran telepon teman saya Luqman mengatakan maksud dan tujuannya, tidak lama kemudian Luqman memberikan hp-nya kepada siswa tersebut. Dari percakapan tersebut kami tahu bahwa namanya Hendrik, tujuannya mengunjungi BEM untuk meminta donasi. Tiba-tiba telepon saluran putus. Teman saya Luqman mencoba untuk menelponnya lagi. Saya mengira donasi tersebut ditujukan untuk sekolah SLBnya yang di Lenteng Agung. Telepon sudah tersambung kembali, kali ini tidak langsung diberikan ke Hendrik tetapi Luqman yang berbicara, dari raut muka saya sudah bisa membaca bahwa susah untuk mendapat donasi dari instansi tanpa surat pengantar, tetapi Luqman tidak menjelaskan kepada Hendrik, ia menyerahkan telepon genggamnya ke Hendrik supaya berbicara dengan presma. Saya tidak tahu apa yang dibicarakan mas Ahmad tapi pasti kurang lebih sama dengan apa yang sudah dikatakan kepada Luqman. Awalnya hendrik tidak mau berbicara tujuan terpentingnya apa, hanya sekedar untuk meminta donasi dari BEM karena dulu dia sudah pernah mendapat bantuan dari BEM sehingga dia mencoba untuk memintanya lagi. Mungkin karena desakan dari mas Ahmad selaku presma, dia langsung mengatakan bahwa ia hanya ingin meminta donasi sebesar 75ribu. Sesaat mendengar penyataan tersebut hati saya rasanya seperti dipukul oleh sesuatu “DEG!! 75ribu Lenteng Agung-Bintaro???”. Dua teman saya Rizka dan Luqma tidak mendengar percakapan tersebut, hanya saya dan Hakim yang spontan noleh ke arah saya. Saya lalu menatap kedua orang teman saya Rizka dan Luqman tanpa bisa mengeluarkan kata-kata kecuali ingin mengeluarkan air mata. Luqman dan Hakim pergi memastikan sekali lagi apakah BEM benar-benar tutup hari ini. Tinggal saya dan Rizka, Hendrik bercerita butuh uang 86ribu (entah kenapa naik dari 75ribu, tapi itu tidak material) untuk menebus ijazahnya yang sudah setahun ditahan karena tidak ada uang (DEG! YA ALLAH). Karena mendengar saya, Rizka, dan Hakim sebelumnya berkata dengan bahasa Jawa, Hendrik lalu berkata saya dan Rizka dari mana. Saya menjawab dari Surabaya dan Rizka dari Pati. Hendrik menambahkan bahwa dia berasal dari Purworejo tinggal bersama nenek lalu ke Jakarta sendirian untuk bersekolah di SLB Lenteng Agung. Lalu saya dan ketiga teman saya berinisiatif untuk memberi uang cukup untuk menebus ijazahnya dan ongkos pulang. Terlihat wajah yang berseri ketika kami menyerahkan uang yang dia rasa lebih dari cukup. Kalau kalian bisa melihat wajah hendrik pada saat itu sangat gembira sekali raut wajah yang terpancar. Seakan kehabisan kata untuk berterima kasih saat itu setelah mengucapkan kata terima kasih berulang kali, ia lalu ingin mengetahui nama masing-masing dari kami Tari, Rizka, Luqman, Hakim, Aldo (teman kami yang baru saja datang) dan mendoakan kami semua dengan doa yang positif. Kami semua tersenyum sama gembiranya dengan Hendrik membalas kata-katanya. Sebelum kembali ke Lenteng Agung dia sempat bertanya dimana pintu keluar kampus. Mungkin dia bingung setelah muter-muter mencari orang yang bisa ditanyai. Sekali lagi dia mendoakan kami semua dengan muka yang sangat riang, dan pergi dengan berlari kegirangan. Dan kami menutup pertemuan kami dengan kata “hati-hati di jalan”. Yang saya kagum, Hendrik berangkat sendiri naik bus kota dari Lenteng Agung ke Bintaro ditambah lagi dia masih ingat letak markas BEM yang sudah habis terbakar setahun lalu, menandakan bahwa Hendrik anak yang cerdas. Saya lalu merenung dengan teman saya yang tadi malam kerjaannya makan-makan lalu karaoke yang notabene menghabiskan uang banyak, tidak bisa dibandingkan dengan perjuangan Hendrik yang luar biasa. Keterbatasan yang dimilikinya tidak menghalangi untuk terus belajar. Berusaha sejauh itu untuk mendapatkan ijazah yang mungkin akan dia pakai untuk ditunjukkan kepada keluarganya di Purworejo dan menunjukkan bahwa dia juga bisa belajar seperti orang pada umumnya. Sukses ya Hendrik, teruskan perjuanganmu menuntut ilmu. :') :') :')
Randomly pictures ....

