Iām Realize that universe talking with me
Saya mencoba untuk berbicara dengan diri saya sendiri. Saya menyadari bahwa 3 bulan terakhir ini pikiran saya kacau balau. Sehingga apa yang saya lakukan menjadi tidak maksimal. Saya selalu BERUSAHAĀ untuk MENJADI BAIK. Sehingga, yang SAYA DAPATKANĀ justru bukan apa yang saya inginkan. Hari ini, jam ini, detik ini, saya menyadari bahwa MENJALANI HIDUP BUKAN SEPERTI INI.Ā Saya mengakui bahwa saya terlalu keras terhadap diri saya sendiri, sehingga saya bukan menjadi diri saya sendiri.Ā
Iya, saya mengakui bahwa saya kehilangan diri saya. Melalui tulisan ini saya mencoba untuk kembali ke titik nol di dalam hidup saya untuk MENJADI DIRI APA ADANYA dan MEMAAFKAN DIRI SAYA SENDIRI.
Hari ini saya disadarkan oleh pernyataan teman baru saya. ENERGI ITU TIDAK PERNAH BERANTAKAN, yang ada adalah PIKIRAN BERANTAKAN. Well done, nohok sih, cuman itu yang bikin saya benar-benar sadar. Apalagi kalimatnya yang bilang TEORINYA TOK!Ā thanks lho ya mbak....
Hari ini saya buanyak banget dapet selentingan soal rezeki, memaafkan diri sendiri, bingung memulai karir, dan sebagainya. Which is, hal tersebut semuanya yang menjadi fokus saya saat ini. Baiklah, saya coba buat menstrukturkan lagi apa yang ada di dalam diri saya.
1. Saya orang yang memiliki ambisi untuk menjadi KAYA. Karena menurut saya, dengan hidup KAYA saya bisa melakukan dan memperoleh apapun yang saya mau. Niat awal sih saya pengen menjadi kaya supaya saya bisa banyak berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan. Ya..itu adalah janji yang sering saya ingkari ketika saya memiliki uang lebih. Saya mengakui kesalahan saya dan saya memaafkan diri saya. Itu adalah kekurangan saya, walaupun saya sulit, saya ikhlas untuk belajar berbagi.
2. Saya orang yang memiliki prinsip bahwa segala sesuatunya bisa diusahakan, sehingga hal itu membentuk diri saya menjadi terlalu keras dengan diri sendiri. Padahal, HIDUP ITU MENGALIR, bukan MENGUSAHAKAN. Permainan arung jeram saja MENGIKUTI ARUS DERAS, BUKAN MELAWAN ARUS. Jadi, saya kembali kepadaĀ āJadilah menurut kehendak Muā. STOP THINKING, STOP GUILTY, STOP BINGUNG, STOP RUWET...Ā WALAUPUN SAYA Ā TERLALU KERAS PADA DIRI SAYA SENDIRI, SAYA MENERIMA DAN MENCINTAI DIRI SAYA, APA ADANYA. WALAUPUN SAYA SULIT IKHLAS, SAYA IKHLAS
3. Saya orang yang terlalu banyak meminta, jadi saya terlalu banyak kecewa karena saya terlalu banyak mengusahakan. Sekarang saya hanya ingin ikhlas meskipun sulit saya tetap ikhlas untuk menyerahkan semua Ā Jadilah menurut kehendak Mu.
Demikianlah pembicaraan saya dengan semesta, terimakasih semesta telah berbicara kepada saya lebih keras. Saya ingin memulai semua dari 0, dan ikhlas melepas apa yang sudah saya lakukan kemarin. Meskipun sulit untuk ikhlas, saya ikhlas....ikhlas untuk menjadi apa yang sudah menjadi kehendak Mu.