Proyeksi bukan cinta
Hilda memandang langit-langit kamar kosnya yang putih dan asing.
Ia orang yang mudah jatuh. Itu yang ia tahu tentang dirinya. Mudah melihat potensi dalam seseorang dan kemudian mengisi celah-celah yang kosong dengan versi ideal yang ia ciptakan sendiri. Itu bukan cinta, mungkin. Itu proyeksi. Dan proyeksi punya kelemahan dasar: ia lebih berbicara tentang pembuatnya daripada objeknya.
Not all what we project is true. Many people are not meant to be with us.
Kalimat itu terasa benar secara intelektual. Secara emosional, ia masih perlu beberapa malam lagi.