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
teeen-fags:
this
This post has been featured on a 1000notes.com blog.
A book is present you can open again and again.. emm, sebenernya aku bingung tet mau ngasih buku apa. tapi setelah tanya tanya sana sini akhirnya memustuskan untuk membeli judul bukunya "Pulang" ... . udah 3 orang yang bilang bagus tet, salah satunya bapak bapak pas di patas. begini ceritanya : pas aku ngga sengaja ngluarin itu buku, tiba tiba bapak bapak yang lagi duduk di serong belakang njawil njawil. B : "mbak mbak beli Pulang dimana?" A: "Disana pak" B : "owh, bagus itu mbak, saya udah baca, pinjem temen, tapi mau beli lagi" A: "oo gitu toh pak, saya belom baca sih pak, katanya emang bagus" B: "Iya mbak bagus" mudah mudahan kamu suka bacanya tet, hahaha
Ini tolong ya dibuat powerpoint plus animasinya, nama sama foto 2.224 wisudawan. Baru dibuat H-1 #PUBDOKPANITIAWISUDA
Auditorium Sentul Internasional Convention Center, 09October 2012 #BALADA KEPANITIAAN

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
You have to know this!
@ikkaikko @Vidyahap2 @paulzpaulz @reacaraksa @taritarr @aprilianikp si cantik cantik HPD !
Happy Birthday ma Bestieeees.... Akhirnya 20 tahun juga, ngga terasa ya udah tua, padahal baru kemaren perasaan pulang bareng jalan kaki dari TK & SD Angkasa Terus main ala anak-anak kecil *yaiyalah* pas pulang sekolah atau ngga sore-sore Sepedaan *sayang kamu ngga bisa naik sepeda* hihi Membentuk Geng-gong ngga jelas sama Ajeng, Tika, Iis, Pegi Sampai pada akhirnya kita semua berpisah demi menuntut ilmu *lebay* Aku di SMP mana, kalian di SMP mana. Aku di SMA mana, kalian di SMA mana (padahal satu kota, satu komplek rumah lagi, jadi masih sering bertegur sapa, haha) Yang pada akhirnya, tempat kuliahku mbentang dewe, yang ini jaraknya 624,25km. But, thaks a lot, when i went back to surabaya. you always invite me to TP -___- hahaha for eating sushi in Hatchi-Hatchi and just walking around, sharing, many more HAPPY BORNDAY, I ALWAYS WISH EVERY THE BEST THING FOR YOU. ALLAH BLESS YOU!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
And.... I realized that i have forgotten with You
In this world you have been offered many choices, which are sad or happy, bad or nice, yes or no. and so many way to make it happen. Merantau untuk menuntut ilmu di Ibu Kota adalah salah satu pilihan saya. Sedikit informasi aja saya sekarang menuntut ilmu di sini nih letaknya ±664,25km dari kota asal . Pilihan saya ini sama sekali ngga ada pengaruhnya dari orang ketiga #halah. Sebenarnya kuliah di ITS jauh lebih menghemat, kampus-rumah cuman 10menit, full beasiswa dan dapet uang saku setiap bulan, jurusannya juga lumayan prestigious, Information System *ceileeh muji diri sendiri* Dengan pemikiran panjang, bertapa dalam kesunyian sampe mandi kembang 7 rupa #apasih. akhirnya aku memutuskan untuk move on . Bayangin aja udah gede masa kampus-rumah ngga sampe 2km, padahal waktu SMA nyampe 12km, beda 10km sendiri Booooo.. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------- *Back to the topic* Memutuskan untuk kuliah di kota orang dan jauh dari orang tua emang udah pilihan ku. Di setiap pilihan yang diambil pasti ada konsekuensi yang harus emmm, ya mau ngga mau harus dihadepin. Contoh yang paling real dan banyak dikeluhkan tidak lain dan tidak bukan jeng jeeng masalah "uang bulanan". Pinter pinter kitanya tuh ngatur uang biar pas sebulan makan. Tapi biasanya sih 10-7hari sebelum akhir bulan udah terseok seok makan cuman sama mie instan doang kan?? ngaku?? kalo aku mah udah ada yang masakin jadi ngga bakalan sampe bertahan hidup sama mie instan *sombong dikit* Masalah yang ngga kalah penting juga nih pas kita lagi sakit. OMG, rasanya udah mau bilang "I wanna go home NOW!" "Why i have to study here?? mommy T.T Percuma aja, you have to do all the things here, till finished. --> Naaah itu yang kejadian sama aku akhir akhir ini, disaat H-7 uts, ternyata Allah masih sayang sama aku ngingetin biar ngga lalai jaga badan ini. Teguran yang di atas ini lumayan menguras kocek dan sempet juga buat ngambil jatah ijin kuliah AKSK. hari berikutnya aku udah mulai kuliah, karena mendekati uts jadinya kuliah dari pagi sampe sore. dua hari berselang, emang badan ngga bisa bohong, sepulang kuliah badan ini ambruk lagi. Fortunatelly, hari berikutnya adalah long weekend Idul Adha, jadi bisa full bed rest. Ya Allah, rasanya ngliat nasi pengen muntah aja rasanya, "Why i have to eat you, hah??" ngga ngerti lagi harus ngapain. Ngga sampe disitu aja, ternyata si roomate juga ikutan sakit yang sama, jadi itu ya sekamar kayak orang teler ngga berdaya. Udah kayak bangsal di rumah sakit aja tinggal nunggu perawat (re: Bu Mukti peri rumah cempi) bawain makanan dan minuman. Penyakitnya ternyata betah juga bertengger di badan, dan ngga kelewatan waktu UTS. ngga ngerti lagi aku ngisi apa di lembar jawaban. Waktu ujian matkul komdit lah paling parah, perut rasanya kayak ditusuk-tusuk sampe harus mengeluarkan sarapan yang udah masuk ke perut di wastafel gedung J sampe-sampe ngotori jaket pinjeman temen sekelas, sorry ma bro~ Di tengah ngga berdayaan, di dalam hati terus coba buat bilang "jangan mengeluh Tari, Jangan!!" ternyata kata-kata itu cuman mempan buat ngga ngeluh dalam perkataan, di dalam hati? yes, i do Sampai salah satu temen sekelas tanya " loro opo tar?? kyk e sehat2 ae mau" . Aku jawab apa adanya. Lalu "sabar ae..nikmati selama sek iso loro..nek awakdewe wes ga iso loro iku malah sing bahaya :D" artinya "sabar aja, nikmati selama masih bisa sakit, kalo kita udah ngga bisa sakit itu malah yang bahaya". Habis baca tuh statement, rasanya kayak habis kesambar petir. JEGEEEEER, what i have done T.T mengeluh terus ih walaupun dalam hati, bukankah ” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi". (HR. Muslim) “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih) Ngga tau kenapa habis temen bilang kayak gitu langsung dah ini the tears come streaming down in my face Dan mulai saat itu aku mulai belajar buat ngga mengeluh di perkataan terutama dalam hati. mengeluh cuman buat hidup menjadi lebih berat. syukurin aja dengan mengucapkan Alhamdulillah. Thanks a lot for my classmate who has given me the greatest statement, RF. My friends who have driven me to the clinic and campus GAC and MM. My friends in Cempedak B3/4. My classmate who lend me your jacket RGGW. My second parent in Cempedak Ms. Mukti And my parents who gave me support everytime AU REVOIR!